skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
14 Gejala Penyakit Batu Empedu Pada Perempuan

14 Gejala Penyakit Batu Empedu Pada Perempuan

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol, dan terbentuk di saluran empedu manusia. Pada hampir sebagian besar kasus, batu empedu ini tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang batu ini akan menyumbat bagian ujung empedu.

Sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat. Nyeri ini disebut dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam.

Ukuran batu empedu bermacam-macam. Ada yang sekecil butiran pasir dan ada yang sebesar bola pingpong.

Jumlah batu yang terbentuk dalam kantong empedu juga bervariasi, misalnya ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih banyak.

Batu empedu awalnya terbentuk dari kolesterol dan biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu. Pada kondisi yang sudah buruk seperti ketika batu empedu menghambat saluran empedu maka bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  1. Detak Jantung Semakin Cepat

Salah satu gejala yang sering diremehkan oleh penderita batu empedu kronis adalah detak jantung yang semakin cepat.

Detak jantung yang semakin cepat terjadi karena jantung mengikuti metabolisme tubuh. Tubuh yang kekurangan oksigen juga mendorong jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisinya bisa lebih buruk untuk penderita yang memang menderita kelainan jantung.

  1. Warna Tinja dan Urin Lebih Gelap

Cairan empedu yang dihasilkan oleh empedu memang berfungsi untuk membantu sistem pencernaan. Ketika ada batu empedu yang menghambat kerja saluran empedu maka sistem pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik.

Karena itu sering membuat warna tinja menjadi lebih gelap dan kurang normal. Hal ini juga berpengaruh pada warna urin yang lebih gelap.

  1. Depresi / Bingung

Penderita batu empedu juga bisa merasa depresi dan sangat bingung. Kondisi ini berhubungan dengan kondisi tubuh yang sulit menerima nutrisi dari makanan, gangguan pencernaan dan rasa sakit yang sudah sangat buruk.

Akibatnya maka penderita memiliki sistem metabolisme yang buruk serta tidak nyaman. Untuk penderita lanjut usia bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk terutama jika ada komplikasi penyakit lain termasuk darah tinggi dan diabetes.

  1. Nyeri Perut / Kolik Bilier

Penderita batu empedu biasanya akan merasa sakit perut secara tiba-tiba dan berlangsung antara satu hingga paling lama lima jam.

Kondisi sakit perut ini berbeda dengan penyakit yang sering menyerang perut seperti sakit maag, kembung, diare dan asam lambung tinggi.

Rasa nyeri akan terasa dari bagian perut atas kemudian menyebar ke bagian kanan dan tengah. Beberapa penderita juga bisa merasa sakit perut yang sangat buruk dan menyebar hingga ke bagian punggung atau dada.

  1. Penyakit Kuning

Penderita batu empedu juga bisa terkena penyakit kuning yang ditunjukkan dengan kulit dan bagian putih mata yang mulai menguning.

Ini termasuk gejala batu empedu yang paling sering terjadi dan membuat dokter lebih mudah melakukan analisa.

Penyakit ini juga sering disertai dengan beberapa tanda seperti urin yang berubah menjadi lebih coklat, tinja memiliki warna yang lebih pucat dan sering gatal.

  1. Demam

Demam juga sering terjadi pada penderita batu empedu. Sebenarnya demam bisa menjadi pertanda untuk semua jenis penyakit seperti penyakit tifus, demam berdarah atau jenis penyakit lain.

Demam menjadi ukuran penting ketika tubuh Anda memiliki infeksi, termasuk untuk bagian kantung empedu. Kondisi demam pada penderita batu empedu harus mendapatkan perawatan yang tepat.

  1. Nyeri Setelah Konsumsi Makanan Berminyak

Rasa nyeri yang terus menyerang dari bagian perut hingga tulang belikat akan semakin terasa setelah konsumsi makanan berminyak.

Bahkan konsumsi semua jenis makanan yang mengandung lemak bisa menyebabkan sakit yang sangat parah. Hal ini menandakan bahwa lemak menghambat keluarnya cairan empedu dari kantung empedu.

  1. Sakit Saat Bernafas

Ketika penderita batu empedu sudah masuk ke tahap yang lebih buruk, maka perut akan terasa sakit ketika bernafas.

Ketika menghirup udara dalam-dalam maka perut akan terasa sakit dan menyebar hingga ke dada. Kondisi ini akan sangat buruk jika penderita batu empedu komplikasi dengan penyakit pernafasan seperti penyakit asma.

  1. Angin Duduk (Angina)

Ketika sesak nafas sudah terjadi maka penderita batu empedu bisa merasakan angina atau sakit dada yang sangat parah.

Kondisi ini bisa menyebabkan penderita seperti merasa terkena angin duduk atau serangan jantung. Dalam kondisi tertentu maka tubuh akan kekurangan oksigen dan bisa membuat penderita kehilangan kesadaran.

Ketika penderita juga terkena komplikasi dari jenis penyakit jantung maka resiko kematian bisa lebih besar.

  1. Kram Perut

Umumnya penderita batu empedu tidak menyadari kondisi batu empedu hingga dilakukan pemeriksaan. Hal ini disebabkan karena batu empedu sering menyebabkan rasa sakit kemudian hilang sendiri.

Namun semakin lama maka rasa sakit bisa menjadi lebih parah. Selain nyeri perut yang menyebar ke perut maka juga sering menyebabkan kram perut. Kram perut akan membuat penderita sama sekali tidak bergerak karena sangat sakit.

  1. Terasa Sangat Kenyang

Kram perut dan nyeri perut yang terjadi pada penderita batu empedu memang sangat menyiksa. Namun kondisi ini bisa menyebabkan penurunan nafsu makan yang sangat drastis.

Jika semakin lama terjadi maka penderita sama sekali tidak merasa lapar. Hal ini disebabkan karena perut yang sudah mengalami kolik akan merasa sangat kenyang.Penyakit ini mungkin juga telah menyebabkan gangguan kerja pada saluran pencernaan.

  1. Diare Kronis dan Gas Belerbihan

Penderita batu empedu juga bisa mengalami diare yang sangat parah. Diare ini akan menyebabkan penderita sering buang air besar dengan karakter tinja yang lebih encer.

Berat badan akan semakin menurun dan kurang nafsu makan. Jika gejala ini terus berlanjut maka bisa menyebabkan batu empedu yang sangat parah atau kronis. Gejala awal kondisi ini sering ditandai dengan gas berlebihan, kembung dan sering mual.

  1. Gangguan Pencernaan

Penderita batu empedu juga bisa mengalami gangguan pencernaan yang sangat buruk. Gejala ini sering ditandai dengan rasa mual dan keinginan untuk muntah secara terus menerus.

Mual dan muntah yang sudah terjadi selama satu bulan lebih bisa menunjukkan gejala batu empedu yang kronis. Namun banyak penderita yang merasa bahwa ini gejala maag, gas berlebihan atau masuk angin.

  1. Sering Gemetar

Penderita batu empedu juga akan merasa sering gemetar dan kondisi gerakan tubuh yang sulit dikendalikan.

Jika sudah kronis maka penderita bisa pinsan atau kehilangan gerakan secara mendadak. Hal ini menjadi kondisi komplikasi dari pencernaan yang buruk, kurang nutrisi dan juga keseimbangan tubuh yang terus memburuk.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.