skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
2 Macam Cara Melakukan Penangan Penyakit Asma

2 Macam Cara Melakukan Penangan Penyakit Asma

Asma itu merupakan suatu jenis penyakit pernafasan yang dimana saluran pernafasan pada bagian bronkhial paru ini mengalami penyempitan yang membuat para penderitanya mengalami kesusahan dalam bernafas. Pada umumnya penyakit asma ini dapat menyerang atau kumat secara mendadak dan bisa juga diakibatkan oleh beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya serangan penyakit asma.

Kondisi yang dapat terjadi kapan pun seperti ini sudah pasti akan sangat mengganggu dan membuat seseorang mengalami kesusahan untuk melakukan dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Bahkan dalam keadaan yang buruk juga bisa mengakibatkan seseorang kesulitan dan tidak mampu untuk melakukan aktivitas seperti yang biasa ia lakukan dalam kesehariannya.

Cuaca suhu dingin juga merupakan faktor timbulnya penyakit asma. Penggunaan AC dengan suhu rendah dan cuaca dingin di daerah pegunungan bisa menyebabkan terjadinya penyakit asma.

Gejala Penyakit Asma

Berikut beberapa gejala dari penyakit asma:

  1. Nafas Mengi

Salah satu tanda dari adanya penyakit asma ini adalah bunyi nafas mengi atau “ngik” yang cukup terdengar oleh orang lain. Namun pada penderita yang sedang tidak kambuh bunyinya akan tidak terlalu kentara akan tetapi jika didengarkan melalui stetoskop bunyinya akan kentara dan hal ini menjadikan dokter akan lebih mudah mendiagnosa apakah anda mengalami penyakit asma atau tidak.

Jika memang anda mengalami penyakit asma maka nantinya akan diberikan obat dan penyuluhan saat anda mengalami serangan asma secara mendadak.

  1. Gatal pada Tenggorokan

Selain batuk dan bersin, para penderita penyakit asma juga akan mengalami gatal-gatal pada tenggorokan akibat adanya udara yang masuk keluar tidak lancar sehingga menyebabkan adanya gangguan di dalamnya.

Keadaan ini memang menjadi hal yang sangat tidak mengenakan bagi para penderitanya namun mereka memang harus mengalami hal ini sebagai konsekuensi atas penyakit yang dideritanya.

Gejala lain seperti:

– Sakit Kepala,

– Sulit bernapas,

– Sakit dada.

Penangan Penyakit Asma

Tujuan pengobatan asma adalah mengendalikan gejala dan mencegah timbulnya kembali serangan. Bagi sebagian besar penderita asma, obat-obatan dan metode pengobatan yang ada saat ini sudah terbukti efektif dalam menjaga agar gejala asma tetap terkontrol. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, dokter perlu menyesuaikan pengobatan dengan gejala-gejala asma yang muncul.

Selain itu, pasien juga harus menjalani pemeriksaan secara rutin (minimal sekali dalam setahun) untuk memastikan pengobatannya cocok dan penyakit asma telah berada dalam kendali. Terkadang pasien membutuhkan tingkat pengobatan yang lebih tinggi pada jangka waktu tertentu.

Ada dua jenis inhaler yang digunakan dalam penanganan penyakit asma, yaitu:

  1. Inhaler Pereda

Inhaler pereda digunakan untuk meringankan gejala asma dengan cepat saat serangan sedang berlangsung. Biasanya inhaler ini berisi obat-obatan yang disebut short-acting beta2-agonist atau beta2-agonist yang memiliki reaksi cepat (misalnya terbutaline dan salbutamol). Obat ini mampu melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit.

Dengan begitu, saluran pernapasan dapat terbuka lebih lebar dan membuat pengidap asma dapat bernapas kembali dengan lebih mudah. Obat-obatan yang terkandung di dalam inhaler pereda jarang menimbulkan efek samping dan aman digunakan selama tidak berlebihan.

Inhaler pereda tidak perlu sering digunakan lagi jika asma sudah terkendali dengan baik. Bagi pengidap asma yang harus menggunakan obat ini sebanyak lebih dari tiga kali dalam seminggu, maka keseluruhan penanganan perlu ditinjau ulang.

  1. Inhaler pencegah

Selain dapat mencegah terjadinya serangan asma, inhaler pencegah juga dapat mengurangi jumlah peradangan dan sensitivitas yang terjadi di dalam saluran napas. Biasanya Anda harus menggunakan inhaler pencegah tiap hari untuk sementara waktu sebelum merasakan manfaatnya secara utuh.

Anda juga mungkin akan membutuhkan inhaler pereda untuk meredakan gejala saat serangan asma terjadi. Namun jika Anda terus-menerus membutuhkan inhaler pereda tersebut, maka penanganan Anda harus ditinjau ulang secara keseluruhan.

Umumnya pengobatan pencegah disarankan jika Anda mengalami serangan asma lebih dari dua kali dalam seminggu, harus menggunakan inhaler pereda lebih dari dua kali dalam seminggu, atau terbangun pada malam hari sekali atau lebih dalam seminggu akibat serangan asma.

Inhaler pencegah biasanya mengandung obat-obatan steroid seperti budesonide, beclometasone, mometasone, dan fluticasone. Merokok dapat menurunkan kinerja obat ini.

Apa Itu Pulmohealer?

Obat Penyakit Paru-Paru Pulmohealer adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit Tuberkulosis,Asma, Bronkitis, legionnaire, Paru-Paru Basah, Pneomonia Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer memiliki kandungan antibiotik alami yang mampu membersihkan racun dalam darah, memperbaiki sel-sel yang rusak (regenerasi sel), bersifat antipiretik, analgesic, dan diuretic. Sangat berkhasiat dan signifikan menurunkan gula darah.