skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
4 Cara Diagnosis Penyakit Usus Buntu!

4 Cara Diagnosis Penyakit Usus Buntu!

Apendisitis (penyakit usus buntu) adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, apendiks itu bisa pecah. Apendiks merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum).

Apendiks besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir. Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu/apendiks.

Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi.

Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. Apendisitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Berikut ini gejala-gejala umum penyakit usus buntu yang harus diwaspadai, sebagai berikut:

  1. Nyeri buang air kecil

Nyeri buang air adalah gejala usus buntu pecah yang menandakan bahwa kondisi usus sudah dalam keadaan kritis.

Penyumbatan usus karena sisa limbah makanan dan peradangan hebat yang teerjadi sangat mungkin menyebabkan air kencing tidak lancar dan membuat area kandung kemih terasanyeri dan seperti tertekan dari dalam.

  1. Kesulitan kentut

Kesulitan buang gas terus menerus bisa menjadi awal munculnya gejala usus buntu pecah yang menyebakan perut menjadi terasa tidak nyaman, masuk angin dan kembung.

  1. Kram perut

Kram perut yang muncul berulang ulang dan disertai rasa nyeri yang rasa sakitnya meluas kearah pinggang dan punggung, maka dapat dipastikan seseorang telah mengalami kelainan pada usus buntu. Kram perut seringkali berhubungan dengan gejala usus buntu pecah, jika tidak segera diobati maka akan muncul masalah kesehatan lagi disaluran kencing.

Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Ketika merasakan gejala-gejala dari usus buntu, pihak medis tidak serta merta langsung menyebutnya penyakit itu adalah usus buntu.

Pihak medis akan melakukan beberapa langkah diagnosa untuk menyatakan bahwa penyakitnya itu adalah penyakit usus buntu. Berikut ini berberapa langkah diagnosa yang akan dilakukan oleh pihak medis untuk mengetahui bahwa penyakit tersebut adalah radang usus buntu:

  1. Tes fisik

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik atau tes fisik. Tes fisik itu digunakan untuk melakukan konfirmasi tentang rasa sakit yang ada di perut itu adalah rasa sakit akibat usus buntu ataukah bukan.

Cara pemeriksaannya adalah dengan melakukan penekanan di bagian perut kanan bawah secara perlahan-lahan. Jika pasien mengalami rasa sakit yang tak tertahankan bisa jadi pasien tersebit mengalami penyakit usus buntu.

  1. Tes urin

Pemeriksaan selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan urin. Dalam dunia medis pemeriksaan urin juga berguna untuk mengetahui penyakit seseorang. Tes urin tidak hanya digunakan untuk mengetahui seseorang positif menggunakan narkoba saja, namun tes urin juga bisa digunakan untuk mengetahui apakah orang tersebut mengalami infeksi ataukah tidak.

Tes urin pada pasien usus buntu juga akan digunakan untuk mengetahui apakah pasien itu mengalami penyakit lain seperti infeksi dari saluran kemih maupun terkena penyakit batu ginjal.

  1. USG

Untuk mengetahui penyakit yang lebih pasti akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan usg. Usg itu bisa untuk mengetahui kondisi usus buntu di dalam perut seseorang. Yang akan dideteksi adalah apakah usus itu mengalami pembengkakan ataukah tidak.

Ketika usus buntu bengkak maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut mengalami penyakit usus buntu. Jika usg tidak berjalan dengan efektif, pihak medis akan melakukan pemeriksaan berupa ct scan.

  1. Pemeriksaan darah

Langkah selanjutnya untuk mengkonfirmasi apakah pasien tersebut terkena usus buntu ataukah tidak dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah merupakan pemeriksaan yang efektif untuk mengetahui suatu penyakit.

Untuk mengetahui apakah pasien tersebut terkena usus buntu medis akan memeriksa berapa jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuhnya. Jumlah sel darah putih itu bisa digunakan sebagai penanda infeksi di dalam tubuh seseorang.