skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
5 Gejala Sakit Ginjal!

5 Gejala Sakit Ginjal!

Penyakit yang menyerang organ dalam tubuh memang membuat fungsinya kurang bekerja dengan baik. Belum lagi untuk menjaga keseimbangan cairan dan zat-zat kimia seperti natrium, kalium dalam darah serta produksi air seni.

Penyakit ini bisa berlaku siapa saja yang serius atau berbahaya dimana hal itu berdampak langsung pada pernikahan itu sendiri. Penyakit yang lebih sering terjadi dialamai mereka yang merupakan dewasa, pertama pada saat perjuangan.

Penyebab Penyakit Gagal Ginjal

Terjadinya gagal. Oleh beberapa orang yang serius. Berikut beberapa penyakit yang sering kali menyebabkan kerusakan ginjal yang:

  • Penyakit darah tinggi (Hipertensi)
  • Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
  • Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan / striktur)
  • Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
  • Menderita penyakit kanker (kanker)
  • Kelainan ginjal, dimana terjadi banyak perkembangan pada organ ginjal itu sendiri (penyakit ginjal polikistik)
  • Rusaknya selap at baik akibat peradangan oleh infeksi atau efek dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonefritis.

Selain itu, Anda juga dapat mengaksesnya dengan cepat dan tahan lama, seperti penyakit lain, penyakit lain, penyakit lain, penyakit lain seperti Paru (SBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan -obatan dan Amiloidosis.

Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam Jenis Serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

Penyembuhan Gagal Ginjal

  1. Sedikit kebebasan udara kemih

Ini merupakan ciri-ciri sakit ginjal yang utama. Jumlah air urin yang keluar saat berkemih dapat membantu dokter menegakkan diagnosis sakit ginjal akut.

Selain mengeluarkan urin yang sedikit, sakit ginjal bisa membuat urin udara menjadi lebih gelap, keruh, bahkan kemerahan seperti warna darah. Jika ciri-ciri sakit ini dilakukan dengan benar dengan kemungkinan dehidrasi, segera kunjungi dokter atau rumah sakit terdekat.

  1. Perasaan mengantuk atau melamun

Hal ini merupakan ciri-ciri umum yang terjadi. Biasanya orang akan menjadi kurang responsif jika dipanggil atau diajak bicara, menjadi lebih sering melamun.

Kehilangan kesadaran ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, terutama penumpukan racun yang berlebih dan tidak dapat dibuang ke urin dan infeksi yang biasa menyebabkan penyakit ginjal.

  1. Bengkak pada kaki dan tungkai

Kaki dan tungkai akan membesar karena adanya penumpukan cairan berlebih yang akan menumpuk di kaki Anda. Selain itu, pada sakit ginjal, kadar protein dalam darah akan berkurang sehingga dapat menyebabkan kaki menjadi bengkak.

  1. Sesak nafas

Meski biasanya gejala sesak nafas lebih dikaitkan dengan penyakit paru dan jantung, ternyata sesak nafas pun bisa disebabkan oleh sakit ginjal. Sesak nafas terutama terjadi mendadak dan pada orang yang biasanya tidak mempunyai riwayat sesak sebelumnya.

  1. Diare, mual dan muntah

Ini sebenarnya bukanlah ciri-ciri sakit ginjal akut. Namun bila Anda menemui gejala seperti berkurangnya air urin yang diikuti dengan gejala diare serta muntah hebat, Anda perlu curiga akan kemungkinan terjadinya sakit ginjal akut.

Diare dan muntah hebat seringkali menjadi penyebab sakit ginjal akut karena banyaknya cairan yang dikeluarkan ketika BAB atau muntah.

 

Diagnosa Penyakit Gagal Ginjal

Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal.

Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah maupun urine guna melihat kadar elektrolit natrium dan kalium / kalium. Pada kasus-kasus tertentu, tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter ke kantong urin (kandung kemih) untuk mengeluarkan urin.

Jika diperlukan, Tim medis akan meminta pemeriksaan gambar struktur dengan metode USG, Computed tomography (CT) scan atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan. Bahkan ada tindakan biopsi yang memungkinkan, yaitu mengambil contoh (contoh) jaringan ginjal.