skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
7 Macam Obat Sakit Thypoid!

7 Macam Obat Sakit Thypoid!

Penyakit Thypoid merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada masyarakat baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Penyakit ini memiliki hubungan yang erat dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.

Indonesia masih merupakan daerah endemik Thypoid. Kasus tersangka Thypoid di rumah sakit akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata angka kesakitan berkisar 500 orang/100.000 penduduk, dan tanpa pengobatan yang cepat dan tepat, penyakit ini berisiko untuk menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian.

Thypoid umum terjadi di negara-negara berkembang, terutama pada anak-anak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, namun dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Kuman Thypoid masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air yang kita konsumsi. Seorang penderita Thypoid dapat mencemari air di sekitarnya melalui kotoran yang penuh dengan kuman Thypoid. Air yang tercemar ini bila digunakan untuk mengolah makanan maka makanan pun akan ikut tercemar terutama makanan yang tidak dimasak dengan baik.

Gejala Penyakit Thypoid

Beberapa gejala yang umum pada penderita yaitu:

  1. Demam

Pada kasus yang khas demam berlangsung 3 minggu, bersifat febris remitten dan suhu tidak tinggi sekali. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur naik setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari.

Dalam minggu kedua pasien terus berada dalam keadaan demam, pada minggu ketiga suhu tubuh berangsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.

  1. Gangguan pada saluran pencernaan

Pada mulut terdapat bau nafas tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah (regaden). Lidah tertutup selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. Pada abdomen dapat ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). Hati dan limpa membesar disertai nyeri perabaan. Biasanya sering terjadi konstipasi tetapi juga dapat diare atau normal.

  1. Gangguan kesadaran

Umumnya kesadaran pasien menurun walaupun tidak dalam yaitu apatis sampai samnolen, jarang terjadi stupor, koma atau gelisah (kecuali penyakitnya berat dan terlambat mendapatkan pengobatan). Disamping gejala tersebut mungkin terdapat gejala lainnya.

Pada punggung dan anggota gerak dapat ditemukan roseola, yaitu bintik-bintik kemerahan karena emboli basil dalam kapiler kulit yang dapat ditemukan pada minggu pertama demam. Kadang-kadang ditemukan pula bradikardi dan epistaksis pada anak besar

Obat Sakit Thypoid

Sebagian besar pasien Thypoid dapat diobati di rumah dengan istirahat total / tirah baring, isolasi yang memadai, pemenuhan kebutuhan cairan, nutrisi serta pemberian antibiotik. Tetapi pada keadaan kasus yang berat, harus dirawat di Rumah sakit agar terkoreksi dan tercapainya pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan nutrisi serta observasi kemungkinan adanya penyulit atau komplikasi yang dapat terjadi.

Pengobatan antibiotik merupakan pengobatan utama larena pada dasarnya patogenesis infeksi Salmonella typhi berhubungan dengan keadaan bakteriemia. Obat-obat antimikroba yang sering digunakan antara lain

  1. Kloramfenikol

Dosis yang dianjurkan ialah 50 – 100 mg/kgbb/hari, selama 10 – 14 hari. Untuk neonatus penggunaan obat ini sebaiknya dihidari, dan bila terpaksa, dosis tidak boleh melebihi 25 mg/kgBB/hari, selama 10 hari.

  1. Tiamfenikol

Dosis oral dianjurkan 50 – 100 mg/kgBB/hari, selama 10 – 14 hari.

  1. Kotrimoksasol

Dapat digunakan untuk kasus yang resisten terhadap kloamfenikol, penyerapan di usus cukup baik, dan kemungkinan timbulnya kekambuhan pengobatan pengobatan lebih kecil dibandingkan kloramfenikol.

Kelemahannya ialah dapat terjadi skin rash (1 – 15%), sindrom Steven Johnson, argunulositosis, trombositopenia, anemia megaloblastik, hemolisis eritrosit terutama pada penderita G6PD, dosis oral yang dianjurkan adalah 30 – 40 mg/kgbb/hari Sulfametoksazoldan 6 – 8 mg/kgBB/hari untuk Trimetoprim, diberikan dalam 2 kali pemberian, selama 10 – 14 hari.

  1. Ampisilin dan Amoksisilin

Dapat digunakan pada kasus yang resisten terhadap Kloramfenikol. Kelemahannya dapat terjadi skin rash (3 – 18%), dan diare (11%). Ampisilin mempunyai daya anti bakteri yang sama dengan Ampisilin, terapi penyerapan peroral lebih baik sehingga kadar obat yang tercapai 2 kali lebih tinggi, dan lebih sedikit timbulnya kekambuhan (2 – 5%) dan karier (0 – 5%).

Dosis yanng dianjurkan adalah: Ampisilin 100 – 200 mg/kgBB/hari, selama 10 – 14 hari. Pengobatan Thypoid yang menggunakan obat kombinasi tidak memberikan keuntungan yang lebih baik bila diberikan obat tunggal.

  1. Seftriakson

Dosis yang dianjurkan adalah 50 – 100 mg/kgBB/hari, tunggal atau dalam 2 dosis iv.

  1. Sefotaksim

Dosis yang dianjurkan adalah 150 – 200 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 – 4 dosis iv.

  1. Siprofloksasin

Dosis yang dianjurkan adalah 2 x 200 – 400 mg oral pada anak berumur lebih dari 10 tahun.