skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
8 Ciri Penyakit Sirosis Hati Yang Ada Pada Tubuh!

8 Ciri Penyakit Sirosis Hati Yang Ada Pada Tubuh!

Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak.

Dan pada akhirnya, hati tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Jaringan yang rusak akan menghambat aliran darah yang melewati hati. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat. Produksi protein dan unsur lain yang terjadi di dalam hati juga akan terhambat.

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas hingga akhirnya hati tidak bisa berfungsi dengan benar.

Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung bertahun-tahun. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.

Sebagaimana kita ketahui, hati memiliki banyak peranan penting. Diantaranya:

  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.

Inilah Beberapa Ciri Penyakit Sirosis Hati Yang Perlu Diwaspadai, Sebagai Berikut:

  1. Gatal

Penderita sirosis hati akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Akibatnya adalah dia akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuhnya. Banyak penderita sirosis yang meminta bantuan orang lain untuk menggarukkan bagian tubuhnya yang terasa gatal tersebut.

  1. Mudah Lelah

Penderita sirosis hati akan mudah lelah. Hal itu dikarenakan tersumbatnya aliran darah di tubuh sehingga energi yang dimiliki akan berkurang atau hanya sedikit.

  1. Tidak Nafsu Makan

Salah satu tanda seseorang menderita sirosis adalah kurangnya nafsu makan dan kehilangan nafsu makan. Penyebabnya adalah saat menelan makanan dan meminum sesuatu, penderita sirosis akan merasakan nyeri di ulu hatinya.

Sehingga untuk menghindari rasa sakit di ulu hati itu penderita sirosis memilih untuk tidak makan. Rasa sakit tersebut juga berpengaruh pada nafsu makan penderita sirosis.

  1. Pendarahan

Sirosis hati akan menyebabkan pendarahan, terutama pada bagian perut. Penyebabnya adalah virus hepatitis telah menyebabkan kerusakan dan gangguan di bagian saluran pencernaan esophagus. Kerusakan sistem pencernaan yang parah bisa menyebabkan pendarahan di bagian perut.

  1. Mengalami Gangguan Endokrin

Sirosis hati kronis akan mengalami gejala gangguan endokrin. Gejala sirosis hati kronis akan lebih jelas dibandingkan dengan sirosis hati ringan atau hepatitis sirosis ringan.

Gangguan endokrin adalah gangguan di dalam tubuh yang menyebabkan tubuh mengalami gangguan ketika mengeluarkan hormon estrogen.

Jika hormon estrogen menurun, hormon yang dominan di dalam tubuh adalah hormon testosteron. Sehingga hormon itu akan menekan hormon estrogen sehingga menyebabkan gangguan endokrin.

  1. Berat Badan Berkurang

Karena kehilangan nafsu makannya, penderita sirosis hati akan memiliki berat badan menurun. Kebanyakan penderita sirosis akan memiliki perut yang besar karena berisi banyak cairan dan berat badan semakin lama semakin menurun.

Pada kasus penderita sirosis yang parah, akan terlihat seperti pasien mal nutrisi atau gizi buruk.

  1. Gangguan Pencernaan

Banyaknya cairan yang ada di dalam perut penderita sirosis hati akan menyebabkan terganggunya sistem pencernaan di dalam perut tersebut.

  1. Anemia

Sirosis hati yang sampai menimbulkan pendarahan bisa menyebabkan penderitanya terkena anemia. Hal itu disebabkan penderita sirosis hati mengalami banyak zat besi yang keluar bersama dengan pendarahan yang dialaminya.