skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Akibat Penyakit Sirosis Hati

Akibat Penyakit Sirosis Hati

Sirosis adalah penyebab utama ke-8 kematian di Amerika Serikat. Laki-laki lebih mungkn daripada perempuan untuk memiliki sirosis alcoholic (Laennec). Diseluruh dunia, sirosis posttnekrosis adalah bentuk paling sering; ini juga lebih umum pada wanita. Kematian juga lebih tinggi dari semua tipe sirosis pada laki-laki dan nonkulit putih.

Di Indonesia data prevalensi sirosis hepatis belum ada. Di RS Sardjito Yogyakarta jumlah pasien sirosis hepatis berkisar 4,1% dari pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam dalam kurun waktu 1 tahun (data tahun 2004). Lebih dari 40% pasien sirosis adalah asimptomatis sering tanpa gejala sehingga kadang ditemukan pada waktu pasien melakukan pemeriksaan rutin atau karena penyakit yang lain

Tanda Penyakit Sirosis Hati

Tanda yang mungkin terjadi pada penderita yaitu:

– Pembesaran hati nyeri abdomen dapat terjadi sebagai akibat dari pembesaran hati yang cepat.

– Varises gastrointestinal distensi pembuluh darah akan membentuk varises/hemoroid tergantung lokasinya.Adanya tekanan yang tinggi dapat menimbulkan ruptur dan perdarahan.

– Edema kosentrasi albumin plasma menurun, produksi aldosteron yang berlebihan akan Menyebabkan retensi natrium serta air dan kalium.

– Defisiensi vitamin dan anemia karena pembentukan penggunaan dan Pentimpanan vitamin tertentu yang tidak memadai (terutama vitamin A,C dan K)

Konsumsi minuman beralkohol dianggap sebagai faktor penyebab yang utama.Sirosis terjadi paling tinggi pada peminum minuman keras.Meskipun defisiensi gizi dengan penurunan asupan protein turut menimbulkan kerusakan hati pada sirosis, namun asupan alkohol yang berlebihan merupakan faktor penyebab utama pada perlemakan hati dan konsekuensi yang ditimbulkannya.

Namun demikian, sirosis juga pernah terjadi pada individu yang tidak memiliki kebiasan minum dan pada individu yang dietnya normal tapi dengan konsumsi alkohol yang tinggi.

Faktor lain diantaranya termasuk pajanan dengan zat kimia tertentu (karbon tetraklorida, naftalen, terklorinasi, arsen atau fosfor) atau infeksi skistosomiastis dua kali lebih banyak daripada wanita dan mayoritas pasien sirosis berusia 40 – 60 tahun.

Akibat Penyakit Sirosis Hati

Akibat dair penyakit sirosis hati yang mungkin terjadi sebagai berikut:

  1. Menstruasi Ekstrem

Pada wanita yang mengalami sirosis akan mengalami menstruasi yang ektrem. Hal itu dikarenakan pembekuan darah menjadi terganggu dan menstruasi yang dialami penderita sirosis itu mengalami pendarahan di dalam rahimnya.

  1. Ascites

Sirosis hati kronis juga akan menimbulkan gejala ascites, distensi perut dan dinding perut menjadi tegang.

  1. Pendarahan Gusi

Untuk stadium lanjut, sirosis kronis bisa menyebabkan pendarahan di gusi. Hal itu dikarenakan pembekuan darah pada penderita sirosis mengalami gangguan, pembuluh darah di bagian gusi juga mengalami gangguan.

  1. Esofagus Varises

Gejala yang paling mengerikan dari penyakit sirosis ini adalah adanya esofagus varises. Esofagus itu adalah gejala pecahnya dinding pembuluh darah pada penderita sirosis kronis sehingga penderita tersebut mengalami pendarahan gastrointestinal.

  1. Muntah Darah

Penderita sirosis hati akan mengalami muntah darah berupa darah merah segar bersamaan dengan gumpalan-gumpalan darah merah. Hal itu disebabkan oleh pendarahan dan gangguan pencernaan yang dialami oleh penderita sirosis hati. Muntah darah tersebut juga merupakan akibat dari kandungan asam pada darah.

  1. Hilang Kesadaran

Salah satu hal yang menjadi tanda atau gejala sirosis hati adalah sering mengalami pingsan. Penyebabnya adalah penderita sirosis akan mengalami tekanan darah yang akan menurun drastis. Penderita sirosis hati juga memiliki tekanan darah rendah. Darah rendah tersebutlah yang menyebabkan penderita sirosis hati akan mudah pingsan.

  1. 7. Infeksi

Setiap penurunan kondisi badan akan mudah kena infeksi, termasuk juga penderita sirosis, kondisi badannya menurun. Infeksi yang sering timbul pada penderita sirosis, diantaranya adalah: peritonitis, bronchopneumonia, pneumonia, tbc paru-paru, glomeluronefritis kronik, pielonefritis, sistitis, perikarditis, endokarditis, erysipelas maupun septikemi.