skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apa Itu Penyakit Batu Empedu?

Apa Itu Penyakit Batu Empedu?

Batu empedu merupakan deposito cairan empedu yang mengeras atau membatu yang terbentuk dalam kantong empedu. Kantong atau Kandung empedu (gallbladder) adalah organ kecil berbentuk seperti buah pir yang terletak di perut bagian kanan, tepat di bawah hati.

Secara normal, kantong empedu memiliki cairan pencernaan yang disebut empedu untuk dilepaskan ke usus kecil. Namun ketika cairan itu membatu maka proses normal akan terganggu sehingga muncullah gejala batu empedu atau penyakit batu empedu yang akan kita pelajari lebih lanjut nanti.

Penyakit ini memiliki berbagai ukuran mulai dari yang kecil seperti sebutir pasir hingga berukuran besar sebesar bola golf. Beberapa orang yang sakit hanya memiliki satu batu empedu, namun tidak menutup kemungkinan batu empedu yang terbentuk berjumlah banyak pada saat yang sama.

Cara Diagnosis dan Pemeriksaan Batu Empedu

– Pemeriksaan fisik untuk melihat warna kulit dan bagian putih mata. Jika ada penampakan warna kuning yang berlebihan maka bisa disebabkan karena kadar bilirubin yang berlebihan.

– Pemeriksaan USG untuk melihat gambar pada bagian perut terutama untuk melihat dengan jelas kondisi kantung empedu dan kemungkinan batu empedu.

– Pemeriksaan dengan CT Scan yaitu pengambilan gambar pada bagian perut untuk melihat lebih jelas kondisi kantung empedu.

– Pemeriksaan dengan tes darah untuk mengetahui tingkat kadar bilirubin dalam darah. Selain itu tes darah juga penting untuk melihat fungsi dan kondisi hati.

Adapun ciri-ciri penyakit ini adalah sebagai berikut:

  1. Sakit Saat Bernafas

Ketika penderita batu empedu sudah masuk ke tahap yang lebih buruk, maka perut akan terasa sakit ketika bernafas. Ketika menghirup udara dalam-dalam maka perut akan terasa sakit dan menyebar hingga ke dada. Kondisi ini akan sangat buruk jika penderita batu empedu komplikasi dengan penyakit pernafasan seperti penyakit asma.

  1. Warna Tinja dan Urin Lebih Gelap

Cairan empedu yang dihasilkan oleh empedu memang berfungsi untuk membantu sistem pencernaan. Ketika ada batu empedu yang menghambat kerja saluran empedu maka sistem pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik. Karena itu sering membuat warna tinja menjadi lebih gelap dan kurang normal. Hal ini juga berpengaruh pada warna urin yang lebih gelap.

  1. Nyeri Setelah Konsumsi Makanan Berminyak

Rasa nyeri yang terus menyerang dari bagian perut hingga tulang belikat akan semakin terasa setelah konsumsi makanan berminyak. Bahkan konsumsi semua jenis makanan yang mengandung lemak bisa menyebabkan sakit yang sangat parah. Hal ini menandakan bahwa lemak menghambat keluarnya cairan empedu dari kantung empedu.

  1. Penyakit Kuning

Penderita batu empedu juga bisa terkena penyakit kuning yang ditunjukkan dengan kulit dan bagian putih mata yang mulai menguning. Ini termasuk gejala batu empedu yang paling sering terjadi dan membuat dokter lebih mudah melakukan analisa. Penyakit ini juga sering disertai dengan beberapa tanda seperti urin yang berubah menjadi lebih coklat, tinja memiliki warna yang lebih pucat dan sering gatal.

  1. Depresi / Bingung

Penderita batu empedu juga bisa merasa depresi dan sangat bingung. Kondisi ini berhubungan dengan kondisi tubuh yang sulit menerima nutrisi dari makanan, gangguan pencernaan dan rasa sakit yang sudah sangat buruk. Akibatnya maka penderita memiliki sistem metabolisme yang buruk serta tidak nyaman. Untuk penderita lanjut usia bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk terutama jika ada komplikasi penyakit lain termasuk darah tinggi dan diabetes.

  1. Demam

Demam juga sering terjadi pada penderita batu empedu. Sebenarnya demam bisa menjadi pertanda untuk semua jenis penyakit seperti penyakit tifus, demam berdarah atau jenis penyakit lain. Demam menjadi ukuran penting ketika tubuh Anda memiliki infeksi, termasuk untuk bagian kantung empedu. Kondisi demam pada penderita batu empedu harus mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.