skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Hepatitis B Bisa Disembuhkan

Apakah Hepatitis B Bisa Disembuhkan

Hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Gejalanya cenderung lebih ringan dan tidak konstan. Sebagian besar penderita penyakit ini tidak mengalami gejala yang signifikan.

Tetapi penderita harus tetap berhati-hati karena penderita hepatitis B kronis, terutama yang tidak menjalani pengobatan, dapat mengalami komplikasi serius. Misalnya sirosis  atau inflamasi hati.

Jika menemukan gejala-gejala tidak biasa yang berlangsung selama berhari-hari atau Anda merasa telah terpapar virus hepatitis B, periksakan diri Anda ke dokter.

Infeksi hepatitis B dapat dicegah dengan pengobatan. Tetapi perlu diingat bahwa pengobatan ini hanya efektif jika dilakukan dalam 48 jam setelah terjadi pajanan. Meski demikian, proses ini juga terkadang bisa efektif sampai satu minggu.

Pencegahan

Untuk mencegah penyebaran virus HBV, pemberian vaksin adalah langkah yang tepat. Dimana pemberian vaksin tersebut sangat dianjurkan untuk:

– Bayi yang baru saja dilahirkan

– Anak-anak maupun remaja yang belum mendapatkan vaksin setelah mereka dilahirkan

– Mereka yang memiliki infeksi penyakit seksual yang menular seperti HIV AIDS

– Petugas kesehatan yang sering melakukan kontak dengan darah

– Seorang homoseksual

– Orang-orang yang sering gonta-ganti pasangan

– Orang-orang yang memiliki infeksi hati kronis

– Bahaya narkoba

– Mereka yang tinggal bersama seseorang yang terinfeksi hepatitis B

– Orang-orang yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir

– Mereka yang berencana untuk bepergian ke suatu daerah yang memiliki tingkat infeksi hepatitis B yang tinggi

Adapun langkah pencegahan lain yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran HBV, antara lain adalah:

– Menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom. Penggunaan kondom dapat membantu mencegah penularan HBV.

– Berhenti menggunakan obat-obatan terlarang.

– Menghindari penggunaan jarum suntik secara bersamaan

– Usahakan untuk mendapatkan vaksinasi sebelum bepergian ke suatu daerah yang berpotensi tinggi terjadi perkembangan virus hepatitis B.

Pengobatan

Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral seperti lamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT).

Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat. Jadi mungkin memang pemberian obat anti-viral belum indikasi untuk Anda, mungkin dari hasil lab Anda.

Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana. 10% orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan ‘membawa’ atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis B carriers.  Hepatitis B memiliki 4 fase untuk menjadi Hepatitis B kronik yaitu:

– Fase toleransi imunitas (immune tolerance phase)

– Fase kontrol imunitas (immune control phase)

– Fase penurunan imunitas (immune escape phase)

– Fase pembersihan imunitas (immune clearance phase)

Selama fase satu dan tiga, umumnya pasien tidak memiliki keluhan dan disebut dengan ‘inactive carriers’. Bagaimanapun juga, orang tersebut umumnya tidak dapat bertahan selamanya di dalam fase ini, mereka akan berpindah fase dan selalu memiliki risiko untuk terjadinya kerusakan hati progresif dan pembentukan sirosis hati (pengecilan hati).

Pasien pada fase 1 dan 3 umumnya tidak diberikan terapi karena berdasarkan penelitian, pemberian antivirus tidak ada bedanya dengan plasebo. Pasien dengan fase 2 dan 4 akan diberikan terapi antivirus. Yang diperlukan pada pasien carrier tanpa gejala adalah follow-up atau kunjungan ke dokter secara reguler untuk memastikan fase yang terjadi dan perlu tidaknya terapi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Menjaga kesehatan carriers

– Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah- dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.

– Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.

– Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati

– Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain.

– Vaksinasi hepatitis A.

  1. Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lain

– Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa  tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.

– Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran).

– Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual

– Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.

– Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma

  1. Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers.

– Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B

– Vaksinasi hepatitis B

– Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb

– Tutup semua luka dengan bandage

– Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah

– Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.