skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Hepatitis B Bisa Sembuh Total

Apakah Hepatitis B Bisa Sembuh Total

Penyakit Hepatitis B adalah serangan pada hati oleh Virus Hepatitis B yang merupakan family Hepadnavirus. Akibat serangan itu adalah peradangan akut atau menahun pada hati. Sebagian kecil serangan bisa mengakibatkan kanker hati atau sirosis. Namun jangan khawatir dulu, Penyembuhan Hepatitis B masih sangat mungkin terjadi.

Penyakit ini bersifat endemik di Tiongkok dan sebagian besar Asia termasuk Indonesia. Jadi kota wajib waspada dengan penyakit ini karena kita termasuk orang yang paling mungkin tertular virus hepatitis B.

Penularan virus hepatitis B 100x lebih ganas dari HIV dan 10x lebih mudah menular. Parahnya lagi, gejala hepatitis B tidak nyata, seseorang bisa terlihat sehat namun tiba-tiba terjungkal dengan serangan hepatitis b yang sudah parah.

Gejala virus hepatitis cukup ringan, mulai dari selera makan hilang, mual sedikit di perut dan demam ringan. Kadang ada nyeri di persendian. Saat serangan virus sudah meningkat mata akan berwarna kuning, kulit menguning dan air seni berwarna seperti teh.

Berikut ini adalah cara mengobati hepatitis B akut yang bisa dilakukan:

  1. Mencukup Kebutuhan Gizi

Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita hepatitis akut adalah mencukupi kebutuhan gizinya degan baik. Jangan sampai dirinya kekurangan gizi, jika dirinya kekurangan gizi akibatnya adalah penyakit hepatitisnya akan sulit sembuh. Gizi yang cukup akan membuat tubuh semakin fit, di dalam tubuh yang fit terdapat sistem imun yang fit juga sehingga virus hepatitis yang ada di dalam tubuhnya bisa dilemahkan. Semakin lemah virus tersbeut di dalam tubuh maka kondisi penderita hepatitis akan semain membaik.

Gizi yang seharusnya dikonsumsi oleh orang yang mengalami hepatitis adalah gizi 4 sehat 5 sempurna. Gii 4 sehat 5 sempurna itu bisa didapatkan dari sayuran, lauk pauk, susu, buah dan masih banyak lagi lainnya. Dalam sehari kecukupan gizi 4 sehat 5 sempurna harus terpenuhi dengan baik.

  1. Mencukupi Kebutuhan Cairan

Bagi penderita hepatitis akut yang mengalami mual mual parah sebaiknya mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuhnya. Cairan itu bisa membuat penderita hepatitis akut terhindar dari bahaya dehidrasi. Jika dehidrasi, fungsi hati akan semakin terbebani sehingga fungsi hati semakin memburuk fungsinya. Hal itu diarenakan hati membutuhkan air untuk melancarkan metabolisme di dalam darah manusia.

Jika tubuh kekurangan air, peredaran darah di dalam tubuh manusia tidak berjalan dengan lancar. Sehingga aliran darah menuju ke hati manusia juga semakin tidak lancar. Akibatnya fungsi hati terbebani dan bukan tidak mungkin hati akan terganggu fungsinya.

  1. Tidur yang Cukup

Orang yang mengalami hepatitis akut sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang berat sebab aktivitas yang berat bisa membuat penderita hepatitis mudah lelah. Kelelahan merupakan hal yang harus dihindari sebab saat lelah sistem imun akan semakin menurun. Saat sistem imun menurun maka virus akan dengan mudah dan leluasa menyebar ke seluruh organ manusia. Hal itu akan menyebabkan penyakit hepatitis semakin parah.

  1. Obat-obatan

Obat obatan diperlukan untuk mengatasi gejala hepatitis yang parah. Gejala hepatitis yang parah harus dikonsultasikan dengan dokter sehingga dokter akan memberikan berbagai macam obat yang nantinya bermanfaat untuk mengatasi penyakit hepatitis tersebut. Obat-obatan yang harus dikonsumsi adalah obat parasetamol. Obat parasetamol itu bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri. Parasetamol juga menjadi obat penurun demam.

Saat virus menyerang sistem imun, tubuh akan memberikan rekasi berupa demam. Demam bukanlah penyakit namun demam merupakan gejala dari stuatu penyakit. Orang yang demam biasanya mengindikasikan jika di dama tubuhnya terdapat virus aau bakteri yang sedang berusaha menyerang sistem imun manusia.

Diagnosis

Dibandingkan virus HIV yang dapat menyebabkan AIDS, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.

Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi.

Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi.

Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal.

Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral.

Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.