skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Hepatitis A Menular

Apakah Hepatitis A Menular

Infeksi virus Hepatitis banyak terjadi pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian Hepatitis A meningkat pada lingkungan yang tidak memiliki sumber air bersih, sanitasi yang buruk, dan perilaku hidup yang tidak higienis (jarang cuci tangan, mencuci peralatan dapur dengan air tercemar, dan sebagainya).

Penularan Hepatitis A juga dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita atau berpergian ke daerah endemis tanpa divaksinasi sebelumnya, serta dapat juga ditularkan melalui kontak langsung dengan penderitanya.

Resiko tertular Hepatitis A meningkat pada orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita, pasien HIV positif, atau punya penyakit gangguan pembekuan darah seperti hemofilia.

Penyakit Hepatitis A Menular

Virus hepatitis biasanya menyebar melalui:

– Kontak Langsung

– Misalnya anda dapat terkena virus hepatitis A dari seorang anak yang terinfeksi jika anda tidak mencuci tangan setelah membersihkan anak yang baru saja buang air besar.

– Makanan dan Minuman Yang Terkontaminasi

– Anda dapat terkena hepatitis A setelah meminum air yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan yang dicuci dengan air yang terkontaminasi, seperti sayuran mentah dan moluska (misalnya kerang, siput, dan berbagainya).

Hepatitis A juga menyebar cepat melalui tukang masak yang terinfeksi virus dan tidak mencuci tangan mereka setelah buang air besar atau sebelum memasak makanan. Sanitasi yang buruk, ruang yang oenuh sesak dan kebersihan pribadi yang buruk meningkatkan resiko penyebaran infeksi hepatitis A.

Hepatitis A biasanya disebut penyakit perjalanan (travel disease) karena sering terjadi diantara orang bepergian, terutama mereka yang bepergian dari area dimana hepatitis A tidak terlalu sering terjadi.

Kendati infeksi nisa menyebar di wilayah manapun, termasuk hotel atau kota yang paling modern, resiko paling tinggi ada pada orang yang tinggal di, atau mengunjungi daerah pedesaan, menjelajahi wilayah terpencil, atau sering makan dan minum di wilayah bersanitasi buruk.

Penularan Penyakit Hepatitis A

Penyakit hepatitis A menular lewat orang yang sudah mengalami infeksi. Orang tersebut biasanya akan menularkannya pada orang lain dimulai dari 2 minggu sebelum menimbulkan suatu gejala sampai kurang lebih seminggu setelah penyakit kuning muncul. Hal ini terjadi paling tidak kira-kira 3 minggu secara menyeluruh.

Selain itu, jumlah virus yang besar bisa ditemukan di dalam tinja orang yang mengalami infeksi selama proses penularan sedang terjadi. Virus ini biasanya hidup di lingkungan selama kurang lebih beberapa minggu dengan keadaan yang benar misalnya adalah dalam saliran. Penyakit hepatitis A menular biasanya disaat virus dari orang yang menderita penyakit hepatitis masuk tertelan oleh orang lewat:

– Makanan yang sudah terkontaminasi

– Miinuman yang sudah terkontaminasi

– Menyentuh lampin, seprai, dan juga handuk yang sudah tercemar oleh tinja orang yang menderita penyakit hepatitis.

– Hubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit hepatitis A.

Penularan penyakit hepatitis A dimulai dari:

– Penularan dari orang yang menderita ke orang lainnya dan termasuk salah satunya adalah pelaku homoseksual.

– Air minum yang sudah terkontaminasi dengan saliran.

– Jenis makanan yang sudah dicemari dengan saliran misalnya adalah kerang-kerangan.

– Makanan yang sudah terkontaminasi misalnya adalah oleh pekerja makanan yang bisa menularkan penyakit.

Pengobatan Penyakit Hepatitis A

Untuk mengetahui apakah di dalam tubuh terdapat penyakit hepatitis atau tidak, maka bisa melakukan pengecekan di rumah sakit dengan mengambil sampel darah. Darah yang di ambil lalu dapat di periksa di laboratorium untuk mengetahui apakah benar ada nya jika terdapat virus pada darah. Jika memang telah di buktikan terdapat virus di dalam nya, maka bisa melakukan pengobatan medis.

Pengobatan medis akan di lakukan beberapa minggu untuk memastikan berkembang nya virus di dalam tubuh atau tidak. Karena dokter akan memberikan obat untuk mengatasi virus yang telah menginfeksi tubuh. jika ketika telah di lakukan pengobatan tetapi virus masih ada di dalam tubuh maka akan di berikan obat lagi berupa obat anti virus untuk mencegah berkembang nya virus kembali. setelah melakukan pengobatan maka tubuh akan kembali pulih seiring dengan berjalan nya waktu.

Upaya Pencegahan

Untuk mengurangi angka kejadian Hepatitis A, maka berbagai langkah pencegahan perlu dilakukan diantaranya adalah:

– Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak memasak atau menyediakan makanan, dikhawatirkan terjadi kontaminasi pada makanan.

– Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang sedang terinfeksi Hepatitis A. Penggunaan kondom tidak menjamin dalam pencegahan penularan.

– Melatih pola perilaku hidup bersih, seperti cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mencuci tangan harus menggunakan sabun dan air mengalir. Dilakukan dapat sesering mungkin, paling tidak setelah menggunakan toilet atau sebelum makan.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.