skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Penyakit Hepatitis A Dapat Menular?

Apakah Penyakit Hepatitis A Dapat Menular?

Hepatits A adalah bentuk hepatitis yang akut, berarti tidak menyebabkan infeksi kronis. Sekali kita pernah terkenan hepatitis A, kita tidak dapat terinfeksi lagi. Namun, kita masih dapat tertular virus hepatitis lain.

Virus hepatitis yang menyerang hati menyebabkan peradangan dan infiltrat pada hepatocytes oleh sel mononukleus. Proses ini menyebabkan degenerasi dan nekrosis sel parenchym hati. Respon peradangan menyebabkan pembengkakan dalam memblokir sistem drainage hati, sehingga terjadi destruksi pada sel hati.

Keadaan ini menjadi statis empedu (biliary) dan empedu tidak dapat diekskresikan ke dalam kantong empedu bahkan ke dalam usus, sehingga meningkat dalam darah sebagai hiperbilirubinemia, dalam urine sebagai urobilinogen dan kulit hapatocelular jaundice. Hepatitis terjadi dari yang asimptomatik sampai dengan timbulnya sakit dengan gejala ringan.

Pemeriksaan serologi merupakan suatu cara untuk mengetahui bagaimna tanggapan tubuh terhadap kuman (virus atau bakteri) yang masuk ke dalam tubuh. Begitu virus masuk dalam tubuh seseorang maka sistem kekebalan tubuh akan memberikan tanggapan.

Tanggapan tersebut berupa meningkatnya kadar antibodi tubuh. Antibodi tubuh yang dibentuk sebagai tanggapan terhadap virus hepatitis A adalah IgM anti HAV (hepatitis A virus) dan IgG anti HAV.

Pola penularan virus hepatitis A terjadi melalui fekal-mulut (fekal-oral). Artinya, keberadaan virus tersebut mula-mula di dalam tinja seseorang yang menderita hepatitis A.

Kemudian, bisa jadi virus tersebut mengontaminasi makanan, minuman atau peralatan makan yang digunakan orang lain. Seseorang lain itu akan menajdi sakit apabila mengonsumsi atau menggunakan makanan, minuman atau peralatan makan yang telah terkontaminasi virus hepatitis A. Virus hepatitis A akan masuk melalui mulut dan berkembang biak di dalam organ hati (liver).

Penyakit hepatitis A memiliki nama lainnya adalah Infectious Hepatitis, Epidemic Hepatitis, eEpidemic jaundice, Catarrhal jaundice, Type A Hepatitis, secara laboratorium diistilahkan sebagai HAV.

Apakah Penyakit Hepatitis A Dapat Menular?

Penyakit Hepatitis A dapat ditularkan melalui rute fecal-oral, dan replikasi virus terjadi di hati, yang menyebabkan kerusakan hati. Hati seluruh pameran nekrosis, yang paling ditandai di daerah centrilobular, serta cellularity meningkat di daerah portal. Kelenjar getah bening regional dan limpa dapat membesar.

Luka inflamasi hati terjadi  dalam 3 cara:

– Langsung selular cedera yang mengangkat tingkat enzim hati dalam serum

– Kolestasis yang menyebabkan penyakit kuning dan hiperbilirubinemia

– Fungsi Hati  yang menurunkan kadar albumin serum dan memperpanjang waktu protrombin (PT)

Masa inkubasi dan Gejala

Masa inkubasinya 15-50 hari, rata-rata 28-30 hariSekitar 15% orang terinfeksi virus akan mengalami gejala yang lama dan kambuhan selama periode 6-9 bulan. Menurut CDC, anak-anak yang telah divaksinasi hepatitis A sejak 1995. hasilnya, kejadian penyakit menurun secara dramatis

Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. penderita akan mengalami gejala gejala seperti demam, mual dan muntah, nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati pada sisi kanan bawah tulang rusuk, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, nyeri otot dan timbul kuning pada kulit dan mata. Pada beberapa kasus penderita dengan gangguan sensitif saluran cerna atau gangguan maag, seringkali terjadi muntah muntah yang berlebihan dan terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas kekurangan cairan.

Pencegahan Hepatitis A

Cara pencegahan terbaik supaya seseorang tidak sampai terserang penyakit ini ialah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Perilaku seperti mencuci tangan sebelum makan, atau mencuci bersih buah yang siap disantap ialah salah satu contoh menjalankan rutinitas hidup sehat guna mencegah penyakit ini.

Bagi Anda yang berada dekat dengan penderita hepatitis A ini, karena ikatan persaudaran misalnya, bisa melakukan terapi immunoglobulin supaya terhindar dan tidak terkontaminasi.

Imunisasinya sendiri bisa dilakukan dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan vaksin virus hepatitis B. Imunisasi vaksinnya dilakukan dua kali yakni vaksinasi dasar dan juga booster dengan jarak waktu 6-12 bulan kemudian.

Imunisasi penyakit ini sangat dianjurkan oleh orang yang dianggap potensial terinfeksi seperti penghuni asrama yang hidupnya beramai-ramai ataupun mereka yang sering mengonsumsi jajanan dari luar.

Sebenarnya, tidak ada cara yang spesifik karena biasanya jika sudah diimunisasi maka penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, langkah-langkah berikut ini dapat dilakukan, setidaknya untuk mempercepat proses kesembuhan:

  1. Memaksakan diri untuk menyantap makanan, bahkan ketika mual

Dampak dari serangan hepatitis A ini ialah timbulnya rasa mual dan ingin muntah. Apapun yang terjadi, Anda harus bisa melawan rasa mual itu dan tetap memenuhi nutrisi tubuh dengan banyak makan.

  1. Memperbanyak waktu istirahat

Infeksi virus harus diperangi oleh sistem imun tubuh sehinga diperlukan banyak energi. Nah, energi itu didapatkan dengan banyak istirahat dan banyak makan.

  1. Mengistirahatkan hati

Fungsi hati itu salah satunya ialah untuk melakukan metabolisme terhadap obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh. Nah, ketika hati sedang mengalami sakit karena serangan virus ini, maka disarankan untuk menghindari dulu penggunaan obat-obatan yang tidak perlu, tidak minum alkohol, dan lainnya.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.