skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Bahaya Penyakit Hemangioma Yang Wajib Kamu Tau!

Bahaya Penyakit Hemangioma Yang Wajib Kamu Tau!

Hemangioma adalah tumor jaringan lunak yang tersering pada bayi baru lahir dengan persentase 5-10% pada anak-anak yang berusia kurang dari satu tahun. Meskipun dilihat dari jumlah kejadian hemangioma yang cukup besar pada anak-anak, tapi patogenesisnya tidak sepenuhnya dapat dimengerti, dan penanganan yang terbaik untuk hemangioma masih kontroversial.

Kata Hemangioma diambil dari bahasa Latin yang merupakan gabungan unsur kata yakni haema (darah) – angeio (pembuluh) – oma (pelebaran atau benjolan yang bersifat jinak). Hemangioma bisa dimasukkan sebagai tumor jinak tapi bukan seperti kanker melainkan benjolan yang terbentuk dari pembuluh darah.

Bahaya Penyakit Hemangioma

Hemangioma bisa menyebabkan peradangan pada kasus tertentu. Hal ini bisa menimbulkan rasa nyeri, pendarahan, ataupun infeksi di tempat hemangioma berada. Kondisi ini bisa mengganggu pandangan, pernafasan, pendengaran pada anak. Meski demikian, hal tersebut jarang terjadi.

Berikut bahaya dari hemangioma:

  1. Trombositopenia

Jarang terjadi, biasanya pada hemangioma yang berukuran besar. Dahulu dikira bahwa trombositopenia disebabkan oleh limpa yang hiperaktif. Ternyata kemudian bahwa dalam jaringan hemangioma terdapat pengumpulan trombosit yang mengalami sekuesterisasi.

  1. Perdarahan

Komplikasi ini paling sering terjadi dibandingkan dengan komplikasi lainnya. Penyebabnya ialah trauma dari luar atau ruptur spontan dinding pembuluh darah karena tipisnya kulit di atas permukaan hemangioma, sedangkan pembuluh darah di bawahnya terus tumbuh.

  1. Gangguan penglihatan

Pada regio periorbital sangat meningkatkan risiko gangguan penglihatan dan harus lebih sering dimonitor. Amblyopia dapat merupakan hasil dari sumbatan pada sumbu penglihatan (visual axis). Kebanyakan komplikasi yang terjadi adalah astigmatisma yang disebabkan tekanan tersembunyi dalam bola mata atau desakan tumor ke ruang retrobulbar. Hemangioma pada kelopak mata bisa mengganggu perkembangan penglihatan normal dan harus diterapi pada beberapa bulan pertama kehidupan.

  1. Ulkus

Ulkus menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan resiko infeksi, perdarahan, dan sikatrik. Ulkus merupakan hasil dari nekrosis. Ulkus dapat juga terjadi akibat ruptur. Hemangioma kavernosa yang besar dapat diikuti dengan ulserasi dan infeksi sekunder.

Pengobatan Hemangioma

Jika terdapat satu buah hemangioma kecil biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kemungkinan akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus akan memerlukan pengobatan terutama ketika menimbulkan lesi atau luka.

Hemangioma tidak memerlukan pengobatan sampai ia menimbulkan masalah berupa pendarahan, luka terbuka, infeksi dan tidak kunjung hilang setelah anak berusia 10 tahun.

Dokter mungkin ragu-ragu untuk mengobati hemangioma yang tidak menyebabkan masalah fisik karena biasanya akan memudar secara bertahap tanpa pengobatan dan perawatan yang malah berpotensi menimbulkan efek samping.

Jika pertumbuhannya mengganggu penglihatan anak atau menyebabkan masalah lain, maka dapat diterapkan pilihan pengobatan yang mencakup:

  1. Operasi laser

Kadang-kadang laser dapat digunakan untuk menghapus hemangioma atau mengobati luka yang menyakitkan pada hemangioma.

  1. Obat beta blocker

Dapat diterapkan untuk mengatasi kasus yang ringan, tersedia dalam bentuk gel yang dapat dioleskan langsung pada kulit yang terkena. Hemangioma berat dapat hilang jika diobati dengan larutan oral propanolol. Efek samping bisa termasuk gula darah tinggi, tekanan darah tinggi dan mengi.

  1. Obat kortikosteroid

Untuk anak-anak yang tidak merespon terhadap pengobatan beta blocker atau tidak dapat menggunakannya, kortikosteroid dapat menjadi pilihan. Obat ini dapat disuntikkan ke nodul hemangioma, diberikan melalui mulut atau dioleskan pada kulit. Efek samping bisa termasuk pertumbuhan yang buruk.

Jika Anda sedang mempertimbangkan apakah hemangioma pada anak perlu diobati, maka sebaiknya mempertimbangkan matang-matang keuntungan dan kerugiannya dengan dokter anak Anda. Ingat, kondisi ini biasanya menghilang sendiri selama masa kanak-kanak.