skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Beginilah Cara Mencegah Penyakit Sirosis Hati Yang Sudah Menyerang Pada Tubuh!

Beginilah Cara Mencegah Penyakit Sirosis Hati Yang Sudah Menyerang Pada Tubuh!

Sirosis merupakan komplikasi dari penyakit hati yang melibatkan hilangnya sel hati dan jaringan parut ireversibel hati. Menurut National Institutes of Health (NIH), sirosis hati merupakan penyebab 12 kematian akibat penyakit di Amerika Serikat.

Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat pada hati digantikan oleh jaringan rusak. Dan pada akhirnya, hati tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Jaringan yang rusak akan menghambat aliran darah yang melewati hati.

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas hingga akhirnya hati tidak bisa berfungsi dengan benar. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati.

Dalam kebanyakan kasus, sirosis hati diklasifikasikan sebagai satu proses akhir dari perjalanan penyakit hepatitis kronis. Disamping itu, beberapa kondisi juga dapat menyebabkan adanya penyakit sirosis hati seperti, virus, hepatitis B, virus hepatitis C, mengonsumsi minuman keras berlebihan ( alkohol ), fatty liver ( lemak di hati ), dan kondisi lainnya yang bisa merusak jaringan hati.

Gejala Penyakit Sirosis Hati

Sirosis di tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya. Pada tahap ini tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:

  • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh
  • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah
  • Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh
  • Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.

Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah:

  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites).
  • Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah
  • Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar
  • Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun.

Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati.

Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati.

Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut “varises” ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah. Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah kedaruratan medis yang harus segera ditangani.

Cara Mencegah Penyakit Sirosis Hati

  1. Berolahraga

Tubuh tidak mampu menyimpan glikogen (karbohidrat yang memberikan energi jangka pendek) dengan baik saat jaringan hati rusak.

Saat kondisi ini terjadi, pada masa setelah dan sebelum makan, tubuh akan menggunakan jaringan ototnya sebagai sumber energi.

Kondisi ini akan menyebabkan otot melemah dan jumlahnya berkurang. Olahraga secara teratur bisa menurunkan risiko pelemahan otot.

  1. Menurunkan berat badan

Apabila memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, Anda disarankan untuk menurunkan berat badan.

  1. Gaya hidup bersih

Menjalani gaya hidup bersih akan menghindarkan Anda dari bahaya infeksi virus maupun bakteri.

  1. Vaksinasi

Terdapat beberapa program vaksinasi untuk mencegah terjadinya infeksi yang terjadi, baik oleh virus maupun bakteri. Tanyakan kepada dokter tentang program vaksinasi yang tersedia sebagai langkah pencegahan.

  1. Konsumsi obat bebas

Sirosis dapat memengaruhi tubuh Anda dalam memproses obat-obatan. Sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli secara bebas, sebaiknya tanyakan pada dokter atau apoteker tentang interaksi obat tersebut dengan sirosis.

  1. Menu penambah energi

Penurunan jumlah otot dan kelemahan otot dapat ditangani dengan mengonsumsi camilan sehat di antara jam makan.

Hal ini dapat menambahkan asupan kalori dan protein yang dibutuhkan tubuh. Daripada mengonsumsi satu atau dua kali makan besar, lebih baik mengonsumsi tiga hingga empat kali makan dalam porsi kecil tiap harinya.