skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Diet Penyakit Demam Thypoid!

Cara Diet Penyakit Demam Thypoid!

Demam thypoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh Salmonella enterica serotype typhi, dapat juga disebabkan oleh Salmonella enterica serotype paratyphi A, B, atau C (demam parathypoid).

Demam thypoid ditandai antara lain dengan demam tinggi yang terus menerus bisa selama 3-4 minggu, toksemia, denyut nadi yang relatif lambat, kadang gangguan kesadaran seperti mengigau, perut kembung, splenomegali dan lekopeni.

Diet demam thypoid adalah diet yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan makan penderita thypoid dalam bentuk makanan lunak rendah serat. Tujuan utama diet demam thypoid adalah memenuhi kebutuhan nutrisi penderita demam thypoid dan mencegah kekambuhan.

Penderita penyakit demam thypoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain:

– Tidak mengandung banyak serat.

– Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas.

– Makanan lunak diberikan selama istirahat.

– Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin dan protein.

Makanan dengan rendah serat dan rendah sisa bertujuan untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna. Pemberian bubur saring, juga ditujukan untuk menghindari terjadinya komplikasi perdarahan saluran cerna atau perforasi usus. Syarat-syarat diet sisa rendah adalah:

– Makanan sering diberikan dalam porsi kecil.

– Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total.

– Karbohidrat cukup, yaitu sisa kebutuhan energi total.

– Energi cukup sesuai dengan umur, jenis kelamin dan aktivitas.

– Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.

– Menghindari susu, produk susu, daging berserat kasar (liat) sesuai dengan toleransi perorangan.

– Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam dan berbumbu tajam.

– Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin.

– Bila diberikan untuk jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, diet perlu disertai suplemen vitamin dan mineral, makanan formula, atau makanan parenteral.

– Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 gr/hari. Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorangan.

Makanan yang dianjurkan antara lain:

  1. Lemak nabati

Margarin, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.

  1. Minuman

Teh encer, sirup.

  1. Bumbu

Garam, vetsin, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas.

  1. Sumber karbohidrat

Beras dibubur/tim, roti bakar, kentang rebus, krakers, tepung-tepungan dibubur atau dibuat pudding.

  1. Sumber protein hewani

Daging empuk, hati, ayam, ikan direbus, ditumis, dikukus,diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman; susu maksimal 2 gelas per hari.

  1. Sumber protein nabati

Tahu, tempe ditim, direbus, ditumis; pindakas; susu kedelai.

  1. Sayuran

Sayuran berserat rendah dan sedang seperti kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis.

  1. Buah-buahan

Semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti pepaya, pisang, jeruk, alpukat.

Sedangkan makanan yang tidak dianjurkan adalah:

  1. Buah-buahan

Buah-buahan yang dimakan dengan kulit seperti apel, jambu biji, jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti durian dan nangka.

  1. Lemak

Minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.

  1. Minuman

Kopi dan teh kental; minuman yang mengandung soda dan alkohol.

  1. Bumbu

Cabe dan merica.

  1. Sumber karbohidrat

Beras ketan, beras tumbuk/merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lain yang manis dan gurih.

  1. Sumber protein hewani

Daging berserat kasar (liat), serta daging, ayam, ikan diawetkan, telur mata sapi, didadar.

  1. Sumber protein nabati

Kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo.

  1. Sayuran

Sayuran yang berserat tinggi seperti: daun singkong, daun katuk, daun pepaya, daun dan buah melinjo, oyong,timun serta semua sayuran yang dimakan mentah.