skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Menanggulangi Penyakit Sirosis Hati

Cara Menanggulangi Penyakit Sirosis Hati

Sirosis hepatis adalah penyakit hati menahun yang difus, ditandai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul (Fkui, 1996). Sirosis hepatis juga didefinisikan sebagai penyakit hati kronik yang dicirikan oleh distorsi arsitektur hati yang normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodula-nodula regenerasi sel hati, yang tidak berkaitan dengan vaskulatur normal.

Secara makroskopik, sirosis dibagi atas:

  1. Sirosis mikronodular

Ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur, didalam septa parenkim hati

mengandung nodul halus dan kecil merata diseluruh lobus,

besar nodulnya sampai 3 mm.

Sirosis mikronodular ada yang berubah menjadi makronodular.

  1. Sirosis makronodular

Ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi,

dengan besar nodul lebih dari 3 mm.

  1. Sirosis campuran

Umumnya sinosis hepatis adalah jenis campuran ini.

Penyebab Sirosis Hati

Perlemakan hati non alkoholik (NASH), merupakan jenis hepatitis yang cukup langka, dan hanya sedikit yang terbukti menjadi penyebab kasus sirosis. NASH merupakan penambahan lemak pada hati di luar batas, yang akhirnya menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Gejala ini agak mirip dengan gejala yang dialami para pecandu alkohol, tetapi biasanya pasien NASH tidak memiliki riwayat konsumsi alkohol akut.

Peradangan saluran empedu. Penyakit saluran empedu ini dapat menyebabkan kondisi lainnya, seperti penyakit metabolisme tulang, penyakit radang usus, pruritus (gatal), dan ketidakmampuan tubuh dalam memproses vitamin yang larut dalam lemak.

Kerusakan saluran empedu. Kondisi yang biasanya terjadi pada wanita ini berupa kerusakan pada saluran air empedu yang menjadi penyebab tergantikannya jaringan hati yang normal dengan jaringan parut.

Cara Menanggulangi Penyakit Sirosis Hati

Apabila Anda didiagnosis menderita sirosis, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mencegah agar sirosis tidak bertambah parah. Beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengurangi risiko berkembangnya sirosis hingga memunculkan komplikasi atau penyakit lain.

  1. Menghindari minuman keras

Apapun penyebab dasar penyakit sirosis Anda, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi minuman keras. Mengonsumsi minuman keras atau alkohol dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit sirosis.

  1. Menurunkan berat badan

Apabila memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, Anda disarankan untuk menurunkan berat badan.

  1. Pola makan sehat

Penderita sirosis sering mengalami mala Sangat penting bagi Anda yang mengalami sirosis untuk mengonsumsi menu makanan yang sehat dan seimbang. Menghindari makanan asin atau garam pada makanan akan mengurangi risiko Anda mengalami pembengkakan kaki dan perut yang disebabkan penimbunan cairan dalam tubuh.

  1. Berolahraga

Tubuh tidak mampu menyimpan glikogen (karbohidrat yang memberikan energi jangka pendek) dengan baik saat jaringan hati rusak. Saat kondisi ini terjadi, pada masa setelah dan sebelum makan, tubuh akan menggunakan jaringan ototnya sebagai sumber energi. Kondisi ini akan menyebabkan otot melemah dan jumlahnya berkurang. Olahraga secara teratur bisa menurunkan risiko pelemahan otot.

  1. Menu penambah energi

Penurunan jumlah otot dan kelemahan otot dapat ditangani dengan mengonsumsi camilan sehat di antara jam makan. Hal ini dapat menambahkan asupan kalori dan protein yang dibutuhkan tubuh. Daripada mengonsumsi satu atau dua kali makan besar, lebih baik mengonsumsi tiga hingga empat kali makan dalam porsi kecil tiap harinya.

  1. Gaya hidup bersih

Menjalani gaya hidup bersih akan menghindarkan Anda dari bahaya infeksi virus maupun bakteri.

  1. Vaksinasi

Terdapat beberapa program vaksinasi untuk mencegah terjadinya infeksi yang terjadi, baik oleh virus maupun bakteri. Tanyakan kepada dokter tentang program vaksinasi yang tersedia sebagai langkah pencegahan.

Transplantasi Hati

Jika jaringan organ hati mengalami kerusakan parah, maka organ tersebut berpotensi untuk tidak bekerja sama sekali. Pada kasus seperti ini, satu-satunya pilihan penanganan yang tersedia adalah transplantasi organ hati. Organ hati Anda yang sudah rusak akan digantikan oleh organ hati baru yang sehat dari pendonor.