skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Mencegah Penyakit Kuning

Cara Mencegah Penyakit Kuning

Secara awam, hepatitits dikenal dengan penyakit Liver atau penyakit kuning. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit kuning disebabkan oleh peradangan hati dan tidak semua peradangan hati menyebabkan penyakit kuning.

Penyakit kuning sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada abad V sebelum masehi di Babilonia. Seorang tabib kuno, Hippocrates, menemukan bahwa penyakit kuning adalah penyakit yang menular sehingga dinamakan iterus infectiosa. Pada saat itu, penyakit kuning mewabah di kalangan penduduk sipil dan serdadu.

Penyebab dari penyakit kuning ini diantaranya adalah virus. Virus yang menjadi penyebab hepatitis A,B,C,D,E,F dan G. Disamping itu, penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, obat – obatan, bahan kimia alami atau sintetis yang merusak hati, alkohol, gizi yang buruk, serta penyakit autoimmun.

Virus Hepatitis B lebih sering menjadikan penyakit kuning berlanjut menjadi menahun. Yang menahun ini dapat jinak, dapat pula ganas – atau berubah menjadi cirrhosis atau malah kanker hati. Lebih dari 80% kanker hati sekunder bermula dari virus hepatitis B.

Penyakit kuning dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pre-hepatic, intra-hepatic, dan post-hepatic. Penyakit kuning pre-hepatic terjadi ketika sel darah merah mengurai terlalu cepat sebelum waktunya sehingga kadar bilirubin meningkat pesat. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh penyakit anemia hemolitik, malaria atau anemia sel sabit. Penyakit kuning pre-hepatic bisa diderita oleh segala usia.

Berbeda dari pre-hepatic, penyakit kuning intra-hepatic terjadi ketika hati mengalami kerusakan sehingga kemampuan organ tersebut dalam memproses bilirubin menjadi terganggu. Kerusakan hati bisa disebabkan oleh hepatitis dan sirosis. Penyakit kuning intra-hepatic kebanyakan diderita oleh orang-orang yang sudah menginjak usia paruh baya.

Sedangkan untuk jenis penyakit kuning yang ketiga, yaitu post-hepatic, terjadi karena adanya gangguan di dalam saluran empedu sehingga bilirubin tidak sepenuhnya terbuang ke dalam saluran pencernaan.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh batu empedu, pankreatitis, atau tumor. Sama seperti intra-hepatic, penyakit kuning post-hepatic kebanyakan diderita oleh orang-orang yang sudah menginjak usia paruh baya.

Adanya penyakit kuning dapat terlihat dari beberapa gejala berikut:

– Perut kembung / membuncit

– Demam tinggi

– Muntah darah

– Kaki bengkak atau peradangan

– Pada kulit atau mata akan tampak kekuningan

– Sering merasakan kelelahan dan kecapean

– Hilangnya nafsu makan atau merasa mual

– Pada saat kencing, urin akan tampak gelap atau bisa disertai dengan darah

– Nyeri sendi terutama di bagian punggung sampai pinggang bawah

Karena ada ragam masalah kesehatan yang bisa menyebabkan penyakit kuning, maka tidak semua kasus dapat dicegah. Meski begitu, untuk meminimalkan risiko terkena penyakit tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya dengan menjaga berat badan tetap pada batas yang sehat, membatasi konsumsi minuman beralkohol, melakukan vaksinasi hepatitis A dan B, serta tidak menyuntikkan narkoba ke tubuh agar terhindar dari hepatitis C.

Tidak semua saran pencegahan penyakit kuning bisa dijabarkan secara spesifik mengingat banyak sekali penyebabnya. Namun beberapa contoh yang mungkin bisa diterapkan adalah dengan:

– Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B.

– Menghindari penggunaan jarum suntik secara sembarangan. Selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual agar tidak tertular hepatitis B, dan terutama hepatitis C yang belum ada vaksinnya.

– Menjaga berat badan tetap pada batasan yang sehat.

– Membatasi konsumsi minuman beralkohol karena zat ini bisa menyebabkan sirosis dan pankreatitis.

– Membawa obat-obatan pereda malaria jika ingin melakukan perjalanan ke daerah yang rawan kondisi tersebut.

– Selalu mengonsumsi makanan atau air minum yang bersih agar terhindar dari hepatitis A.

– Menghindari paparan zat kimia yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

– Tidak merokok.

– Tidak mengonsumsi obat secara sembarangan agar terhindar dari kerusakan hati.

– Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh agar tetap dalam batas normal.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.