skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Pencegahan Hepatitis B

Cara Pencegahan Hepatitis B

Hepatitis adalah jenis penyakit yang bisa dialami oleh siapapun,dan bisa dialami akibat ada nya infeksi virus. Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang bisa dialami oleh ada nya virus yang masuk dan menginfeksi. Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang sering terjadi karena bisa di sebabkan oleh pola hidup yang kurang menjaga kebersihan sehingga bisa menyebabkan infeksi virus. Infeksi virus penyakit hepatitis bisa menjadi dari penderita penyakit hepatitis sehingga menularkan nya secara langsung atau pun dengan melalui perantara seperti benda.

Penyakit hepatitis pun bisa di sebabkan oleh benda yang di gunakan, seperti jarum suntik. Jarum suntik yang bekas di gunakan oleh penderita penyakit hepatitis baik di gunakan untuk menyuntikan obat atau apapun maka bisa tercemar oleh virus. Sehingga jika di gunakan oleh orang lain maka akan menularkan penyakit hepatitis.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini, ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti interferon alfa.

Pencegahan untuk Hepatitis B (HBV)

Pemberian vaksinasi ini diberikan bagi mereka yang teridentifikasi hepatitis B dan dapat membantu memberikan perlindungan kurang lebih selama 15 tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menuturkan bahwa semua bayi yang baru lahir dan mereka yang sudah berusia sampai dengan 18 tahun dan dewasa diwajibkan untuk diberikan vaksin sebagai upaya perlindungan dan pencegahan terhadap resiko infeksi divaksinasi. Dengan pemberian 3 suntikan pada jangka waktu 6-12 bulan wajib memberikan perlindungan penuh.

Semua anak, para remaja dan orang dewasa pun serta mereka yang aktif secara seksual perlu diberikan vaksinasi. Terutama bagi mereka yang bekerja langsung menangani darah atau produk darah seperti pendonor atau pekerja laboratoruim setiap harinya harus diberikan vaksin. Mereka yang menggunakan obat terlarang dengan menggunakan jarum suntik juga sangat dilarang untuk saling bergantian atau menggunakan jarum suntik yang sama, sedotan kokain atau jenis lainnya.

Vaksinansi Hepatitis B, apakah cukup efektif?

Untuk perlindungan aktif seperti vaksinasi, suatu antigen virus hepatitis B yang tidak berbahaya diberikan untuk menstimulasi sistim imun tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodi yang melindungi terhadap virus hepatitis B. Vaksin dengan demikian mencegah infeksi virus hepatitis B. Vaksin-vaksin virus hepatitis B yang pertama diturunkan dari plasma yang disatukan (gabungan) yang diperoleh dari orang-orang dengan tingkat-tingkat HBsAg yang tinggi.

Vaksin-vaksin yang sekarang tersedia di Amerika dibuat (disintesis) menggunakan teknologi penggabungan-ulang (recombinant) DNA (menggabungkan segmen-segmen DNA). Vaksin-vaksin recombinant hepatitis B ini (Energix-B dan Recombivax-HB) dikonstrusikan mengandung hanya bagian dari HBsAg yang sangat berpotensi dalam menstimulasi sistim imun untuk menghasilkan anti-HBs. Vaksin tidak mengandung komponen virus lainnya dan tidak menular (tidak menyebabkan infeksi).

Diagnosis pada Hepatitis B

Diagnosis hepatitis B dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan darah, yakni tes antigen dan antibodi untuk virus hepatitis B, serta pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati.

Ada tiga jenis pemeriksaan antigen dan antibodi untuk hepatitis B, yakni hepatitis B surface antigen (HbsAg), hepatitis B core antigen (HbcAg), antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg). Masing-masing tes ini memiliki fungsi yang berbeda, dan akan dijelaskan lebih mendetail pada bagian diagnosis.

Tes fungsi hati dilakukan untuk memeriksa kemungkinan menderita penyakit hati lainnya. Hal ini dikarenakan gejala hepatitis B seringkali menyerupai penyakit lainnya, terutama gangguan di hati. Pada pemeriksaan ini, akan dilihat apakah terdapat peningkatan enzim hati, yang menandakan bahwa hati Anda sedang berada di bawah tekanan atau sedang mengalami gangguan tertentu.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.