skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Penularan Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit infeksi yang sering terjadi dan disebabkan oleh virus Hepatitis B. Virus ini menyerang hati, menyebabkan peradangan dan menimbulkan terjadinya gejala penyakit. Infeksi Hepatitis B dapat terjadi secara berkepanjangan/kronis maupun tiba-tiba/akut. Infeksi yang berkepanjangan/kronis dapat menyebabkan pengerasan/sirosis hati dan kerusakan hati yang berat.

Berdasarkan World Health Organization, lebih dari 200 juta orang terkena penyakit ini di seluruh dunia. Di beberapa area di dunia, misalnya Afrika dan Asia, angka infeksi telah tercatat sebesar 10% dari populasi. Kondisi ini khususnya terjadi pada pasien yang terinfeksi pada usia muda. Mendekati angka 90% pasien yang mendapatkan infeksi selama bayi dan 30-50% pasien yang mendapatkan infeksi sebelum usia 5 tahun akan menjadi Hepatitis B kronis pada usia yang lebih tua. Lebih dari 70% pasien mati karena gejala dan komplikasi infeksi Hepatitis B setiap tahunnya.

Hepatitis B Akut

Gejala hepatitis B akut timbul 15-180 hari (rata-rata 60-90 hari) setelah paparan. Gejala hepatitis B akut menyerupai gejala hepatitis jenis lain, yang dapat bervariasi dari tanpa gejala, gejala tidak nyata, sampai gejala fatal (gagal hati). Hepatitis tanpa gejala dapat berlangsung tanpa diketahui. Secara umum gejala hepatitis terdiri dari 3  fase yaitu:

  1. 1. Fase gejala awal (prodormal)

Gejala hepatitis B timbul perlahan-lahan dan tidak spesifik. Gejala awal berupa rasa tidak enak pada tubuh, tidak napsu makan, mual dan muntah, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri tenggorokan, batuk, dan hidung berair. Demam jarang ditemukan pada hepatitis B. Meskipun terdapat demam, demam tidak terlalu tinggi (38-39oC). Gejala ini dapat berlangsung selama 1 – 2 minggu.

  1. Fase kuning (ikterik)

Setelah gejala awal mulai membaik, urin penderita menjadi lebih gelap dan feses menjadi pucat. Satu sampai lima hari setelahnya, penderita nampak kuning pada kulit atau mata. Warna kuning ini disebabkan tingginya kadar bilirubin (produk akhir pemecahan sel darah merah) dalam darah penderita. Peradangan pada hati menyebabkan gangguan pembuangan bilirubin sehingga kadar bilirubin meningkat. Gejala awal menghilang pada saat timbul kuning.

Namun, gejala tidak napsu makan, rasa tidak enak tubuh, dan kelemahan dapat menetap. Peradangan pada hati menjadi lebih hebat sehingga hati dapat membesar, yang dirasakan pasien sebagai rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut kanan atas.

Pada 1%-10% penderita hepatitis B akut dapat mengalami serum-sickness-like syndrome yang mendahului gejala kuning, yaitu berupa demam, ruam-ruam pada kulit, dan peradangan sendi. Gejala-gejala ini umumnya hilang beberapa saat setelah kuning muncul.

  1. Fase penyembuhan (konvalesens)

Pada fase ini gejala sudah menghilang, namun pembesaran hati masih menetap dan nilai laboratorium belum normal. Fase ini dapat berlangsung selama 2 hingga 12 minggu. Kesembuhan sempurna secara klinis dan laboratoris diharapkan terjadi setelah 3-4 bulan setelah timbulnya kuning.

Hepatitis B akut dapat sembuh dengan sendirinya pada 90%-95% penderita dewasa. Hanya kurang dari 1% penderita dewasa yang mengalami komplikasi berupa hepatitis fulminan (kematian sel hati yang luas). Penderita yang sembuh dari infeksi akut memiliki daya tahan terhadap hepatitis B.

Penularan Hepatitis B

Penyebabnya dengan melalui hepatitis B virus HBV yang berupa jenis penyakit liver yang sangat membahayakan dan bisa mengakibatkan seseorang menjadi kondisi yang sangat buruk. Pada kasus HBV bisa saja menghilangkan dengan cara alami, tetapi pada 10% kasus pada virus yang akan berkembang menjadi penyakit kronis yang kemudian akan terjadi pada kanker hati atau sirosis.

Banyak anak dan bayi yang dapat terjadi pada penyakit hepatitis B tidak akan disembuhkan, sehingga pada penyakit liver akan menjadi sangat membahayakan pada usia dewasa nanti. Hepatitis B tidak dengan mudahnya menimbulkan gejala awal, banyak keluhan yang dirasakan seperti nyeri dan gatal pada bagian persendian, nafsu makan menurun, nyeri pada bagian perut dan mengalami mual dan muntah.

Cara penularan penyakit hepatitis B :

  1. Kontak darah

Misalnya saja yang dapat terjadi dengan melalui transfusi darah yang dilakukan pada orang yang sedang terkena virus HBV kepada orang yang belum terkena infeksi.

  1. Dari ibu pada anaknya

Misalnya saja yang dapat terjadi pada ibu yang sedang mengandung dan dia sedang terkena virus tersebut maka akan mudahnya janin yang ada didalam perutnya nanti terserang virus HBV ini.

  1. Kontak seksual

Jika orang yang sedang melakukan hubungan intim dengan orang yang sedang menderita penyakit hepatitis B tanpa menggunakan alat pelindung maka akan mudahnya mengakibatkan air liur, maupun cairan pada vagina akan masuk melalui tubuh wanita.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.