skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Penularan Sirosis Hepatis Adalah Sebagai Berikut!

Cara Penularan Sirosis Hepatis Adalah Sebagai Berikut!

Penyakit sirosis hati atau sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas sehingga hati berhenti berfungsi. Ini kondisi yang disebut dengan gagal hati.

Sirosis hati adalah suatu kondisi di mana hati secara perlahan-lahan mengalami kerusakan yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Sel-sel dan jaringan hati yang rusak kemudian berubah menjadi jaringan parut sehingga fungsi hati semakin lama akan semakin menurun.

Hati adalah organ internal tubuh terbesar. Hati disebut pabrik metabolisme tubuh karena peran pentingnya dalam mengubah makanan menjadi energi setelah makanan dicerna dan diserap ke dalam darah. Hati memiliki banyak fungsi, termasuk:

  1. Membuat protein baru, seperti faktor pembekuan dan faktor kekebalan.
  2. Memproduksi empedu, yang membantu tubuh menyerap lemak, kolesterol, dan vitamin yang larut dalam lemak.
  3. Mengambil, menyimpan, dan memproses nutrisi dari makanan, termasuk lemak, gula, dan protein dan mengantarkannya ke seluruh tubuh saat dibutuhkan.
  4. Membuang produk limbah yang tidak bisa dibuang oleh ginjal, seperti lemak, kolesterol, racun, dan obat-obatan.

Penularan Penyakit

Penularan penyakit hati/liver bisa melalui bermacam-macam media atau cara seperti:

– Jarum suntik yang tidak sekali pakai

– Jarum tusuk kuping

– Sikat gigi

– Jarum bor gigi

– Pisau cukur

– Jarum tato

– Barang yang tercemar virus hepatitis B (VHB) sesudah digunakan pada para carrier positif atau penderita hepatitis B

– Akibat berhubungan seksual atau berciuman dengan penderita

Dan yang terakhir an akibat transfusi darah yang terkontaminasi VHB. Cara Penularan penyakit liver yang terakhir ini memasukan para penderita kelainan darah seperti hemofilia (kadar protein faktor VIII atau zat pembeku dalam darah sangat rendah), thalasemia, leukimia atau melakukan dialisis ginjal ke dalam kelompok rawan atau berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B. Sebab mereka sering berurusan dengan transfusi darah.

Diagnosa

Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter ketika dia mencurigai Anda menderita siriosis. Hal ini dilakukan untuk mencari gejala-gejala dan tanda-tanda apakah terdapat penyakit hati kronis. Jika terdapat kemungkinan organ hati Anda rusak, beberapa tes akan dilakukan untuk memastikan diagnosis penyakit yang Anda alami. Beberapa prosedur yang dilakukan adalah:

  1. Tes darah

Sampel darah diambil untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati. Tes ini dilakukan dengan mengukur kerusakan dan fungsi organ hati Anda. Tes ini akan menghitung tingkat enzim alanine transaminase atau ALT dan enzim aspartate transferase atau AST di dalam darah. ALT juga dikenal sebagai SGT dan AST sebagai SGOT. Jika terjadi peradangan pada hati, tingkat kedua enzim akan meningkat. Kondisi ini disebut sebagai hepatitis.

  1. Pencitraan

CT scan, MRI, dan ultrasound dilakukan untuk memeriksa kondisi organ hati Anda. Pencitraan ini dilakukan untuk memeriksa apakah terdapat luka atau kerusakan pada organ hati.

  1. Biopsi

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari organ Hasil dari biopsi ini akan memastikan diagnosis sirosis dan bisa memberikan informasi lebih banyak tentang penyebabnya.

  1. Endoskopi

Sebuah alat khusus akan dimasukkan ke kerongkongan. Tampilan gambar kerongkongan dan lambung akan terlihat dari sebuah monitor untuk melihat apakah terdapat pembuluh darah yang membengkak sebagai tanda terdapatnya sirosis.

Pemeriksaan Lanjutan Sirosis

Ketika hasil dari tes diagnosis sirosis sudah dapat dipastikan, dokter akan melakukan penilaian dengan metode Child-Pugh, yaitu prosedur lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan sirosis yang diderita pasien.Prosedur ini akan menentukan apakah Anda menderita sirosis ringan, menengah, atau parah.

Selain metode Child-Pugh, ada metode alternatif yang bisa dilakukan, yaitu model of end-stage liver disease (MELD). Sama seperti metode pertama, metode ini juga menggunakan hasil tes darah untuk memastikan kondisi pasien. Dari pemerikasaan itu akan diketahui apakah pasien harus melakukan transplantasi hati atau tidak.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.