skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Penularan Virus Hepatitis B Adalah …

Cara Penularan Virus Hepatitis B Adalah …

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada hati selanjutnya  dan menyebabkan kanker hati. Orang–orang yang terinfeksi virus ini, tidak menyadari kalau mereka sudah terinfeksi. Pada umumnya di beberapa negara penyebaran hepatitis B adalah melalui ibu ke anak.

Hepatitis B  dapat menjadi akut atau kronis.  Seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B akan menghilangkan virus ini dengan sendirinya  dalam waktu 6 bulan dan  akan meningkatkan  daya tahan tubuhnya sendiri untuk melawan virus ini  pada orang dewasa. Setelah mereka sembuh, mereka tidak dapat  terinfeksi oleh virus hepatitis B lagi dan tidak dapat menularkannya ke orang lain. Hal ini disebut hepatitis B  akut.

Seseorang akan dikategorikan sebagai hepatitis B kronis apabila infeksi  terus terjadi dan melebihi 6 bulan.  Infeksi  kronis  terjadi pada 90% bayi-bayi yang terinfeksi virus hepatitis B  dan akan menyebabkan kerusakan pada hati, gagal hati ( pada saat hati sudah tidak berfungsi  ) dan kadang-kadang dapat menyebabkan kanker hati  pada saat mereka  dewasa.

Virus ini dapat ditularkan ketika cairan ini datang dalam kontak dengan kulit rusak atau selaput lendir (mulut, organ genital, atau rektum) dari orang yang tidak terinfeksi.

Orang-orang yang berada pada peningkatan risiko terinfeksi dengan virus hepatitis B adalah sebagai berikut:

– Pria atau wanita yang memiliki banyak pasangan seks, terutama jika mereka tidak menggunakan kondom

– Orang dengan penyakit menular seksual lainnya

– Orang dengan HIV atau hepatitis C

– Laki-laki atau perempuan yang berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi virus hepatitis B

– Orang-orang yang menyuntikkan narkoba dengan jarum bersama

– Orang-orang yang menerima transplantasi organ atau transfusi darah atau produk darah (kini sangat langka)

– Orang yang menjalani cuci darah untuk penyakit ginjal

– Orang di lembaga cacat mental dan pembantu, pengasuh, dan anggota keluarga mereka

– Petugas kesehatan yang terjebak dengan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi

– Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi

– Orang-orang yang melakukan perjalanan ke daerah-daerah di dunia di mana hepatitis B adalah umum

Gejala Hepatitis B

Tanda dan gejala Hepatitis B biasanya muncul sekitar 3 bulan setelah terinfeksi dan dapat berkisar dari ringan sampai parah. Tanda dan gejala Hepatitis B hampir sama dengan hepatitis A, yaitu:

– Sakit perut

– Nyeri sendi

– Kehilangan nafsu makan

– Mual dan muntah

– Kelemahan dan kelelahan

– Urine gelap

– Demam

– Kulit menguning dan bagian putih mata (jaundice).

Cara penularan penyakit hepatitis B:

  1. Kontak darah

Misalnya saja yang dapat terjadi dengan melalui transfusi darah yang dilakukan pada orang yang sedang terkena virus HBV kepada orang yang belum terkena infeksi.

  1. Dari ibu pada anaknya

Misalnya saja yang dapat terjadi pada ibu yang sedang mengandung dan dia sedang terkena virus tersebut maka akan mudahnya janin yang ada didalam perutnya nanti terserang virus HBV ini.

  1. Kontak seksual

Jika orang yang sedang melakukan hubungan intim dengan orang yang sedang menderita penyakit hepatitis B tanpa menggunakan alat pelindung maka akan mudahnya mengakibatkan air liur, maupun cairan pada vagina akan masuk melalui tubuh wanita.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.