skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Bagaimana Cara Penyembuhan Penyakit Hepatitis B?

Bagaimana Cara Penyembuhan Penyakit Hepatitis B?

Hepatitis berasal dari kata hepar (hati) dan itis (peradangan). Penyebabnya adalah Virus Hepatitis A, B, C, D, atau E. Virus Hepatitis A biasanya menyebabkan hepatitis akut, sementara Virus Hepatitis B dan C menyebabkan hepatitis kronis (menahun). Berikut adalah perbedaan antara Hepatitis Akut dengan Kronis:

Hepatitis B adalah penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini merupakan salah satu tipe dari banyak virus yang menyerang hati. Terdapat 2 bentuk hepatitis B:

  1. Infeksi virus hepatitis B akut: penyakit sementara yang terjadi selama 6 bulan pertama setelah seseorang terpapar HBV. Infeksi akut dapat menyebabkan infeksi kronik, namun tidak selalu terjadi
  2. Infeksi virus hepatitis B kronik: penyakit jangka panjang yang terjadi saat virus tetap bertahan dalam tubuh seseorang.

Penegakkan Diagnosis

Virus Hepatitis B dapat dideteksi pada 30 – 60 hari setelah infeksi. Pemeriksaan laboratorium darah untuk mengetahui infeksi Hepatitis B, adalah HBsAg yaitu antigen permukaan virus dan juga HBcAg yaitu antigen daari inti virus Hepatitis B.

Hepatitis B dapat bersifat akut dan kronis.

Pada infeksi Hepatitis B akut, dalam pemeriksaan laboratorium akan ditemukan adanya HBsAg positif dan IgM terhadap HBcAg.

Sedangkan infeksi kronis apabila setelah lebih dari 6 bulan masih ditemukan HBsAg. Pada infeksi kronis, pasien belum tentu menunjukkan gejala apapun. Hanya saja di dalam darahnya masih dapat ditemukan HBsAg positif. Oleh karena itu HBsAg menjadi indikator terhadap resiko terjadinya penyakit hati kronis dan kanker hati.

Apabila dicurigai sudah terjadi kerusakan hati kronis atau kanker hati, maka dokter manganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan biopsi hati. Dimana jaringan hati diambil sedikit dan diperiksa dibawah mikroskop

Cara Sembuhkan Penyakit Hepatitis B

Untuk hepatitis B akut ringan, penderita dapat dirawat jalan, kecuali penderita dengan mual berat yang dapat menyebabkan kekurangan cairan. Prinsip pengobatan adalah mempertahankan masukan nutrisi dan cairan, menghindari aktivitas fisik berlebihan, serta pengobatan sesuai gejala.

Hampir 99% penderita dewasa hepatitis B akut sembuh secara spontan sehingga tidak diperlukan pengobatan spesifik seperti antivirus. Pemberian antivirus terbatas untuk penderita hepatitis fulminan dan penderita dengan gangguan imun (pertahanan tubuh).

Pada gagal hati akut, penderita perlu dirawat di rumah sakit. Meskipun tidak ada terapi yang terbukti efektif, namun tujuan perawatan adalah menunggu perbaikan infeksi secara spontan dan perbaikan fungsi hati, mendeteksi komplikasi dan segera mengatasinya, serta mempersiapkan transplantasi hati jika tidak terdapat perbaikan. Angka harapan hidup jika dilakukan transplantasi dini adalah 65 -75%.

Untuk hepatitis B kronik, terdapat 2 golongan obat yang digunakan: kelompok imunomodulator (termasuk terapi vaksinasi) dan kelompok antivirus. Tujuan pengobatan hepatitis B kronik adalah mencegah atau menghentikan kerusakan hati untuk mencegah komplikasi lanjut (gagal hati, pengerasan hati, dan kanker hati).

Vaksinasi hepatitis B terutama direkomendasikan untuk diberikan pada bayi baru lahir, petugas kesehatan yang terpapar darah, pengguna jarum suntik, orang dengan partner seksual multipel, orang dengan cuci darah rutin, orang yang mau berpergian ke daerah yang rawan hepatitis B, dan anak di bawah 18 tahun yang tidak pernah divaksinasi.

Vaksin hepatitis B diberikan 3 kali pada bulan 0, 1, dan 6. Pada bayi baru lahir, vaksin hepatitis B diberikan 3 kali, yaitu dosis pertama setelah lahir, dosis kedua saat usia 1 -2 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6 bulan. Vaksinasi hepatitis B 95% efektif dalam mencegah infeksi dan komplikasi kronis hepatitis B. Vaksinasi ulang tidak direkomendasikan diberikan secara rutin, kecuali untuk orang dengan gangguan sistem imun atau berisiko tinggi.

Jika orang yang belum pernah divaksinasi hepatitis B diketahui terpapar terhadap virus hepatitis B, dapat diberikan kombinasi antibodi hepatitis B (untuk meningkatkan sistem imun spesifik terhadap virus hepatitis B secara cepat) dan vaksinasi hepatitis B (untuk menciptakan kekebalan jangka panjang).

Pencegahan

Untuk mencegah penyebaran virus HBV, pemberian vaksin adalah langkah yang tepat. Dimana pemberian vaksin tersebut sangat dianjurkan untuk:

– Bayi yang baru saja dilahirkan

– Anak-anak maupun remaja yang belum mendapatkan vaksin setelah mereka dilahirkan

– Mereka yang memiliki infeksi penyakit seksual yang menular seperti HIV AIDS

– Petugas kesehatan yang sering melakukan kontak dengan darah

– Seorang homoseksual

– Orang-orang yang sering gonta-ganti pasangan

– Orang-orang yang memiliki infeksi hati kronis

– Mereka yang tinggal bersama seseorang yang terinfeksi hepatitis B

– Orang-orang yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir

– Mereka yang berencana untuk bepergian ke suatu daerah yang memiliki tingkat infeksi hepatitis B yang tinggi.

Adapun langkah pencegahan lain yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran HBV, antara lain adalah:

– Menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom. Penggunaan kondom dapat membantu mencegah penularan HBV

– Berhenti menggunakan obat-obatan terlarang

– Menghindari penggunaan jarum suntik secara bersamaan

– Usahakan untuk mendapatkan vaksinasi sebelum bepergian ke suatu daerah yang berpotensi tinggi terjadi perkembangan virus hepatitis B.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.