skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Ciri Ciri Dari Penyakit Sirosis Hati

Ciri Ciri Dari Penyakit Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh obstruksi difus dan regenerasi fibrotic sel-sel hepar. Karena jaringan yang nekrotik menghasikan fibrosis, maka penyakit ini akan merusak jaringan hati serta pembuluh darah yang normal, mengganggu aliran darah serta cairan limfe, dan pada akhirnya menyebabkan insufisiensi hati.

Sirosis hati ditemukan pada laki-laki dengan insidensi dua kali lebih sering dibandingkan pada wanita dan khususnya prevalen di antara para penderita malnutrisi usia di atas 50 tahun dengan alkoholisme kronis.

Pada awalnya hati cenderung membesar dan sel-selnya dipenuhi oleh lemak hati akan menjadi keras dan memiliki tepi tajam yang dapat diketahui melalui palpasi, nyeri pada abdomen, sedangkan konsentrasi albumin plasma menurun yang menyebabkan predisposisi untuk terjadinya edema. Produksi aldesteron yang berlebihan akan menyebabkan retensi natrium serta air dan ekskresi kalium.

Terjadinya hipertensi portal di sebabkan adanya peningkatan tekanan vena porta yang menetap di atas nilai normal yaitu 6 sampai 12 cmH2O. Mekanisme primer penyebab hipertensi portal adalah peningkatan resistensi terhadap aliran darah melalui hati dan juga terjadi peningkatan aliran arteria splangnikus. Tekanan balik pada sistem portal menyebabkan splenomegali dan asites.

Sirosis hati dapat disebabkan oleh intrahepatik dan ekstrahepatik, kolestasis, hepatitis virus, dan hepatotolsin. Alkoholisme dan malnutrisi adalah dua factor pencetus utama untuk sirosis Laennec. Sirosis pascanekrotik akibat hepatotoksin adalah sirosis yang paling seing dijumpai. Ada empat macam sirosis yaitu:

  1. Sirosis Laennec. Sirosis ini disebabkan ileh alkoholisme dan malnutrisi. Pada tahap awal sirosis ini, hepar membesar dan mengeras. Namun, pada tahap akhir, hepar mengecil dan nodular
  2. Sirosis pascanekrotik. Terjadi nekrosis yang berat pada sirosis ini karena hepatotoksin biasanya berasal dari hepatitis virus. Hepar mengecil denganbanyak nocul dan jaringan fibrosa
  3. Sirosis bilier. Penyebabnya adalah obstruksi empedu dalam hepar dan duktus koledukus komunis (duktus sistikus)
  4. Sirosis jantung. Penyebabnya adalah gagal jantung sisi kanan (gagal jantung kongestif).

Ciri Ciri Dari Penyakit Sirosis Hati

Ciri gejala dan akibat yang ditimbulkan dapat disebabkan oleh sirosis hati atau karena komplikasinya. Gejala dapat berkembang secara bertahap, atau mungkin tidak terlihat  gejala sama sekali. Ketika timbul gejala, dapat meliputi:

  1. Pembengkakan atau penumpukan cairan pada kaki (edema) dan pada perut (ascites).
  2. Hipogonadisme, dengan gejala seperti impotensi, infertilitas, hilangnya dorongan seksual, dan atrofi testis (mengecilnya buah zakar).
  3. Gynecomastia, proliferasi (pembesaran) jaringan kelenjar payudara pada pria, terlihat seperti karet atau padat yang meluas secara konsentris dari puting. Hal ini disebabkan oleh peningkatan estradiol sebagai akibat sekunder dari sirosis.
  4. Spider angiomata atau spider nevi, lesi vaskular terdiri dari arteriola pusat yang dikelilingi oleh pembuluh yang lebih kecil (seperti laba – laba) biasanya pada daerah dada dan punggung.
  5. Jaundice, yaitu menguningnya kulit, mata, dan selaput lendir karena bilirubin yang meningkat. Urin juga terlihat menjadi lebih gelap seperti air teh.

Gejala lain seperti: Kebingungan atau keterlambatan dalam berpikir, lemah, warna tinja pucat / tinja menjadi hitam, kehilangan nafsu makan, mual & muntah darah, mimisan & gusi berdarah, kehilangan berat badan.

Penatalaksanaan Sirosis Hati

Pengobatan yang spesifik dari sirosis hati akan diberikan jika telah terjadi komplikasi seperti:

  1. Asites

Alat dikendalikan dengan terapi konservatif yang terdiri atas:

– Istirahat

– Diet rendah garam: untuk asites ringan dicoba dulu dengan istirahat dan diet rendah garam dan penderita dapat berobat jalan dan apabila gagal maka penderita harus dirawat. Diet rendah garam diberikan 0,5 g/hari dan total cairan 1,5 L/hari. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4 x 25 mg/hari dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari, bila perlu dikombinasi dengan furosemid.

– Diuretik

Pemberian diuretic hanya bagi penderita yang telah menjalani diet rendah garamdan pembatasan cairan namun penurunan berat  badannya kurang dari 1 kg setelah 4 hari.  Diuresisnya belum tercapai maka dapat kita kombinasikan dengan furosemid.

– Parasintesis

Cairan asites dapat dilakukan 5-10 liter / hari, dengan catatan harus dilakukan infuse albumin sebanyak 6 – 8 gr/l cairan asites yang dikeluarkan Indikasi Parasentesis: bila menyebabkan gangguan nafas

  1. Spontaneus Bacterial Peritonitis (SBP)

Infeksi cairan dapat terjadi secara spontan, atau setelah tindakan parasintese. Tipe yang spontan terjadi 80% pada penderita sirosis hati dengan asites, sekitar 20% kasus. Keadaan ini lebih sering terjadi pada sirosis hati stadium kompesata yang berat. Pada sirosis hati terjadi permiabilitas usus menurun dan mikroba ini berasal dari usus.

  1. Pengobatan SBP dengan memberikan Cephalosporins Generasi III (Cefotaxime), secara parental selama lima hari, atau Quinolon secara oral.
  2. untuk Profilaxis dapat diberikan Norfloxacin (400mg/hari) selama 2-3 minggu.

    Apa Itu Heartcare?

    HeartCare adalah Produk yang diproduksi oleh PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Organik yang diproduksi dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology.
    LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

    Tim Formulator kami melakukan berbagai penelitian dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Alami berkualitas yang memakan waktu panjang untuk mendapatkan hasil terbaik agar dapat menyembuhkan Penyakit jantung.