skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
DBD Pada Anak Dan 3M Pencegahan Demam Berdarah

DBD Pada Anak Dan 3M Pencegahan Demam Berdarah

Anak-anak adalah salah satu yang paling rentan terhadap bahaya penyakit DBD, sehingga pengenalan gejala DBD pada anak sejak dini sangat penting. Pengenalan gejala DBD sejak dini, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, adalah salah satu langkah penting pencegahan kematian yang disebabkan oleh penyakit yang berbahaya ini.

Oleh karena itu sudah sepatutnya masyarakat mengenali dan mewaspadai gejala penyakit ini. Penyakit DBD atau Demam Berdarah Dengue ini merupakan salah satu penyebab kematian yang sebenarnya bisa membunuh seseorang secara perlahan, tetapi seolah-olah terjadi dalam waktu yang singkat.

Bayangkan saja, ketika seseorang panas dan panasnya sudah mulai menurun, justru itu bukan pertanda seorang penderita DBD akan sembuh. Pertanda tersebut adalah tanda di mana seseorang sedang mengalami fase kritis dan seharusnya sudah mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat tentang fase-fase demam berdarah, maka tak jarang korban berjatuhan karena terlambat mendapatkan penanganan. Terutama adalah anak-anak, di mana daya tahan tubuh anak-anak tentunya belum sekuat orang dewasa.

Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti ini bisa menular. Maka dari itu seharusnya kita sebagai anggota masyarakat harus menjaga kondisi lingkungan supaya tidak menjadi sarang bagi nyamuk tersebut.

Pada umumnya penyakit ini memang lebih mudah menyerang anak-anak, terutama balita. Namun bukan berarti orang dewasa boleh aman, karena orang dewasa pun bisa terjangkit atau tertular melalui gigitan nyamuk aedes agypti.

Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh adanya virus dengue yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes agypti. Maka dari itu, ketika nyamuk menggigit satu orang yang terkena virus dengue, maka orang lain juga bisa tertular virus dengue tersebut apabila digigit oleh nyamuk yang sudah membawa virus tersebut. Virus dengue ini akan mengganggu sistem pembekuan darah yang terjadi di dalam tubuh.

Biasanya jika dilakukan pemeriksaan, jumlah trombosit akan merosot dan bahkan akan menurun drastis bagi yang sudah parah. Hal inilah yang terkadang mengakibatkan pendarahan yang bisa terjadi di beberapa bagian tubuh seperti muntah darah, mimisan dan sebagainya. Dan biasanya ketika penderita sudah mengalami muntah darah, fase itulah yang terkadang biasa mengakibatkan kematian.

Sejak SD mungkin kita juga sudah diajarkan oleh guru kita dalam pelajaran IPA untuk selalu menjaga lingkungan supaya tidak menjadi sarang penyakit aedes agypti. Namun justru sekarang ini, langkah pencegahan seolah sudah dilupakan dan baru dilakukan setelah gejala DBD pada anak atau orang dewasa sudah terjadi.

Maka dari itu sebenarnya langkah kongkrit yang harus dilakukan adalah pencegahan yang dilakukan sejak dini, bukan hanya setelah terjadi kasus demam berdarah saja. Nah, berikut ini adalah beberapa tips mencegah demam berdara yang bisa Anda lakukan sejak dini supaya daerah tempat tinggal Anda tidak menjadi rumah yang nyaman bagi nyamuk aedes aegypti.

Langkah 3M Mencegah DBD

1. Menutup Bak Air

Selain dibersihkan atau dikuras, Anda juga disarankan untuk selalu menutup bak penampungan air. Hal ini ditujukan supaya nyamuk tidak bisa masuk ke dalam bak dan berkembang biak di tempat tersebut.

2. Menguras Bak Air

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah secara rutin menguras atau membersihkan bak air yang ada di rumah Anda. Biasanya jenis nyamuk penyebar DBD ini akan bersarang di tempat-tempat yang basah dan lembab, salah satunya adalah kamar mandi.

3. Mengubur Sampah

Sampah yang menumpuk juga bisa menjadi salah satu tempat bagi aedes agypti untuk berkembang biak. Maka dari itu kubur atau bakar sampah yang kelihatannya sudah menumpuk.

Baca Juga Artikel Lainya Di Autoimuncare.com