skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pencegahan Dan Diagnosis Pada Penyakit Ginjal

Pencegahan Dan Diagnosis Pada Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal atau gagal ginjal adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan gagalnya fungsi ginjal untuk tubuh. Kondisi Penyakit ginjal bisa terjadi pada orang yang sudah menderita penyakit tertentu dan Penyakit ginjal menjadi resiko atau bahaya dari Penyakit ginjal tersebut.

Penyebab Penyakit Ginjal

Beberapa hal yang dapat menyebabkan penyakit ginjal sebagai berikut:

  1. Prostatitis

Yaitu infeksi yang terjadi pada kelenjar prostat dan bisa menyebar hingga ke organ ginjal.

  1. Wanita yang aktif secara seksual

Hubungan seksual bisa membuat uretra mengalami iritasi dan mempermudah bakteri memasuki kandung kemih.

  1. Wanita hamil

Aliran urine dapat menjadi lebih lambat karena perubahan fisik saat hamil, sehingga bakteri dengan mudah menyebar ke organ ginjal.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Misalnya akibat penyakit diabetes tipe-2 atau HIV/AIDS, atau bisa juga terjadi sebagai efek samping dari kemoterapi.

  1. Pemakaian kateter jangka panjang

Kateter adalah selang kecil yang dipasang untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih.

  1. Orang yang sering melakukan seks anal

Bakteri lebih mudah masuk ke saluran kemih hingga akhirnya masuk ke kandung kemih.

Ciri Penyakit Ginjal

Ciri seseorang yang terkena penyakit ginjal yaitu:

  1. Kencing diserbu semut

Ini bisa menjadi gejala Penyakit ginjal glukosaria. Orang yang sakit glukosaria akan memiliki kadar gula di dalam urin, yang membuat urin tersebut saat dikeluarkan akan memancing kehadiran semut.Glukosaria juga bisa dikeluarkan bersamaan dengan urin sisa metabolisme.

  1. Busa di air kencing

Anda perlu curiga apabila ada busa pada air kencing. Bisa jadi itu merupakan gejala penyakit radang ginjal. Nefron ginjal yang rusak menyebabkan kencing menjadi berbusa.

  1. Susah buang air kecil

Penderita batu ginjal beresiko mengalami kesusahan saat buang air kecil. Batu ginjal yang berukuran besar dapat menghambat saluran kecing, hal ini membuat penderita kesulitan saat berkemih (buang air kecil).

  1. Mengalami rasa gatal

Fungsi ginjal yang sudah tidak mampu berfungsi dengan baik, mengakibatkan terjadinya penumpukan kotoran hasil dari sisa metabolisme tubuh. Yang kemudian, mengakibatkan rasa sangat gatal.

Diagnosis Penyakit Ginjal

Darah urea nitrogen (BUN) serta kadar kreatinin dalam darah merupakan indikator kesehatan ginjal. Konten kreatinin darah digunakan untuk menentukan laju filtrasi glomerulus (GFR), yang memberikan perkiraan fungsi ginjal.

Kandungan protein dalam urin serta pengukuran volume urine membantu untuk mengidentifikasi gagal ginjal.

USG abdomen disarankan untuk memeriksa pengurangan ukuran ginjal, yang merupakan indikasi kegagalan ginjal kronis. Tes pencitraan lain seperti CT scan atau MRI dianjurkan untuk mendeteksi keberadaan setiap pertumbuhan abnormal atau penyumbatan.

Biopsi dilakukan untuk memeriksa keganasan, jika tes pencitraan mengungkapkan pertumbuhan abnormal pada ginjal.

Pencegahan Penyakit Ginjal

  1. Tidak membiasakan menahan kencing

Kencing atau buang air kecil yang selalu ditahan akan berdampak tidak baik bagi kinerja ginjal. Bahkan proses filterisasi darah yang dilakukan oleh ginjal dapat terhambat. Pada saat proses filterisasi berlangsung maka cairan urin yang berada didalam kandung kemih harus segera dibuang ketika telah melebihi jumlah penampungan cairan limbah.

Secara medis, seseorang akan merasakan gejala ingin buang air kecil ketika kandung kemih telah terisi sebanyak 120 hingga 150 ml cairan urin.

Pada jumlah cairan ini, kandung kemih sebenarnya masih mampu menahan cairan dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Meskipun demikian apabila dilakuakan dalam jangka waktu yang lama akan membuat kandung kemih merenggang melebihi kapasitas tampungan urin.

Dampak dari hal tersebut yakni terpengaruhnya proses filter darah yang dilakukan oleh ginjal. Untuk itu, sebaiknya ketika tubuh telah merasakan panggilan alam, sebaiknya tidak menahannya terlalu lama.

  1. Meminimalisir penggunaan garam untuk dikonsumsi

Ketika seseorang mengkonsumsi garam dalam kadar tertentu maka natrium didalam tubuh akan meningkat. Apabila hal ini terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka seseorang berpotensi menderita batu ginjal.

Meningkatnya kadar natrium didalam tubuh secara tidak langsung juga meningkatkan tekanan darah serta memicu terbentuknya batu ginjal. Untuk itu, sebaiknya kita memperhatikan jumlah asupan garam yang kita konsumsi dalam seharinya.

  1. Memenuhi asupan mineral bagi tubuh

Tubuh manusia terdiri dari sebagian besar air, oleh karena itu dalam seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa asupan mineral. Dengan mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas dalam satu hari akan menghindarkan tubuh mengalami gejala dehidrasi. Selain itu, air mineral yang masuk kedalam tubuh akan membantu kerja ginjal dalam membuang zat beracun melalui proses detoksifikasi.

Selain itu, air mineral juga dapat membantu menstabilkan volume serta konsentrasi darah didalam tubuh manusia. kinerja sistem pencernaan dalam memproses asupan makanan yang masuk juga dapat terbantu. Bahkan apabila kita memenuhi jumlah minimal asupan air dalam seharinya dapat membuat tubuh mempunyai suhu yang normal.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal Obat Penyakit Ginjal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.