skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Efek Penyakit Hepatitis A Sangat Mematikan!

Efek Penyakit Hepatitis A Sangat Mematikan!

Virus hepatitis A biasa terdapat pada kotoran penderitanya. Virus dapat hidup pada air atau es batu. Cara penyebaran virus ini adalah karena meminum air yang tercemar VHA.

Bisa juga karena mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga virus tetap hidup pada makanan atau karena orang yang mempersiapkan makanan tidak terbiasa cuci tangan dengan benar terlebih dahulu, padahal mungkin saja pada tangannya terdapat virus hepatitis A.

Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.

Penyakit hepatitis sebaiknya tidaklah diremehkan apalagi diabaikan, khususnya ketika gejala sakit kuning sudah mulai kelihatan.

Perubahan warna kulit dan bagian putih pada mata menjadi kekuningan sudah seharusnya menjadi tanda yang jelas bahwa Anda menderita hepatitis.

Ketika hati mengalami peradangan akibat infeksi virus, Anda perlu mencari pertolongan medis atau obat tradisional terpercaya.

Berikut efek atau dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyakit hepatitis A:

  1. Kolestatis

Penyakit hepatitis A dapat mengancam bagi orang-orang yang sudah berusia lanjut karena risiko terkena kolestatis lebih besar.

Kolestatis sendiri sebetulnya bukanlah komplikasi yang perlu dikhawatirkan sebab memang tanpa adanya pengobatan khusus kondisi ini bisa sembuh sendiri. Bahaya ini dapat terjadi saat terjadi penumpukan cairan empedu pada organ hati Anda.

  1. Kanker Hati

Jenis kanker ini perlu diwaspadai sebelum benar-benar terjadi karena kanker hati diketahui berada pada urutan ketiga yang menjadi pemicu kematiang paling tinggi secara global. Ada lebih dari 13 ribu kasus kanker hati di Indonesia sendiri berdasarkan data riset GLOBOCAN di tahun 2008.

  1. Terserang Infeksi

Komplikasi atau bahaya hepatitis A dapat menjadi fatal apabila tidak ditangani dengan cepat dan baik. Bahaya dari hepatitis A berpotensi lebih tinggi jika penyakit ini diderita oleh para manula.

Ditambah pula memiliki riwayat penyakit yang cukup kronis, seperti HIV, diabetes, penyakit hati, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Komplikasi atau bahaya yang pertama adalah tubuh penderita yang bisa dengan gampang terserang infeksi.

Tak hanya itu, jika orang tersebut sudah pernah menderita hepatitis A, maka ada potensi bahwa di masa datang ia akan lebih gampang mengalami kekambuhan. Maka setiap penderita hepatitis A memang sudah sepatutnya berwaspada.

Di masa mendatang, hepatitis A bisa kembali datang dan bisa lebih sering kambuh seiring waktu berjalan.

Hepatitis A berpotensi untuk terjadi lagi dan lagi alias lebih dari 1 kali sejak terjadinya infeksi pertama kali. Jadi, alangkah baiknya untuk tetap kontrol ke dokter dan mengecek kesehatan organ hati Anda serta menjaga kebersihan diri serta pola makan.

  1. Gagal Hati

Seseorang dengan hepatitis A sangatlah memiliki risiko tinggi terkena gagal hati karena pada dasarnya terjadi penurunan fungsi pada organ hati secara drastis.

Namun yang perlu diketahui adalah bahwa sirosis hati tidaklah diakibatkan oleh gagal hati. Hal ini bisa berpotensi juga terjadi pada penderita hepatitis B dan C.

Karena namanya adalah gagal hati, maka Anda perlu waspada karena fungsi dari organ hati menjadi tidak seperti seharusnya.

Penderita bisa mengalaminya sebagai komplikasi apabila peradangan akibat virus tak segera diatasi dengan tepat.

Sebelum gagal hati terjadi, Anda sebaiknya sudah ke dokter saat gejala mulai menyerang supaya cepat penanganannya.

Gagal hati bukanlah sembarang komplikasi karena diketahui ada 50 persen penderita gagal hati yang pada tahap akut dan meninggal.

Paling tidak penderita gagal hati bakal sangat membutuhkan transplantasi hati, jadi sebaiknya diupayakan agar hepatitis tak sampai pada bahaya ini. Khusus para lansia sebaiknya meningkatkan kewaspadaan.

Hepatitis A juga lebih baik dicegah daripada harus mengobatinya. Berikut ini adalah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit hepatitis A:

  1. Hindari Makanan Mentah

Jangan pernah mengkonsumsi makanan dalam kondisi mentah. Alasannya adalah jika makanan mentah itu berasal dari lingkungan yang tercemar maka tubuh kita akan mudah sekali sebagai tempat pertumbuhan virus.

Oleh sebab itu, hindari mengkonsumsi makanan dalam kondisi mentah atau makanan dalam kondisi setengah matang.

  1. Mencuci Buah Dan Sayur

Untuk mencegah terjadinya infeksi anda harus mencuci buah baru mengupasnya selain itu anda juga harus mencuci sayuran sebelum anda memasaknya.

Hal itu berguna untuk menghindarkan dari infeksi yang bisa saja timbul akibat mengkonsumsi buah dan sayur tanpa dicuci terlebih dahulu.

  1. Jangan Berbagi Makanan

Biar saja dibilang pelit asalkan itu demi kesehatan kita sendiri. Jika ada orang yang ingin meminta makanan yang sedang kita makan sebaiknya kita menolaknya. Bukan karena pelit namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kalaulah kita ingin berbagi makanan, taruhlah makanan itu di tempat lain dan tidak satu tempat dengan makanan kita.

Usahakan untuk tidak menyentuh tempat makanan dan peralatan makan orang itu. Kalau orang tersebut tidak membawa piranti makanan, kita bisa meminggirkan makanan tersebut, untuk tidak kita makan dan setelah selesai makan kita bisa memberikannya kepada orang tersebut.

Hal ini bisa kita lakukan jika makanan kita dibungkus dengan pembungkus sekali buang seperti kertas minyak maupun daun.

  1. Vaksinasi

Pencegahan terhadap penyakit hepatitis bisa dilakukan dengan cara vaksinasi. Vaksinasi adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit ini.

Vaksin ini akan diberikan sebanyak dua kali dan rentang waktu sekitar 6 bulan sampai dengan waktu 12 bulan. Anak-anak juga diwajibkan untuk menerima vaksin ini.

Vaksin ini juga harus diberikan kepada orang yang memiliki faktor risiko terkena penyakit hepatitis A. Di Indonesia, vaksin ini dimasukkan dalam imunisasi wajib yang harus dilakukan oleh bayi maupun anak-anak.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.