skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Epidemiologi Penyakit Cacingan

Epidemiologi Penyakit Cacingan

Penyakit cacingan (ascariasis) tidak hanya berisiko dialami anak-anak, namun juga pada orang dewasa. Kurangnya menjaga kebersihan bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong penyebaran infeksi akibat cacing. Gejala-gejala penyakit cacingan kadang tampak samar. Namun jika tidak ditangani dengan benar, penyakit cacingan dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Epidemiologi Penyakit Cacingan

Askariasis merupakan infeksi cacing pada manusia yang angka kejadian sakitnya tinggi terutama di daerah tropis dimana tanahnya memiliki kondisi yang sesuai untuk kematangan telur di dalam tanah. Diperkirakan hampir 1 miliar penduduk yang terinfeksi dengan 4 juta kasus di Amerika Serikat.

Prevalensi pada komunitas-komunitas tertentu lebih besar dari 80%. Prevalensi dilapokan terjadi di lembah sungai Yangtze di Cina. Masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah memiliki prevalensi infeksi yang tinggi, demikian juga pada masyarakat yang menggunakan tinja sebagai pupuk dan dengan kondisi geografis yang mendukung.

Walaupun infeksi dapat menyerang semua usia, infeksi tertinggi terjadi pada anak-anak pada usia sebelum sekolah dan usia sekolah. Penyebarannya terutama melalui tangan ke mulut (hand to mouth) dapat juga melalui sayuran atau buah yang terkontaminasi. Telur askaris dapat bertahan selama 2 tahun pada suhu 5-10 ºC. Empat dari 10 orang di Afrika, Asia, dan Amerika Serikat terinfeksi oleh cacing ini.

Prevalensi dan intensitas gejala simtomatis yang paling tinggi terjadi pada anak-anak. Pada anak-anak obstruksi intestinal merupakan manifestasi penyakit yang paling sering ditemui.

Diantara anak-anak usia 1-12 tahun yang berada di rumah sakit Cape Town dengan keluhan abdominal antara 1958-1962, 12.8 % dari infeksinya disebabkan oleh Ascariasis lumbricoides. Anak-anak dengan askariasis kronis dapat menyebabkan pertumbuhan lambat berkaitan dengan penurunan jumlah makanan yang dimakan.

Adapun seseorang yang terkena cacingan dapat mengalami:

  1. Penurunan berat badan

Cacing yang hidup di dalam usus akan memakan sari makanan serta nutrisi penting yang snagat dibutuhkan oleh tubuh. Dengan kondisi seperti ini, maka pengidap cacingan akan mengalami kekurangan gizi sehingga mengalami penurunan berat badan yang membuat tubuhnya cenderung kurus sedangkan perutnya buncit.

Selain itu, anak yang mengalami penyakit cacingan akan mengalami penurunan IQ serta adanya nyeri maupun pembengkakan pada usus, karena cacing sudah berkembang biak dengan pesat di dalam ususnya.

  1. Nyeri perut disertai diare

Beberapa jenis cacing yang dapat hidup dalam umum manusia akan mengkonsumsi sari makanan serta mampu menggerogoti dinding usus sehingga menyebabkan rasa nyeri pada bagian perut. Dengan kondisi yang tidak enak seperti ini, maka seseorang yang mengalami penyakit cacingan akan berkurnag nafsu makannya. Terkadang nyeri perut juga disertai dengan diare berat.

  1. Anemia

Selain dapat menyerap atau memakan sari makanan yang dikonsumsi oleh seseorang, cacing juga dapat menyerap darah.

Kondisi seperti ini akan menyebabkan seseorang yang mengalami penyakit cacingan mengalami kekurangan darah atau anemia, yang ditandai dengan lesu, lemah serta malas untuk melakukan aktivitas.

  1. Batuk yang sulit untuk disembuhkan

Beberapa jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh juga dapat memasuki organ paru-paru melalu aliran darah. Jika cacing sudah memasuki organ paru-paru, maka akan menyebabkan munculnya batuk yang sulit untuk disembuhkan.

Cara Mencegah Penyakit Cacingan

Beberapa cara mencegah penyakit cacingan:

  1. Makan Kelapa

Banyak orang menganggap bahwa kelapa akan mengembangkan cacing dalam tubuh. Namun ternyata hal ini tidak benar. Kelapa justru membuat badan bisa bersih dari cacing. Makan kelapa mentah sedikit saja maka semua cacing akan keluar dari tubuh lewat tinja. Anak kecil yang terkena cacingan juga bisa melakukan hal ini untuk membunuh semua cacing dan parasit dalam saluran pencernaan.

  1. Makan Wortel Mentah

Makan wortel mentah juga sangat baik untuk menjaga tubuh agar tidak terkena cacingan. Anda bisa mencampurnya dengan madu atau sayuran lain sehingga cacing dalam tubuh bisa keluar semua. Anak-anak yang tidak suka makan wortel mentah juga bisa dibuatkan sup atau jus wortel. Makan buah wortel mentah paling tidak 1 batang perminggu sudah bisa mengatasi cacing dalam tubuh.

  1. Cuka

Cuka bisa menjadi racun bagi cacing dalam tubuh. Anda bisa mencampur cuka ke dalam acar atau buah yang bisa langsung dimakan. Pastikan Anda memilih jenis cuka yang benar – benar aman untuk dikonsumsi secara langsung. Anda juga bisa memilih jenis cuka yang diolah dari buah misalnya cuka dari apel. Cuka akan membuat saluran pencernaan menjadi sangat menyakitkan untuk cacing dan cacing bisa mati dan keluar dari tubuh bersama tinja.

  1. Obat Cacing

Cacingan memang sangat mengganggu karena anak-anak akan merasa tidak nyaman dengan hal itu. Bahkan pada tahap khusus bisa menyebabkan penyebaran infeksi yang cepat dalam lingkungan keluarga. Jika berbagai gejala cacingan semakin besar maka Anda bisa memberikan obat cacing tertentu yang sesuai dengan petunjuk dari dokter.

Anak mungkin akan bereaksi tidak nyaman setelah mengkonsumsi obat cacing. Tapi obat cacing perlu diberikan untuk mencegah infeksi berulang lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat cacing yang disarankan.

– Memberikan pengobatan pada individu berdasarkan intensitas penyakit atau infeksi yang telah lalu.

– Memberikan pengobatan pada semua individu pada daerah endemis.

– Memberikan pengobatan pada kelompok tertentu dengan frekuensi infeksi tinggi seperti anak-anak sekolah dasar.

– Memberikan pendidikan tentang cara-cara pencegahan ascariasis.

Baca juga artikel menarik lainnya disini