skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Epidemiologi Penyakit Hepatitis

Epidemiologi Penyakit Hepatitis

Secara umum kita mengetahui, penyebaran virus hepatitis A terutama terjadi secara vecal oral. Penyebaran ini biasanya terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Banyak kejadian menunjukkan, bahwa di negara-negara berkembang sering terjadi wabah hepatitis A yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

epidemiologi hepatitis A

Secara definisi, hepatitis adalah proses peradangan difus pada jaringan hati dengan penyebabnya adalah virus (Virus Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G, juga Cytomegalovirus, Epstein Barr, Rubella, Yellow Fever, Coxakie, dan lain-lain), bakteri maupun induksi dari obat-obatan. Sedangkan hepatitis viral adalah suatu penyakit infeksi oleh viral yang memberikan suatu spectrum tanda-tanda manifestasi laboratorium yang luas.

Sementara secara etiologi, menurut PAPDI (1996), ikterus epidemik (hepatitis) dilaporkan pertama kali oleh Hipocrates, kemudian banyak laporan tentang epidemi penyakit ini terutama pada saat perang dunia ke-2. Semakin meningkatnya pengetahuan dibidang kedokteran, klasifikasi dari virus hepatitis semakin bertambah. Sebagian besar kasus dari hepatitis viral  akut disebabkan oleh salah satu virus hepatitis yaitu Viru Hepatitis A, B, C, D, E dan G.

Menurut Chin J (2006), penyebab hepatitis A adalah karena virus yang disebut juga sebagai Infectious Hepatitis, Epidemic Hepatitis, Epidemic Jaundice, Catarrhal jaundice, Hepetitis Tipe A atau HA . Pada wilayah non endemis, gejala hepatitis A pada orang dewasa biasanya ditandai dengan demam, malaise, anoreksia, nausea dan gangguan abdominal, diikuti dengan munculnya ikterus dalam beberapa hari. Di sebagain besar negara bekembang, infeksi virus hepatitsi A terjadi pada masa kanak-kanak umumnya asimtomatis atau dengan gejala sakit ringan. Infeksi yang terjadi pada usia selanjutnya hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium terhadap fungsi hati. Penyakit ini mempunyai gejala klinis dengan spektrum yang bervariasi mulai dari ringan yang sembuh dalam 1-2 minggu sampai dengan penyakit dengan gejala yang berat yang berlangsung sampai beberapa bulan.

Perjalanan penyakit yang berkepanjangan dan kambuh kembali dapat terjadi dan penyakit berlangsung lebih dari 1 tahun ditemukan pada 15% kasus, tidak ada infeksi kronis pada hepatitis A. Konvalesens sering berlangsung lebih lama. Pada umumnya, penyakit semakin berat dengan bertambahnya umur, namun penyembuhan secara sempurna tanpa gejala sisa dapat terjadi.

Kematian kasus dilaporkan terjadi berkisar antara 0.1% – 0.3%, meskipun kematian meningkat menjadi 1.8% pada orang dewasa dengan usia lebih dari 50 tahun, seseorang dengan penyakit hati kronis apabila terserang hepatitis A akan meningkat risikonya untuk menjadi hepatitis A fulminan yang fatal. Pada umumnya, hepatitis A dianggap sebagai penyakit dengan case fatality rate yang relatif rendah.

Masih menurut Chin J (2006), diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya antibodi IgM terhadap virus hepatitis A (IgM anti-HAV) pada serum sebagai pertanda yang bersangkutan menderita penyakit akut atau penderita ini baru saja sembuh. IgM anti-HAV terdeteksi dalam waktu 5-10 hari setelah terpajan. Diagnosa juga dapat ditegakkan dengan meningkatnya titer antibodi spesifik 4 kali atau lebih dalam pasangan serum, antibodi dapat dideteksi dengan RIA atau ELISA. (Kit untuk pemeriksaan IgM dan antibodi total dari virus tersedia luas secara komersial). Apabila pemeriksaan laboratorium tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka bukti-bukti epidemiologis sudah dapat mendukung diagnosis.

Epidemiologi dan Penyebab Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan karena virus hepatitis A (HAV). Virus ini merupakan picornavirus yang berukuran 27-nm (merupakan virus positive strain RNA). Virus tersebut dikelompokan kedalam Hepatovirus, anggota famili Picornaviridae.  Virion ini memiliki kapsul polipeptida, didesain dari VP1 sampai VP4, dimana setelah translasi pembelahan dari poli protein memproduksi 7500 genomnukleotida. Virus akan inaktif bila dilakukan perebusan selama 1 menit, kontak dengan formaldehid dan klorida atau dengan radiasi ultraviolet.

Menurut Rahardjo B.S (2003), insiden kasus hepatitis A dipengaruhi oleh umur, ras (suku), sosio-ekonomi dan geografi suatu daerah. Insiden terbesar ditemukan pada usia < 15 tahun. Lali-laki mempunyai resiko yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Lebih sering menyerang manusia dengan daya tahan tubuh yang rendah, meskipun demikian penyakit ini lebih sering didapatkan pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Laporan mengenai epidemi sering didapatkan pada suatu institusi, barak militer, restauran dan pusat pengasuhan anak.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.