skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Etiologi Penyakit Gastritis Kronis!

Etiologi Penyakit Gastritis Kronis!

Penyakit gastritis merupakan pembengkakan atau peradangandi lapisan lambung. Gastritis ini bisa berlangsung hanya untuk waktu singkat saja atau bisa juga untuk waktu hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Apabila Anda bingung dengan istilah gastritis, orang awam sering menyebut gastritis dengan sakit maag.

Gastritis Kronis

Suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun.

Gastritis kronis

Inflamasi lambung yang lama dapat disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung atau bakteri helicobacter pylory (H.Pylory).

Etiologi Penyakit Gastritis Kronis

Berikut beberapa penyebab daru penyakit gastritis:

– Anemia penyakit adisson dan gondok

– Anemia kekurangan besi idiopatik

– Ulkus lambung kronik

– Imunologi.

Aspek imunologi dan bakteriologis

  1. Aspek imunologi

Hubungan antara sistem imun dan Gastritis kronis jelas dengan ditemukannya autoantibodi terhadap faktor intristik lambung dan sel parietal pada pasien dengan anemia pernisiosa, pasien Gastritis kronik yang antibodi sel parietalnya positif dan berlanjut menjadi anemia pernisiosa mempunyai ciri-ciri khusus, secara histopalogis berbentuk Gastritis kronik atrofik predominasi korpus dapat menyebar ke antrum dan hipergastrinemia.

  1. Aspek bakteriologis

Gastritis yang ada hubungannya dengan helicobacter pylori lebih sering dijumpai dan bisanya berbentuk Gastritis kronik aktif antrum.

Komplikasi Penyakit Gastritis

Jika dibiarkan tidak terawat, gastritis akan dapat menyebabkan ulkus peptik dan pendarahan pada lambung. Beberapa bentuk gastritis kronis dapat meningkatkan resiko kanker lambung, terutama jika terjadi penipisan secara terus menerus pada dinding lambung dan perubahan pada sel-sel di dinding lambung.

Obat Untuk Gastritis

Beberapa obat untuk penderita gastritis yaitu:

  1. Paracetamol

Paracetamol adalah salah satu obat yang masuk ke dalam golongan analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini dipakai untuk meredakan rasa sakit ringan hingga menengah, serta menurunkan demam. Untuk orang dewasa, dianjurkan untuk mengonsumsi paracetamol 1-2 tablet sebanyak 500 miligram hingga 1 gram tiap 4-6 jam sekali dalam 24 jam.

Paracetamol mengurangi rasa sakit dengan cara menurunkan produksi zat dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah unsur yang dilepaskan tubuh sebagai reaksi terhadap kerusakan jaringan atau infeksi, yang memicu terjadinya peradangan, demam, dan rasa nyeri. Paracetamol menghalangi produksi prostaglandin, sehingga rasa sakit dan demam berkurang.

Interaksi Obat

Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, paracetamol bisa menimbulkan reaksi berupa peningkatan efek samping atau justru mengurangi efektivitas paracetamol itu sendiri. Untuk menghindarinya, jangan mengonsumsi paracetamol dengan obat-obatan di bawah ini:

  • Warfarin (obat yang biasanya digunakan untuk mencegah pembekuan darah).
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi).
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang).
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal).
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah).
  • Imatinib atau busulfan (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker jenis tertentu.
  • Lixisenatide (obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2).
  • Ketoconazole (salah satu jenis obat antijamur).
  1. Antibiotik

Antibiotik sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan atas inisiatif pribadi karena bisa berdampak buruk pada kesehatan di masa depan. Terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jenis pengobatan untuk infeksi yang Anda alami. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik yang aman selalu memerlukan petunjuk dari dokter yang telah terlatih secara medis untuk bertahun-tahun.

Sebelum meresepkan antibiotik kepada seorang pasien, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa infeksi itu disebabkan oleh bakteri atau parasit yang memang bisa dimusnahkan oleh antibiotik. Jika infeksi disebabkan oleh virus, maka mengonsumsi antibiotik bukan hanya langkah yang salah dan tidak efektif tapi bisa merugikan tubuh kita.

Salah satu alasan mengapa antibiotik termasuk dalam golongan obat resep dan bukan obat bebas adalah karena hanya dokter yang bisa membedakan infeksi akibat bakteri dari infeksi lain yang tidak bisa ditangani oleh antibiotik.

Apa Itu ElderlyCare?

Elderlycare adalah Produk PT. Autoimun Care Indonesia yang merupakan Formula Organik yang diciptakan khusus untuk membantu menyembuhkan penyakit Maag, membantu mengatasi Gangguan pada Sistem Pencernaan, dan membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Elderlycare ini di Produksi dengan teknologi canggih Nanotechnology yang dapat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan gangguan pencernaan tubuh serta membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.