skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Faktor Risiko Penyakit Hemangioma!

Faktor Risiko Penyakit Hemangioma!

Hemangioma adalah tanda lahir berbentuk tonjolan kenyal berwarna merah terang pada kulit akibat adanya pertumbuhan berlebih (proliferasi) dari pembuluh darah. Warna merah pada hemangioma muncul karena adanya pembuluh darah di permukaan yang melebar. Terkadang hemangioma bisa berwarna kebiruan atau ungu jika terjadi pada pembuluh darah di lapisan yang lebih dalam.

Hemangioma bisa terdapat di bagian tubuh manapun, namun paling sering ditemukan di kulit kepala, punggung, dada, atau wajah.

Penyakit ini termasuk jenis tumor pembuluh darah yang tidak ganas dan jarang menimbulkan komplikasi. Kemunculan hemangioma biasanya terjadi beberapa bulan setelah bayi lahir.

Sekitar 50 persen hemangioma menyusut ketika anak berusia 5 tahun dan pada akhirnya memudar setelah usia 10 tahun. Hemangioma   umumnya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika pertumbuhannya sangat besar dan mengganggu.

Faktor Risiko Penyakit Hemangioma

Bayi perempuan mempunyai resiko tiga kali lebih besar untuk menderita hemangioma dibanding bayi laki-laki, dan insidensi meningkat pada bayi prematur. Kurang lebih 55% hemangioma ditemukan pada saat lahir, dan perkembangannya pada saat minggu pertama kehidupan. Dulunya, hemangioma menunjukkan fase proliferasi awal, involusinya lambat, dan kebanyakan terjadi resolusi yang komplit.

Jarang sekali hemangioma menunjukkan pertumbuhan tumor pada saat lahir. Walaupun perjalanan penyakit dari hemangioma sudah diketahui, sangat sulit untuk memprediksi durasi dari pertumbuhan dan fase involusi untuk setiap individu.

Superfisial hemangioma biasanya mencapai ukuran yang maksimal sekitar 6-8 bulan, tapi hemangioma yang lebih dalam mungkin berproliferasi untuk 12-14 bulan. Pada beberapa kasus dapat mencapai 2 tahun.

Onset dari involusi lebih susah untuk diprediksi tapi biasanya digambarkan dari perubahan warna dari merah menyala ke ungu atau keabu-abuan. Kira-kira 20-40% dari pasien mempunyai sisa perubahan dari kulit, hemangioma pada ujung hidung, bibir, dan daerah parotis biasanya involusinya lambat dan sangat besar. Hemangioma superfisial pada muka sering meninggalkan noda berupa sikatrik

Diagnosis Penyakit Hemangioma

Diagnosis hemangioma bisa dilakukan hanya melalui pemeriksaan fisik. Sebagai penunjang diagnosa, dapat dilakukan pemeriksaan dengan Dopler ultrasound untuk melihat peredaran darah yang melalui area hemangioma guna membedakannya dengan ruam lain yang memiliki ciri sama (misalnya rubella, campak, atau akrodermatitis).

Pemeriksaan ini juga dapat membantu dokter untuk memastikan apakah hemangioma bertambah besar, menetap atau menyusut. Jika pertumbuhan  hemangoma terlihat tidak biasa atau memunculkan luka, maka dapat dilakukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit.

Pengobatan Penyakit Hemangioma

Tersedianya alat-alat canggih kedokteran saat ini memungkinkan adanya berbagai jenis terapi yang bisa dilakukan oleh penderita hemangioma. Tentu saja dengan keuntungan dan kerugiannya masing-masing.

Pada umumnya cara merawat hemangioma dibedakan menjadi dua macam, yakni :

  1. Terapi secara konservatif yaitu dimana secara alamiah hemangioma mengalami perubahan dalam bulan-bulan pertama, kemudia mencapai besar maksimum dan setelah itu terjadi regresi (penyusutan dan penciutan) spontan sekitar usia 12 bulan. Hemangioma terus mengalami regresi sampai usia 5 tahun.
  2. Terapi secara aktif yaitu:

– tindakan bedah,

– radiasi,

– penggunaan kortikosteroid dan elektrokoagulasi.

Pengobatan Penyakit Hemangioma Metode Radiasi

Pengobatan radiasi pada tahun-tahun terakhir ini sudah banyak ditinggalkan karena:

– Penyinaran berakibat kurang baik pada anak-anak yang pertumbuhan tulangnya masih sangat aktif.

– Komplikasi berupa keganasan yang terjadi pada jangka waktu lama.

– Menimbulkan fibrosis pada kulit yang masih sehat yang akan menyulitkan bila diperlukan suatu tindakan.