skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyebab Dan Faktor Resiko Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Penyebab Dan Faktor Resiko Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik adalah kerusakan pada bagian ginjal yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Banyak orang mengalami penyakit gagal ginjal kronik namun tidak mengeluhkan gejala apapun pada awalnya. Hal ini dikenal sebagai fase “asimtomatik” dari penyakit.

  • Seiring penurunan fungsi ginjal, penderita dapat mengalami gejala berikut:
  • Buang air kecil dengan volume dan frekuensi kurang dari normal.
  • Sangat mengantuk atau sulit untuk tidur.
  • Pembengkakan pada bagian tubuh yang tidak seharusnya, dan penambahan berat badan dari penumpukan cairan dalam jaringan Anda (edema).
  • Merasa mual atau muntah.
  • Merasa sangat lelah.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Gatal yang parah di seluruh tubuh.
  • Sakit kepala, atau kesulitan berpikir jernih.
  • Merasakan sensasi logam di mulut.

Penyebab Dan Faktor Resiko Penyakit Ginjal Kronik

Penyebab utama gagal ginjal kronik yaitu:

  • Beberapa obat yang pernah digunakan dalam penyembuhan penyakit juga dapat mengakibatkan kerusakan ginjal, memicu gagal ginjal kronik.
  • Infeksi, infeksi pada sistem urin, gagal jantung kongestif, diabetes serta tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan penyakit ini.
  • Berbagai kondisi yang menyebabkan kurangnya supply darah untuk ginjal, urin yang tersumbat atau gagal ginjal kemungkinan menjadi penyebab penyakit ini.

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami gagal ginjal kronik.

  • Usia: berlebihan dalam berolahraga dan menurunnya tingkat kesehatan seiring Anda menua.
  • Makanan yang mengandung banyak protein dan lemak: mengonsumsi makanan yang tidak begitu banyak mengandung protein dan lemak dapat membantu Anda mengurangi risiko terkena gagal ginjal.
  • Etnisitas: orang Afrika, Amerika, dan suku asli Amerika memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan ras lainnya.
  • Jenis kelamin: pria lebih berisiko daripada wanita.
  • Riwayat kesehatan keluarga: riwayat keluarga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan diabetes dan tekanan darah tinggi, pemicu utama gagal ginjal kronik.
  • Penggunaan jenis obat tertentu: hentikan penggunaan obat-obatan yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, misalnya analgesik serta beberapa jenis antibiotik NSAIDS.

Pengobatan Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Dengan teknologi yang pesat beberapa cara telah diuji untuk menangani masalah ini antara lain dengan cuci darah, operasi transplantasi dan berbagai cara lainnya membuat angka kematian karena penyakit ini semakin menurun. Berikut pengobatan medis yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ginjal.

  1. Operasi Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal merupakan suatu tindakan operasi dimana mengganti organ ginjal seseorang yang telah rusak dengan organ ginjal baru dari si pendonor, dimana organ ginjal yang baru dipastikan dulu tingkat kesehatannya.

Transplantasi melibatkan 2 proses operasi, pertama pengangkatan ginjal dari tubuh pendonor yang disebut dengan eksplanasi dan tahap kedua adalah pencangkokan pada tubuh yang membutuhkan ( implantasi ). Beberapa dampak negatif dan positif dapat terjadi karena operasi ini tergantung dari ginjal si pendonor.

Dengan menggunakan ginjal dari pendonor yang telah meninggal dampak negatif yang ditimbulkan antara lain:

  • Waktu ketika dibutuhkan tidak selalu tepat atau tidak selalu ada organ ginjal tersebut.
  • Ginjal telah mengalami mati fungsi meskipun hanya beberapa saat.
  • Ginjal orang yang telah meninggal tidak selalu sesuai dengan kondisi pasien.
  • Mahalnya proses transplantasi ginjal.

Apabila pendonor ginjal masih hidup proses transplantasi akan menjadi lebih efektif. Biasanya waktu tunggu lebih sebentar, ginjal masih dalam keadaan sehat, biayanya lebih murah dan kualitas hidup lebih meningkat.

Tapi sebelum itu pendonor harus terlebih dahulu menjalani beberapa proses pengujian untuk memastikan bahwa ginjal yang akan di donor kan masih dalam keadaan baik dan sehat.

  1. Program Hemodialisis (Cuci Darah)

Pandangan buruk sebagian masyarakat mengenai program ini malah membuat keterlambatan pengobatan pada beberapa kasus penyakit penyakit ginjal. Tidak semua pasien penyakit ginjal akan melakukan proses cuci darah seumur hidup.

Lamanya pasien harus melakukan cuci darah tergantung seberapa parah penyakit ginjal yang dialaminya. Hemodialisis terjadi pada penderita penyakit ginjal kronik dan akut dalam fase tertentu.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal Obat Penyakit Ginjal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.