skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Kenali Gejala Awal Demam Berdarah

Kenali Gejala Awal Demam Berdarah

Penyakit DBD atau yang biasa disebut dengan demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur yang gigitan menghisap manusia. Selama nyamuk aedes aegypti tidak terkontaminas virus dengue maka gigitan nyamuk DBD tersebut tidak berbahaya.

Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita DBD maka nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu perlu dalam pengendalian jika gejala awal demam berdarah atau jenis nyamuk aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang yang satu ke orang lainnya.

Gejala awal demam berdarah yang biasa timbul yaitu:

1. Trombosit atau keping darah menurun

Selain sel darah merah dan sel darah putih, perlu anda ketahui masih ada satu jenis darah lagi yang ada di dalam tubuh manusia. Namanya adalah trombosit. Fungsinya untuk menaikan sistem kekebalan tubuh agar manusia bisa terhindar dari segala penyakit. Trombosit dapat bekerja dengan optimal jika kadar trombosit ini berada dalam jumlah normal, yaitu 150.000-450.000 per mikro liter darah.

2. Darah keluar dari rongga tubuh

Bagaimana bisa darah yang ada di dalam tubuh keluar dari rongga tubuh? Sebab darah yang harusnya ada di dalam aliran pembuluh darah tidak bisa berjalan. Ini karena pembuluh darah yang kecil salurannya.

Darah yang juga memiliki molekul besar tidak muat masuk ke dalam pembuluh darah. Maka ia akan mengalir bebas, mengambang di tubuh manusia. Hal ini juga bisa mengakibatkan darah mengalir pada rongga tubuh yang bisa kontak langsung dengan dunia luar. Misalnya mulut, hidung, mata, telinga, dan kulit yang memiliki pori-pori besar.

3. Resiko kebocoran pada darah

Penderita penyakit demam berdarah akan memiliki resiko kebocoran darah. Dalam tubuh manusia, semuanya sudah di atur jalannya. Tidak ada yang bebas mengambang di dalam tubuh. Termasuk darah. Alirannya berada di pembuluh darah.

Kemudian mengalir ke organ tubuh. Jika pembuluh darahnya mengecil, maka darah tidak bisa mengalir. Maka apa yang akan terjadi? Kebocoran. Darah akan masuk ke seluruh rongga tubuh yang bukan jalannya. Ini bisa berakibat fatal jika di biarkan.

4. Penyempitan pembuluh darah

Bahaya kedua yang akan mengintai penderita penyakit demam berdarah adalah mampu membuat pembuluh darah menyempit. Ini di sebabkan karena trombosit atau keping darah yang semakin lama semakin menurun kadarnya sehingga pembuluh jadi mengecil. Padahal hal ini di nilai membahayakan. Harusnya darah bisa mengalir ke beberapa organ penting seperti otak dan jantung akan terhambat.

5. Kepala terasa sangat pusing

Harusnya darah berada di dalam tubuh manusia. Berada dalam pembuluh darah, mengalir dari jantung ke seluruh tubuh serta ke otak. Karena organ organ inilah yang paling membutuhkan darah. Sayangnya jika pembuluh darah menyempit, maka darah yang mengalir tidak sesuai dengan porsinya.

Padahal jantung sudah bekerja sebagaimana mestinya. Hanya saja tidak mengalir ke otak, atau hanya sedikit saja. Hal ini membuat penderita penyakit demam berdarah mengalami pusing karena otak mengalami kekurangan oksigen.

6. Resiko tinggi kematian

Inilah bahaya demam berdarah yang paling fatal. Penderita yang sudah mengalami kekurangan darah atau bahkan pendarahan parah akan berisiko tinggi pada kematian. Karena darah yang ada di dalam tubuh tidak berada dalam kondisi normal. Otak dan jantung pun tidak mendapat pasokan oksigen yang adekuat. Terlambat sedikit saja dalam pemberian pertolongan, penderita ini akan meninggal.

Baca juga mengenai perawatan pada penderita demam berdarah di sini.