skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit Demam Thypoid Pada Orang Dewasa

Gejala Penyakit Demam Thypoid Pada Orang Dewasa

Penyakit typus atau dalam istilah medis dikenal dengan typhoid fever adalah suatu penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pencernaan. Masuknya bakteri ke organ pencernaan adalah kondisi dimana penyakit typus terjadi.

Banyak orang yang pernah menderita penyakit typus, dan lebih banyak ditemui dari kalangan anak anak, sebab anak anak yang lebih rentan untuk di infeksi oleh apa pun. Penyakit typus termasuk penyakit yang sering di indonesia, sebab di perkirakan terjadinya typus lebih sering di negara berkembang, faktor kebersihan yang masih belum maksimal juga pengaruhnya.

Karena penyakit typus disebabkan oleh infeksi bakteri, maka penyakit ini juga termasuk penyakit yang menular. Untuk itu hati hati tertular dengan seseorang yang sedang menderita penyakit typus.

Penyakit typus dibutuhkan penanganan yang tepat agar infeksi tidak semakin parah, dan juga tidak menyebabkan bakteri berkembang biak di dalam tubuh semakin banyak. Makanan dan minuman bisa menjadi media penularan untuk itu lebih hati hati.

Berikut gejala penyakit demam thypoid yang harus diketahui, sebagai berikut:

  1. Sakit Perut, Mual, dan Muntah

Sama seperti anak-anak, gejala thypoid pada orang dewasa juga ditandai dengan sakit perut. Sakit perut ini disebabkan karena pembengkakan pada limfa dan hati. Selain itu, infeksi di usus 12 jari juga mengakibatkan penderita thypoid mengalami diare.

Bahkan, thypoid juga dapat membuat penderitanya mengidap maag dan rasa sakit di bagian ulu hati. Kondisi ini juga membuat penderita thypoid sering merasakan mual bahkan tidak jarang disertai juga dengan muntah-muntah.

  1. Demam Tinggi

Orang dewasa yang mengalami thypoid juga akan mendapatkan demam tinggi dengan suhu tubuh menjadi 40 derajat celcius.

Demam ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan tak jarang juga disertai dengan sakit kepala yang tidak tertahankan. Kondisi ini akan membuat tubuh penderitanya menjadi lemah dan tidak dapat beraktivitas.

  1. Nyeri Otot dan Pegal-Pegal

Rasa pegal dan nyeri otot kerap kali dirasakan oleh pasien thypoid. Padahal, mereka tidak melakukan aktivitas berat yang membuat tubuh mereka mengalami gejala ini. Gejala ini juga akan sangat mengganggu di malam hari sehingga penderitanya kesulitan tidur.

  1. Lidah Putih dan Bergetar

Lidah penderita thypoid memiliki warna putih di tengahnya dan bintik-bintik merah di tepinya. Bahkan, penderita thypoid juga kerap kali mengalami tremor, yakni lidah bergetar dengan sendirinya.

  1. Denyut Nadi Melambat

Jika diperhatikan, orang yang memiliki demam tinggi maka denyut nadinya akan meningkat. Akan tetapi, hal itu tidak terjadi pada pasien thypoid. Meskipun suhu tubuhnya tinggi karena demam, denyut nadi mereka justru semakin lambat. Kondisi ini diakibatkan karena racun dari bakteri penyebab thypoid melemahkan denyut nadi penderitanya.

  1. Kebingungan

Kondisi tubuh yang makin melemah dan demam tinggi dapat mengakibatkan penderita thypoid jadi lebih mudah kebingungan. Mereka akan kesulitan berkonsentrasi pada suatu hal. Akibatnya, aktivitas sehari-hari penderita thypoid jadi terganggu.

  1. Kehilangan Nafsu Makan

Tak hanya anak-anak yang kehilangan nafsu makan saat sedang sakit thypoid, tetapi orang dewasa juga bisa kehilangan nafsu makannya. Jika ini dibiarkan terus menerus, pasien thypoid akan semakin lemah dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Diagnosa Penyakit Thypoid

Diagnosa penyakit demam typhoid bisa dibuat dengan cara membiakan kuman yang berada dalam darah, sumsum tulang ataupun dalam kotoran penderita penyakit ini.

Lalu dengan test Widal untuk menentukan jumlah titer konsentrasi antibody yang dibentuk oleh tubuh untuk melawan kuman Salmonella typhi ini, yaitu titer antibody O (somatik kuman) dan titer antibody H (bulu getar flagela kuman), tentu sebelumnya kita harus memikirkan kemungkinan penyakit lain yang mirip gejalah dan tandanya, seprti penyakit malaria, disentri atau penyakit radang paru pneumonia.

Seringkali penderita diberikan pengobatan antibiotika khloramfenicol sambil menunggu hasil test Widal dan biakan kuman dari darah dan kotorannya. Ini disebabkan proses test Widal ini memakan waktu, sehingga menjadi terlambat pengobatannya bila harus menunggu hasil test Widal ini.