skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit Diare Dan Pengobatannya Apa Saja?

Gejala Penyakit Diare Dan Pengobatannya Apa Saja?

Penyakit Diare terjadi ketika makanan dan cairan yang Anda makan berlalu terlalu cepat dan/atau terlalu besar jumlahnya pada saluran pencernaan (usus). Secara normal, usus besar akan menyerap cairan dari makanan yang Anda makan, dan meninggalkan kotoran (tinja) yang setengah padat.

Akan tetapi ketika cairan dari makanan yang Anda makan tidak diserap, maka hasilnya adalah kotoran (feses) yang cair atau encer. Penyakit Diare mungkin berhubungan dengan infeksi virus atau bakteri dan terkadang efek dari keracunan makanan.

Secara umum penyebab diare antara lain:

– Infeksi virus. Rotavirus Adalah penyebab diare pada anak (akut) yang paling sering.

– Infeksi bakteri dan parasit. Masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

– Intoleransi makanan. Paling sering adalah intoleransi laktosa (gula pada susu) pada sebagian orang, sehingga diare terjadi setelah makan/minum produk susu.

– Alergi makanan.

– Reaksi negatif terhadap obat-obatan. Banyak obat-obatan yang dapat menyebabkan diare. Yang paling sering adalah antibiotik. Antibiotik membunuh bakteri baik dan jahat, yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal (bakteri baik) dalam usus.

– Penyakit usus. Biasanya menimbulkan Diare kronis, dengan banyak penyebab, seperti penyakit Crohn, ulcerative colitis, penyakit celiac, kolitis mikroskopik dan sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome).

– Gangguan usus fungsional (stress).

– operasi kandung empedu atau lambung.

Gejala Penyakit Diare

Pada prinsipnya diare terjadi akibat gangguan sistem percernaan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan penyerapan, gangguan pengeluaran enzim usus, ataupun gangguan gerakan usus yang disebabkan oleh bakteri ataupun nonbakteri sehingga mengakibatkan perubahan jumlah ataupun konsentrasi sisa makanan yang akan dibuang.

Dengan demikian, gejala yang akan ditemui sebagian besar adalah gejala dari sistem pencernaan. Adapun gejala diare meliputi:

– Peningkatan frekuensi buang air besar

– Pada bayi dapat dijumpai kemerahan pada kulit sekitar bokong

– Bila penyebabnya adalah infeksi dapat disertai demam;

– Peningkatan jumlah tinja per buang air besar

– Pengenceran konsistensi tinja

– Rasa melilit di perut

– Kembung, sering buang gas dan bersendawa

– Mual, muntah

– Bila terjadi dehidrasi penderita akan lemas, ujung jari teraba dingin, hingga penurunan kesadaran.

Pemeriksaan Penyakit Diare

Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi. Pada sebagian kasus, dokter perlu melakukan pemeriksaan rektum, meneliti sampel tinja, atau bahkan pemeriksaan darah.

Pengobatan Penyakit Diare

Jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita, terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung.

Pengobatan Penyakit Diare

Adapun cara pengobatan untuk diare yaitu:

– Minum jus buah tanpa gula tambahan

– Konsumsi makanan kaya akan potassium, seperti pisang, kentang

– Konsumsi makanan dan minuman kaya akan sodium, seperti air kaldu, sup, minuman energi, dan biskuit asin

– Konsumsi makanan kaya akan serat, seperti pisang, oatmeal, nasi

– Batasi makanan dengan krim, gorengan, dan makanan manis, yang dapat memperburuk diare

– Hindari kafein, teh, dan minuman ringan

– Hindari produk susu dan makanan yang kaya akan magnesium.

Mencegah Penyakit Diare

Beberapa cara untuk pencegahan penyakit diare yaitu:

– Utamakan bahan makanan yang segar.

– Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

– Mencuci tangan sebelum makan.

– Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran.

– Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.

Anda dapat membaca artikel kita lainnya disini