skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Sakit Hepatitis B

Gejala Sakit Hepatitis B

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh adanya virus hepatitis B (VHB), suatu anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai serum hepatitis dan telah menjadi epidemik pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.

Penyebab

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan semen, dan cairan vagina. Faktor risiko menderita hepatitis B tinggi pada orang hitam non-Hispanik, laki-laki, pengguna kokain, orang dengan pasangan seksual multipel, dan orang dengan pendidikan rendah.

Hepatitis B dapat menular melalui:

– Darah: penerima donor darah, pengguna jarum suntik tidak steril, pasien cuci darah, pekerja kesehatan, serta pekerja yang terpapar dengan darah.

– Hubungan seksual.

– Lapisan lendir atau jaringan: tertusuk jarum, penggunaan ulang alat medis yang terkontaminasi, tato, akupunktur, tindik, penggunaan bersama pisau cukur, sikat gigi dan silet.

– Dari ibu hamil penderita hepatitis B dapat juga menularkan ke janinnya saat melahirkan. Metode ini merupakan metode penularan paling sering di negara berkembang.

Hepatitis B tidak menular melalui sentuhan tangan, pemakaian peralatan makan/minum penderita, ciuman, pelukan, batuk, bersin, atau menyusui. Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh terbawa aliran darah sampai ke hati, di mana virus ini berkembang biak di dalam sel hati. Sel pertahanan tubuh manusia berusaha mengilangkan virus ini dengan menyerang sel hati, sehingga terjadi peradangan dan kerusakan hati.

Terdapat perbedaan infeksi hepatitis B pada bayi baru lahir (banyak ditemui di negara berkembang) dan pada orang dewasa (banyak ditemui di negara barat). Infeksi hepatitis B pada bayi baru lahir berkaitan dengan toleransi pertamanan tubuh terhadap virus hepatitis B, tidak adanya gejala akut, namun cenderung menetap dan menjadi kronik seumur hidup.

Akibat dari infeksi ini dapat muncul beberapa dekade kemudian dalam bentuk pengerasan hati atau kanker hati. Sebaliknya, pada remaja atau dewasa reaksi pertahanan tubuh terhadap virus hepatitis B mencukupi sehingga timbul berbagai gejala akut, namun pada akhirnya dapat sembuh spontan tanpa menjadi kronis.

Klasifikasi Hepatitis B

Hepatitis B dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hepatitits B akut dan hepatitis B kronis. Hepatitis B akut terjadi pada 1 sampai 4 bulan pertama sejak terinfeksi virus hepatitis B.

Bagi sebagian orang yang terinfeksi hepatitis B, mereka tidak memiliki gejala tetapi yang lain memiliki gejala seperti:

– Demam

– Nyeri di daerah hati

– Timbulnya ruam pada telapak tangan

– Darah terlalu encer sehingga sulit membeku

– Gangguan penglihatan karena penurunan penyerapan vitamin A

– Gejala yang menyerupai penyakit flu

– Sering kelelahan

– Kehilangan nafsu makan

– Perut terasa mual

– Warna kulit dan putih mata menjadi berwarna kuning

– Dapat pula terjadi osteoporosis karena penurunan penyerapan vitamin D

Dalam kasus yang jarang terjadi, misalkan pada penyakit yang disebut dengan hepatitis fulminan. Penyakit ini terjadi karena kerusakan hati yang sangat parah, sehingga organ hati berhenti berfungsi. Kondisi ini mengancam nyawa penderitanya dan dapat menyebabkan masalah pendarahan yang dapat mengakibatkan kematian.

Diagnosis pada Hepatitis B

Diagnosis hepatitis B dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan darah, yakni tes antigen dan antibodi untuk virus hepatitis B, serta pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati.

Ada tiga jenis pemeriksaan antigen dan antibodi untuk hepatitis B, yakni hepatitis B surface antigen (HbsAg), hepatitis B core antigen (HbcAg), antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg). Masing-masing tes ini memiliki fungsi yang berbeda, dan akan dijelaskan lebih mendetail pada bagian diagnosis.

Tes fungsi hati dilakukan untuk memeriksa kemungkinan menderita penyakit hati lainnya. Hal ini dikarenakan gejala hepatitis B seringkali menyerupai penyakit lainnya, terutama gangguan di hati. Pada pemeriksaan ini, akan dilihat apakah terdapat peningkatan enzim hati, yang menandakan bahwa hati Anda sedang berada di bawah tekanan atau sedang mengalami gangguan tertentu.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.