skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Sakit Hepatitis C

Gejala Sakit Hepatitis C

Penyakit hepatitis C merupakan peradangan pada organ liver (hati) yang disebabkan oleh penyebaran virus hepatitis C. Virus hepatitis C yang masuk ke organ hati melalui aliran darah ini kemudian akan merusak sistem kerja organ hati (liver) dan menginfeksi jaringan sel-sel di sekitar organ hati.

Sekitar 15% dari kejadian infeksi hepatitis C ini bersifat akut. Artinya secara spontan tubuh membersihkan infeksi hepatitis C tanpa adanya toleransi. Dan 85% lainnya kejadian infeksi hepatitis C ini bersifat kronis dan seiring berjalannya waktu akan merusak organ hati, kemudian timbul penyakit baru di seputar organ hati seperti sirosis hati dan fatty liver (pembengakkan hati) bahkan jika kekebalan tubuh penderita hepatitis C ini semakin melemah, virus hepatitis C ini akan semakin mudah untuk berkembang biak hingga menimbulkan penyakit kanker hati yang kronis.

Gejala umum yang terlihat dari penderita penyakit hepatitis C adalah kelelahan kronis. Namun kelelahan juga dapat disebut sebagai efek samping dari pengobatan hepatitis C. Untuk menghilangkan rasa lelah kronis ini, pendertita hepatitis C ini dianjurkan untuk beristirahat cukup dan melalukan olahraga ringan.

Hal unik dari penyakit hepatitis C ini adalah gejala yang ditujukkan tidak begitu terlihat meski infeksi virus hepatitis C ini terlah terjadi bertahun-tahun. Penderita penyakit hepatitis C ini layaknya seperti orang yang sehat (tidak menderita hepatitis), hanya kelelahan kronis yang terlihat dan sering dialami.

Gejala Hepatitis C

Kebanyakan orang (sekitar 70% – 80%) dengan infeksi Hepatitis C akut tidak menunjukkan tanda-tanda hepatitis C. Jika gejala Hepatitis C memang terjadi, biasanya muncul dalam waktu dua minggu sampai enam bulan setelah terkena virus. Gejala Hepatitis C umumnya ringan dan seperti flu dengan gambaran sebagai berikut:

– Merasa sangat lelah

– nyeri otot

– nyeri sendi

– Sakit Demam

– Mual atau nafsu makan yang buruk

– sakit perut

– kulit gatal

– Air seni (urin) berwarna gelap atau coklat pekat.

Selain itu bagian putih mata menjadi berwarna kuning atau ikterik, atau dikenal dengan sakit kuning karena gangguan hati.

Gejala di atas memang sama dengan hepatitis Akut lainnya.

Karena infeksi HCV biasanya tidak menimbulkan gejala atau gejalanya sangat ringan selama tahap awal, banyak orang tidak tahu bahwa mereka memilikinya sampai terjadi kerusakan hati – kadang pada dekade berikutnya -. Beberapa orang yang terinfeksi HCV mengalami gejala dalam waktu yang singkat ( hingga enam bulan ) dan kemudian sembuh dengan sendirinya. Ini disebut Hepatitis C Akut. Tapi kebanyakan orang (sekitar 75 % – 85 %) penyakitnya akan terus berkembang dalam jangka waktu yang panjang atau disebut dengan Hepatitis C Kronis.

Cara Penularan Hepatitis C

Virus hepatitis C berkembang dalam darah. Karena itu, kita akan tertular hepatitis C jika mengalami kontak dengan darah penderita.

Cara penularan hepatitis C yang paling umum terjadi adalah melalui jarum suntik, misalnya pengguna obat-obatan terlarang yang berbagi jarum suntik atau menjalani proses pembuatan tato di tempat yang tidak memiliki peralatan steril. Di samping itu, saling meminjamkan barang pribadi seperti gunting kuku dan sikat gigi serta hubungan seks bebas juga dapat mempertinggi risiko seseorang untuk tertular penyakit ini.

Meski demikian, virus hepatitis C tidak akan menular melalui air susu ibu, makanan, minuman, maupun bersentuhan seperti bersalaman atau berpelukan.

Diagnosis dan Pengobatan Hepatitis C

Apabila ditangani sedini mungkin, kerusakan hati pada penderita hepatitis C dapat dicegah dan dihambat. Karena itu, orang-orang yang berisiko tinggi tertular penyakit ini disarankan untuk menjalani tes darah guna mendiagnosis hepatitis C. Misalnya, orang yang pernah atau aktif menggunakan obat-obatan terlarang lewat suntikan atau yang pernah menjalani transfusi darah.

Jika positif mengidap hepatitis C, Anda belum tentu membutuhkan pengobatan. Sistem kekebalan tubuh umumnya mampu memberantas infeksi dasn tidak semua pengidap hepatitis C kronis pasti akan mengalami kerusakan hati.

Hepatitis C akut biasanya bisa sembuh tanpa penanganan khusus. Sementara penderita hepatitis C kronis membutuhkan langkah penanganan melalui obat-obatan antivirus. Obat tersebut akan menghentikan perkembangan virus dan mencegah kerusakan hati. Contoh antivirus yang umum digunakan adalah interferon dan ribavirin.

Para pakar kemudian berhasil menemukan  jenis obat baru yang lebih efektif sekaligus lebih aman dan bisa ditoleransi oleh tubuh. Nama obat terbaru itu adalah direct antiviral agent (DAA).

Harap diingat bahwa jika pernah mengidap dan sembuh dari hepatitis C, bukan berarti tubuh Anda memiliki kekebalan sepenuhnya terhadap virus tersebut. Meski sudah pulih, penderita hepatitis C harus berhati-hati karena tetap memiliki risiko untuk kembali terinfeksi penyakit yang sama.

Langkah Pencegahan Hepatitis C

Hepatitis C belum bisa dicegah dengan vaksinasi. Tetapi ada beberapa cara yang dapat kita lakukan  untuk menurunkan risiko penularan, misalnya berhenti atau tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Tidak berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang berpotensi terkontaminasi darah (seperti gunting kuku dan sikat gigi) juga bisa dilakukan sebagai pencegahan.

Meski penyakit ini jarang menular melalui hubungan seks, penggunaan alat pengaman seperti kondom dapat menghindarkan Anda dari hepatitis C. Terutama jika terjadi kontak dengan darah, misalnya seks anal atau darah menstruasi.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.