skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Sakit Liver

Gejala Sakit Liver

Penyakit liver merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit hati atau liver dapat disebabkan oleh virus, yang dikenal dengan penyakit hepatitis A, hepatitis B, atau hepatitis non A dan non B. Selain itu, penyakit hati dapat pula berasal dari pola konsumsi makanan yang salah atau zat-zat kimia yang terkandung dalam obat, seperti antibiotika, parasetamol, arsenal, dan obat-obatan yang dikonsumsi manusia dalam bentuk hidangan fast food.

Jangan dilupakan pula bahwa zat-zat cemaran dari polusi udara mampu menyerang hati secara lambat laun tetapi pasti. Timah hitam (Pb) dan kadmium (Cd) merupakan kntaminan terbesar dari seluruh debu logam di udara. Kontribusi terbesar Pb dan Cd berasal dari knalpot kendaraan bermotor yang selain mencemari udara, juga dapat mencemari makanan dan air. Zat-zat polutan tersebut akan disimpan secara akumulatiof dalam hati dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan sirosis hati.

Berikut adalah gejala Penyakit Liver:

  1. Pendarahan

Sirosis hati akan menyebabkan pendarahan, terutama pada bagian perut. Penyebabnya adalah virus hepatitis telah menyebabkan kerusakan dan gangguan di bagian saluran pencernaan esophagus. Kerusakan sistem pencernaan yang parah bisa menyebabkan pendarahan di bagian perut.

  1. Gatal

Penderita sirosis hati akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Akibatnya adalah dia akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuhnya. Banyak penderita sirosis yang meminta bantuan orang lain untuk menggarukkan bagian tubuhnya yang terasa gatal tersebut.

  1. Berat Badan Berkurang

Karena kehilangan nafsu makannya, penderita sirosis hati akan memiliki berat badan menurun. Kebanyakan penderita sirosis akan memiliki perut yang besar karena berisi banyak cairan dan berat badan semakin lama semakin menurun. Pada kasus penderita sirosis yang parah, akan terlihat seperti pasien mal nutrisi atau gizi buruk.

  1. Gangguan Pencernaan

Banyaknya cairan yang ada di dalam perut penderita sirosis hati akan menyebabkan terganggunya sistem pencernaan di dalam perut tersebut.

  1. Mengalami Gangguan Endokrin

Sirosis hati kronis akan mengalami gejala gangguan endokrin. Gejala sirosis hati kronis akan lebih jelas dibandingkan dengan sirosis hati ringan atau hepatitis sirosis ringan. Gangguan endokrin adalah gangguan di dalam tubuh yang menyebabkan tubuh mengalami gangguan ketika mengeluarkan hormon estrogen. Jika hormon estrogen menurun, hormon yang dominan di dalam tubuh adalah hormon testosteron. Sehingga hormon itu akan menekan hormon estrogen sehingga menyebabkan gangguan endokrin.

  1. Anemia

Sirosis hati yang sampai menimbulkan pendarahan bisa menyebabkan penderitanya terkena anemia. Hal itu disebabkan penderita sirosis hati mengalami banyak zat besi yang keluar bersama dengan pendarahan yang dialaminya.

  1. Pendarahan Gusi

Untuk stadium lanjut, sirosis kronis bisa menyebabkan pendarahan di gusi. Hal itu dikarenakan pembekuan darah pada penderita sirosis mengalami gangguan, pembuluh darah di bagian gusi juga mengalami gangguan.

  1. Menstruasi Ekstrem

Pada wanita yang mengalami sirosis akan mengalami menstruasi yang ektrem. Hal itu dikarenakan pembekuan darah menjadi terganggu dan menstruasi yang dialami penderita sirosis itu mengalami pendarahan di dalam rahimnya.

Biopsi Liver

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab sakit liver adalah melakukan biopsi liver. Pada biopsi liver merupakan salah satu jenis prosedur dalam pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk beberapa jenis gangguan sakit liver, antara lain adalah:

– Sebagai evalusasi pada sakit liver yang akan menunjukkan suatu hasil lab yang tidak normal.

– Konfirmasi diagnostik dan juga pada prognosa

– Suspek neoplasma hati

– Diagnosa dari penyakit liver kolestatik.

– Evaluasi dari sakit liver granulomatous atau juga infiltratif.

– Follow up yang dilakukan pada transplantasi sakit liver untuk membantu mengevaluasi adanya suatu rejection.

– Evaluasi dari adanya suatu penyakit kuning atau jaundice yang tidak diketahui penyebab sakit liver atau juga pada suspek suatu reaksi obat.

Prosedur yang dilakukan pada teknik biopsi liver adalah:

  1. Pemeriksaan papda darah misalnya adalah protrombin time, darah rutin, clotting time
  2. Satu minggu sebelum biopsi, biasanya pasien tidak boleh mengonsumsi obat jenis NSAID atau jenis seperti aspirin dan ibuprofen, serta antikoagulan.
  3. 8 jam sebelum melakukan bipsi maka pasien tidak diizinkan untuk makan.

Teknik biopsi pemeriksaan pada sakit liver adalah:

  1. Posisi pasien yang tidur terletang tanpa menggunakan alas bantal, kemudian tangan kanan yang diangkat kesamping kepala.
  2. Setelah itu tungkai pada atas dan bawah kemudian ditekuk ke kiri untuk membantu memperluas intercostalis space.
  3. Lokasi dari biopsi harus disterilkan dengan cara menggunakan Betadine solution dan kemudian disuntikkan dengan anesteso lokal lidocaine 1% di kulit dan peritoneum parietal.
  4. Penggunaan jarum aspirasi atau biasanya adalah dengan menggunakan jarum 22 gauge, 90 mm dan kemudian dimasukkan ke bagian atas dari mulai iga yang bawah dengan kedalaman 1-2 cm. Dan suatu penentuan dari lokai biopsi aspirasi yang bisa dibantu dengan cara USG atau juga dengan CT scan untuk membantu mengetahui lebih cepat dari suatu kedalaman dan juga dari ukuran lesinya.
  5. Setelah jaruk aspirasi dikeluarkan, maka tekanlah dibagian tadi dan setelah itu diberikan plester yang adesif.
  6. Pasien yang diinstruksikan untuk berbaring ke arah sisi kanan paling tidak selama satu jam unutk mmebantu mencegah terjadinya berdarah atau masalah kebocoran empedu
  7. Kemudian follow up vital sign dalam waktu setiap selama 15 menit dalam satu jam pertama, dan setiap 30 menit sekali di jam kedua.
  8. Rasa nyeri setelah melakukan biopsi biasaya disebabkan karena adanya suatu iritasi yang terjadi dibagian otot diafragma, dan bisa diberikan dengan meggunakan obat anti nyeri, namun sebaiknya jangan berikan obat golongan NSAID jenis aspirin dan ibuprofen yang bisa membuat pembekuan darah menjadi berkurang.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.