skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Sirosis Hati Stadium Lanjut

Gejala Sirosis Hati Stadium Lanjut

Sirosis hati dimulai dengan pembentukan jaringan parut atau fibrosis. Parut atau sikatriks ini berawal sebgai peningkatan komponen matrik ekstrasel, yaitu kolegen yang membenruk fibril, proteoglikan, fibronektin, dan asam hialuronat.

Lokasi pengendapan kolagen bervariasi menurut penyebabnya. Fungsi hepatosis akhirnya akan terganggu karena terjadi perubahan matriks. Sel-sel yangmenyimpan lemak diyakini sebagai sumber pembentukan komponen matriks yang baru.

Pengerutan sel-sel ini juga dpat turut menimbulkan disrupsi arsitektur lobules hati dan obstruksi aliran darah ataupun getah empedu. Perubahan seluler yang menghasilkan pita jaringan parut juga menghancurkan struktur lobulus.

Sirosis hati dapat terjadi karena berbagai macam penyakit. Tipe klinis sirosis berikut ini mencerminkan etioginya yang beragam:

  1. Penyakit hepatoseluler.

Kelompok ini meliputi gangguan berikut:

  1. Sirosis pasca nekrotik terdapat pada 10% hingga 30% pasien sirosis dan berasal dari berbagai tipe hepatis (seperti hepatis virus tipe A, B, C, D) atau terjasi karena intoksikasi
  2. Sirosis Laennec yagn juga dinamakan sirosis portal, sirosis nutrisional, atau sirosis alcoholic merupakan tipe yang paling sering ditemukan dan terutama disebabkan oleh hepatitis C serta alkoholisme.

Kerusakan hati terjadi karena malnutrisi (khususnya kekurangan protein dari makanan) dan kebiasaan minum alcohol yang menahun. Jaringan fibrosis terbentuk di daerah porta dan di sekitar vena sentralis

  1. Penyakit autoimun, sesperti sarkoidosis atau penyakit usus inflamatorik, yang kronis dapat menyebabkan Sirosis hati
  2. Penyakit kolestalik. Kelompok ini meliputi penyakit pada percabangan bilier (sirosis bilier terjadi karena penyakit pada saluran empedu yang menekan aliran empedu) dan kolangitis sklerosis
  3. Penyakit metabolic. Kelompok ini meliputi gangguan seperti penyakit Wilson, alfa, -antitripsin, dan hemokromatosis (sirosis pigmen)
  4. Tipe sirosi lain. Tip Sirosis hati yang meliputi sindrom Budd-Chiari (nyeri epigastrium, pembesaran hati, dan asites akibat obstruksi vena hepatika) sirosis jantung dan sirosis kriptogenik. Sirosis jantung merupakan penyakit yang langka; kerusakan hai terjadikarena gagal jantung kanan. Kriptogenik berarti sirosis dengan etiologi yang tidak diketahui.

Gejala Sirosis Hati Stadium Lanjut

Berikut ini merupakan tanda dan gejala stadium lanjut:

  1. Respirasi-efusi pleura, ekspansi toraks yang terbatas karena terdapat asites dalam rongga perut; gangguan pada efisiensi pertukaran gas sehingga terjadi hipoksia
  2. System saraf pusat-tanda dan gejala ensafalopati hepatic yang berlangsung progresif dan meliputi letargi perubahan mental, bicara pelo, asteriksi, neuritis perifer, paranoia, halusinasi, somnolensia berat dan koma, yang semua terjadi sekunder karena terganggunya proses perubahan ammonia menjadi ureum dan sebagai akibatnya, senyawa ammonia yang toksik itu akan terbawa kedalam otak.
  3. Hematologic-kecenderungan berdarah (epistaksis, gejala mudah memar, gusi yang mudah berdarah), splenomegali, anemia yan gdisebabkan oleh trombositopenia (terjadi sekunder karena splenomegali serta penrunan absorbs vitamin K), dan hipertensi porta.
  4. Endokrin-atrofi testis, ketidakteraturan haid, ginekomastia dan bulu dada serta ketiak rontok akibat penurunan metabolism hormone.
  5. Kulit-pigmentasi yang abnormal, spider angioma (spider naevi), eritema palmarum, dan gejala ikterus yang berhubungan dennga kerusakan fungsi hati; pruritus hebat yang terjadi sekunder karena ikterus akibat hiperbilirubinemia, kekeringan kulit yang ekstrem dan turgor jaringan yang buruk, yang semua ini berhubungan dengan malnutrisi.

Transplantasi Organ Hati

Transplantasi hati menjadi satu-satunya cara pengobatan untuk orang dengan penyakit hati akut atau kronis yang bersifat progresif, yang mengancam jiwa dan tidak dapat diobati dengan terapi lain seperti obat.

Karena transplantasi hati mahal dan secara teknis sulit, memiliki resiko yang signifikan dan memerlukan waktu pemulihan yang lama, dokter menyarankannya hanya sebagai pilihan terakhir.

Berikut beberapa alasan yang paling umum yang membutuhkan transplantasi hati:

– Gagal hati, karena virus hepatitis

– Berat masalah dengan saluran empedu

– Tahap akhir sirosis atau hepatitis

– Kanker hati.