skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Hepatitis Akut

Hepatitis Akut

Penyakit hepatitis adalah salah satu jenis penyakit yang tidak bisa dianggap main-main. Karena penyakit hepatitis sama berbahayanya dengan penyakit jantung atau juga penyakit kanker efeknya yang mematikan. Selain itu juga penyakit hepatitis yang berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera dan lama kelamaan akan berkembang menjadi penyakit hepatitis akut.

Penderita yang mengalami hepatitis akut biasanya juga merasakan sakit flu sehingga mengganggu aktifitas keseharian. Bahkan sakit flunya bisa dibarengi dengan kegagalan hati karena memang yang menjadi fokus serangan penyakit ini ialah organ hati.

Penyebab munculnya virus hepatitis akut ini, bisa jadi disebabkan juga oleh konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang. Bukan hanya itu saja, hepatitis akut juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol sehingga sudah seharusnya jika Anda juga mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali kebiasaan meminum alkohol yang lebih banyak resiko dibandingkan manfaatnya.

Namun, pada dasarnya, orang yang menderita penyakit hepatitis akut ini akan mengalami masa perbaikan pada kurun waktu antara 4 sampai 8 minggu. Meskipun begitu, pemeriksaan ke dokter tetap harus Anda lakukan karena ternyata, tidak semua pasien hepatitis akut dapat sembuh dengan sendirinya tanpa melakukan pengobatan.

Penyakit ini cukup berbahaya bagi tubuh karena dapat menyerang fungsi hati sehingga pola metabolisme menjadi terganggu karenanya. Oleh sebab itu, diperlukan sikap waspada dan mawas diri terhadap segala penyebab terutama makanan dan minuman yang sangat berpotensi menjadikan seseorang terkena penyakit hepatitis akut ini.

Pencegahan tentu saja lebih baik dibandingkan dengan pengobatan karena biaya yang akan dikeluarkan bisa jauh lebih besar. Jika Anda terindikasi terkena penyakit ini, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

Biopsi hati

Biopsi hati umumnya tidak diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis hepatitis akut, pengukuran serologi sudah cukup. Bintik-bintik nekrosis hepatosit dan reaksi inflamasi sel merupakan temuan histologis yang khas. Biopsi hati yang dilakukan di akhir proses infeksi hepatitis akut menunjukkan adanya regenerasi sel hati.

Pada hepatitis berat, zona nekrotik melingkupi daerah portal satu sama lainnya atau ke zona sentral, atau bisa melibatkan seluruh lobulus (bridging necrosis). Kadang-kadang dalam perjalanan hepatitis virus akut berat yang sudah lanjut gambaran histologis sulit dibedakan dari hepatitis kronis aktif.

Gejala Klinis Hepatitis Akut

Hepatitis biasanya menimblkan gejala selama 7 sampai 14 hari sebelum munculnya urin gelap dan jaundice. Seiring dengan peningkatan penyakit kuning, nafsu makan mulai kembali baik dan malaise berkurang. Konsentrasi bilirubin serum meningkat selama 10 sampai 14 hari dan kemudian menurun selama 14 sampai 28 hari kemudian.

Konsentrasi aminotransferase biasanya mulai menurun sebelum terjadi puncak jaundice dan kemudian menurun dengan cepat. Secara klinis berangsur-angsur akan membaik hingga fungsi hati normal kembali.

Pada sebagian kecil pasien, terutama pasien tua atau mereka dengan HBV atau HCV, hepatitis virus akan berlangsung lama, dan pemulihan memakan waktu selama 12 bulan. Gagal hati fulminan dan kematian jarang terjadi akibat hepatitis virus akut. Beberapa pasien tidak dapat pulih dengan sempurna dari hepatitis virus akut serangan pertama, dan terjadilah hepatitis kronis.

Hepatitis kronis tidak terjadi setelah hepatitis A, tetapi terjadi antara 1% sampai 5% dari pasien yang terinfeksi HBV dan 85% dari pasien yang terinfeksi HCV. Resiko sirosis dan karsinoma hepatoseluler primer terdapat pada pasien dengan hepatitis C kronis, meskipun tidak terjadi pada kebanyakan pasien. Hal yang tidak biasa tetapi dapat mengancam nyawa dari beberapa komplikasi hepatitis akut diantaranya anemia aplastik, anemia hemolitik, hipoglikemia, dan polyarteritis.

Pengobatan Hepatitis Akut

Pengobatan hepatitis virus akut adalah simtomatis, dengan pembatasan aktifitas fisik ke tingkat yang nyaman bagi pasien. Mual dan muntah mungkin begitu parah sehingga memerlukan cairan intravena dan penggantian elektrolit. Dianjurkan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama menderita hepatitis virus akut, meskipun alkohol belum terbukti berpengaruh buruk terhadap pasien dengan hepatitis virus.

Hepatitis C akut biasanya tanpa gejala, tetapi ketika hepatitis C kronis terdeteksi, pemberian interferon yang dikombinasikan dengan ribavirin dianggap sebagai terapi pilihan. Transplantasi hati dapat dipertimbangkan ketika pasien menderita kelainan ensefalopati dan berhubungan dengan gangguan koagulasi.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.