skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Hepatitis B Kronis

Hepatitis B Kronis

Penyakit Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Perjalanan penyakit terbagi dua yaitu akut dan kronik. Pada fase akut, pasien mengalami gejala infeksi (menjadi sakit) yang bisa sembuh atau berakhir fatal berupa kegagalan hati.

Sedangkan pada fase kronik pasien tidak terlihat sakit (tampak sehat) meski virus berada dalam tubuhnya. Dua pertiga pasien penyakit hepatitis B kronik adalah karier kronik (virus tidak menganggu hati) sementara sepertiga lainnya bersifat hepatitis aktif (virus berkembang biak mengganggu hati).

Sebetulnya hati mempunyai kemampuan untuk memeperbaiki jaringan yang rusak, namun peradangan menahun oleh virus hepatitis B dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Kerusakan permanen akan membuat jaringan parut pada hati yang dapat terjadi yang disebut karsinoma hepaotseluler.

Penyakit Hepatitis B ditularkan melalui darah yang terinfeksi virus atau cairan tubuh yang terkontaminasi oleh darah tersebut. Tranmisi penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung lewat jarum suntik, tatto, tindik, pisau cukur, sikat gigi, melalu tranfusi darah, hubungan seksual dan saat persalinan dari ibu yang terinfeksi.

Diagnosis dan Evaluasi Pasien Hepatitis B Kronis

Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati.

Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi. Sedangkan hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN).

Diagnosis infeksi hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA.

Adanya HBsAg dalam serum merupakan petanda serologis infeksi hepatitis B. Titer HBsAg yang masih positif lebih dari 6 bulan menunjukkan infeksi hepatitis kronis. Munculnya antibodi terhadap HBsAg (anti HBs) menunjukkan imunitas dan atau penyembuhan proses infeksi.

Adanya HBeAg dalam serum mengindikasikan adanya replikasi aktif virus di dalam hepatosit. Titer HBeAg berkorelasi dengan kadar HBV DNA.

Namun tidak adanya HBeAg (negatif) bukan berarti tidak adanya replikasi virus, keadaan ini dapat dijumpai pada penderita terinfeksi HBV yang mengalami mutasi (precore atau core mutant).

Pengobatan

Memang benar pengobatan hepatitis B kronis dapat dilakukan dengan suntikan interferon atau pemberian obat antivirus, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adik Anda dianjurkan mengonsumsi obat antivirus.

Obat ini dapat menurunkan jumlah virus hepatitis B dalam darah. Jika jumlah virus hepatitis B sedikit, diharapkan risiko untuk menjadi sirosis hati maupun kanker hati menjadi lebih kecil. Namun, obat antivirus hepatitis B harus digunakan dalam jangka lama karena itu harga menjadi faktor penting.

Obat lamivudin memang digunakan untuk terapi HIV. Namun, dosisnya jauh lebih besar, yaitu 300 mg setiap hari. Obat ini bersama obat antiretroviral lain disediakan oleh pemerintah dan dapat digunakan oleh mereka yang memerlukan secara cuma-cuma.

Apakah obat program pemerintah ini boleh digunakan untuk hepatitis B kronis? Penggunaan obat ARV telah melalui mekanisme yang mendukung penggunaan yang benar serta memerlukan pengawasan, baik dalam cara penggunaan maupun dalam ketersediaan obat. Karena itu, penggunaan obat untuk hepatitis B perlu menggunakan mekanisme tersendiri.

Kita sudah tentu berharap terapi hepatitis B kronis juga akan didapat secara cuma-cuma. Namun, ini berarti pemerintah harus menyediakan dana yang amat besar karena jumlah penderita hepatitis B kronis di Indonesia jauh lebih banyak daripada orang dengan HIV.

Kebutuhan terapi hepatitis B kronis dan hepatitis C kronis sudah amat mendesak. Biaya untuk pengobatan hepatitis B dengan obat antivirus dalam jangka pendek lebih murah daripada interferon. Karena itu, kemungkinan pemerintah akan memprioritaskan pengadaan obat antivirus hepatitis B kronis terlebih dahulu.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.