skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Hepatitis B Pada Anak

Hepatitis B Pada Anak

Bagi para orangtua, kesehatan si buah hati adalah hal yang utama. Tentu saja tidak ada satu pun orangtua yang senang saat si kecil mengalami gangguan kesehatan. Untuk itu agar si kecil sehat setiap orangtua dianjurkan untuk memperhatikan makanan, kebiasaan termasuk pula penyakit yang rentan.

Pada anak flu, pilek, batuk, gatal-gatal dan demam adalah beberapa jenis penyakit yang sering terjadi. Tapi selain itu masih ada satu jenis penyakit yang patut untuk diwaspadai, yaitu penyakit hepatitis.

Secara umum penyakit hepatitis berarti peradangan di hati tapi bukan sakit hati ya Bunda. Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat menyebabkan infeksi hati yang dipicu oleh virus hepatitis B. Saat berada di dalam tubuh virus hepatitis B dapat menyebar ke seluruh hati hingga menyebabkan kanker hati.

Umumnya penderita hepatitis B dibagi ke dalam dua jenis. Pertama hepatitis B akut, yang mana penderita yang terserang virus hepatitis B akan menghilang alias sembuh dengan sendirinya dan tidak akan kembali terinfeksi atau bahkan menyebar ke orang lain.

Sedangkan kedua hepatitis B kronis, dikategorikan bagi penderita yang mengalami infeksi virus hepatitis B lebih dari 6 bulan. Kategori kedua inilah yang kebanyakan terjadi pada anak antara usia 0 sampai 1 tahun yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati, kehilangan fungsi hati atau kanker hati saat ia sudah tumbuh dewasa.

Penderita hepatitis dapat digolongkan menjadi hepatitis B akut dan hepatitis B kronis. Pengertian hepatitis B akut adalah seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B dan akan menghilang dengan sendirinya, sembuh dan tidak akan terinfeksi kembali bahkan penderita tidak dapat menularkan hepatitis B ke orang lain.

Sedangkan penderita kronis yaitu apabila infeksi yang dialami penderita melebihi 6 bulan. Infeksi kronis ini kebanyakan terjadi pada anak (usia 0-1 tahun) yang menyebabkan kerusakan hati, hati tidak berfungsi dan dapat mengakibatkan kankar hati pada saat anak dewasa.

Penderita hepatitis B tanpa disertai dengan gejala khusus bahkan tidak menyadari sudah terinfeksi virus hepatitis B. Gejala yang dialami oleh penderita dapat datang dan pergi dan beberapa gejala yang dialami oleh penderita hepatitis B seperti sakit dan nyeri pada bagian persendian.

Bahkan penderita hingga mual dan muntah-muntah. Bahkan gejala yang dialami oleh penderita hepatitis B bahkan hingga kehilangan nafsu makan, kelelahan, mudah tersinggung hingga mengalami depresi.

Salah satu cara untuk mengetahui penyakit hepatitis B adalah dengan melakukan test darah. Test darah khusus dilakukan untuk mengetahui infeksi virus hepatitis B. Pertama kali akan dilakukan test darah khusus apakah menderita hepatitis B kemudian selanjutnya melakukan test tambahan untuk mengetahui kerusakan hati pada penderita. Pemeriksaan test hepatitis B harus dilakukan oleh anak apabila dilahirkan dari keluarga yang terinfeksi hepatitis, kanker hati atau penyakit hati.

Di seluruh dunia, daerah prevalensi infeksi HBV tertinggi adalah Afrika subsahara, Cina, bagian-bagian Timur Tengah, lembah Amazone dan kepulauan Pasifik. Di Amerika Serikat, populasi Eskimo di Alaska mempunyai angka prevalensi tertinggi. Diperkirakan 300.000 kasus infeksi HBV baru terjadi di Amerika Serikat setiap tahun.

Jumlah kasus baru pada anak adalah rendah tetapi sukar diperkirakan karena sebagian besar infeksi pada anak tidak bergejala. Risiko infeksi kronis berbanding terbalik dengan umur; walaupun kurang dari 10% infeksi yang terjadi pada anak, infeksi ini mencakup 20-30% dari semua kasus kronis

Masa inkubasi berkisar antara 45-180 hari (6 minggu-6 bulan), dengan masa penularan tertinggi terjadi beberapa minggu sebelum timbulnya gejala, sampai berakhirnya gejala akut.

Risiko penularan adalah paling besar jika ibu juga HBeAg positif; 70-90% dari bayinya menjadi terinfeksi secara kronis bila tidak diobati. Selama periode neonatal antigen hepatitis pada B ada dalam darah 2,5% bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena sehingga menunjukkan bahwa infeksi intrauterin terjadi.

Pada kebanyakan kasus antigenemia lebih lambat, memberi kesan bahwa penularan terjadi pada saat persalinan; virus yang ada dalam cairan amnion atau dalam tinja atau darah ibu dapat merupakan sumbernya. Walaupun kebanyakan bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi menjadi antigenemik dari usia 2-5 bulan. Beberapa bayi dari ibu positif-HBsAg tidak terkena sampai usia lebih tua.

Pencegahan hepatitis pada anak dapat kita lakukan dengan cara:

– Menjaga kesehatan dengan jalan berhati-hati dalam mengkonsumsi obat.

– Melakukan pemberian imunisasi vaksin hepatitis secara rutin menurut petunjuk medis.

– Memberikan makanan sehat dan mengandung nutrisi serta gizi yang cukup kepada anak-anak.

Dengan melakukan kiat tips cara mencegah hepatitis ini diharapkan kita bisa melakukan berbagai cara yang sehat agar anak-anak kita terhindar dari penyakit hepatitis ini. Mengingat akan berbagai jenis hepatitis dari hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C yang seringkali mengintai kesehatan anak-anak kita marilah kita untuk membudayakan hidup sehat demi mencegah penyakit hepatitis yang termasuk salah satu jenis penyakit yang menular pula.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.