skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Selain dapat membahayakan janin Anda, Anda juga harus paham betul bahwa penyakit Hepatitis B adalah infeksi hati serius yang paling sering terjadi di dunia. Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menyerang sel-sel hati dan dapat menyebabkan gagal hati, sirosis (jaringan parut) atau kanker hati.

Pengaruh virus hepatitis paling menakutkan pada ibu hamil adalah dapat meningkatkan angka kejadian abortus, partus prematums, dan perdarahan. Risiko bagi janin dalam kandungan adalah kelahiran prematurus, kematian janin dan penularan hepatitis virus. Hampir 90% bayi-bayi yang dilahirkan dari sanga ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis b akan terinfeksi hepatitis B yang mengarah ke kronis.

Gejala Hepatitis

  1. Ibu hamil cepat lelah

Infeksi virus menyebabkan kondisi hati yang terus melemah. Semua sistem yang melibatkan organ hati tidak bisa bekerja dengan baik. Bahkan hati sudah tidak bisa bekerja dengan kondisi yang normal sehingga banyak racun dalam tubuh.

Ibu hamil akan merasakan tubuh yang sangat lemah. Terlebih untuk ibu hamil yang terkena infeksi sejak trimester pertama. Hepatitis bisa merusak sistem darah dalam tubuh sehingga ibu juga terancam dengan anemia pada ibu hamil. Pada dasarnya kondisi ibu akan lebih lemah dibandingkan faktor lemah yang disebabkan karena perubahan hormon saat hamil.

  1. Flu saat hamil

Awal ketika virus menyerang tubuh ibu hamil maka bisa menyebabkan gejala ringan seperti flu. Flu parah saat hamil biasa maka ibu akan merasa sakit kepala, batuk, hidung tersumbat dan masalah flu lain. Flu pada ibu hamil akibat virus ini biasanya tidak mudah diobati dengan jenis obat flu biasa untuk ibu hamil.

Beberapa hari setelah terkena flu maka ibu hamil bisa merasa lebih nyaman. Kemudian flu bisa menyerang kembali dalam waktu yang sangat dekat. Sehingga ibu hamil akan merasakan kondisi tubuh yang terus melemah dan tidak nyaman akibat flu yang sering terjadi.

  1. Semua bagian tubuh terasa sakit

Virus yang menyerang tubuh menyebabkan kondisi yang sangat tidak nyaman pada ibu hamil. Ibu hamil akan merasakan semua bagian tubuh terasa lebih sakit. Tidak hanya pada bagian tulang atau sendi, namun semua bagian tubuh. Ketika ini terjadi sebenarnya virus sedang berkembang dan berusaha untuk merusak kerja hati.

Ketika beberapa bagian tubuh ibu disentuh maka akan terasa lebih sakit dibandingkan biasanya. Jika ibu hamil bekerja sambil berdiri atau duduk dalam waktu yang lama maka kondisi kelelahan bisa menjadi lebih buruk termasuk  kaki bengkak saat hamil. Rasa sakit ini juga bisa menyebabkan demam saat hamil.

  1. Gangguan pencernaan

Hati memiliki fungsi yang sangat penting untuk sistem pencernaan. Ketika gangguan hati terjadi maka sistem pencernaan juga tidak bisa bekerja dengan baik. Beberapa gangguan pencernaan bisa terjadi pada ibu hamil seperti sakit perut yang sangat sering terjadi,  perut melilit saat hamil, mual terus menerus, muntah dan diare saat hamil.

Semua gejala ini bisa menjadi sangat berat karena ibu juga mengalami morning sickness. Ketika semua gangguan pencernaan terjadi maka ibu harus mendapatkan perawatan yang cepat. Diare bisa menyebabkan gangguan yang berat karena ibu tidak bisa menerima makanan dengan baik.

Gejala hepatitis pada ibu hamil akan berubah menjadi berbahaya jika menyerang ibu hamil yang usia kehamilan sudah mulai memasuki trisemester ketiga atau yang akan melakukan proses persalinan. Dan selain itu, secara umum biasanya penderitanya tidak akan menunjukkan gejala yang fulminant.

Mortalitas yang terjadi juga biasanya sangat tinggi daripada wanita yang sedang dalam masa tidak hamil. Adanya defisiensi engenai faktor lipotropic yang dibarengi dengan keperluan janin pada nutrisi yang lama kelamaan semakin meningkat pada akhirnya menjadi penyebab si penderita lebih mudah mengalami penyakit acute hepatic necrosis dan untuk kondisi ini, maka faktor gizi menjadi suatu hal yang harus segera dicukupi dengan jumlah yang baik.

Berikut Cara mencegah hepatitis pada Ibu Hamil:

– Memberikan immunoglobulin sebanyak 0,1 cc/kg untuk wanita hamil yang sedang mengalami kontak langsung dengan si penderita penyakit hepatitis.

– Untuk proses kehamilan yang selanjutnya, maka sebaiknya diberikan jarak paling tidak adalah 6 bulan dari proses persalinan yang pertama.

– Memastikan bahwa asupan dari kebutuhan gizi untuk wanita hamil, yang paling utama adalah dengan mencukupi kebutuhan dari asupan proteinnya.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.