skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Inilah Beberapa Gejala Sakit Thypoid!

Inilah Beberapa Gejala Sakit Thypoid!

Typhoid alias demam tifoid adalah penyakit akut yang disertai dengan demam, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi dan disebarkan oleh orang lain di area yang sama.

Demam tifoid umum terjadi di negara-negara berkembang, terutama pada anak-anak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, namun dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Demam tifoid dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Terjadinya penularan demam thypoid atau salmonella typhi ini adalah sebagian besar dari makanan/minuman yang tercemar oleh kuman yang berasal dari penderita atau pembawa kuman, biasanya keluar bersama-sama dengan tinja (melalui rute oral fekal = jalur oro-fekal).

Gejala Sakit Thypoid

Gejala penyakit demam typhoid antara lain:

  • Sakit kepala
  • Demam yang rendah namun meningkat setiap harinya, dalam mencapai hingga 40,5 derajat Celcius
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Ruam
  • Batuk kering
  • Sakit perut
  • Diare atau konstipasi
  • Perut yang sangat bengkak.

Pencegahan Penyakit Typhoid

Berikut ini adalah cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit typhoid, antara lain adalah:

  1. Sanitasi

Sanitasi dan kebersihan adalah penting untuk mencegah terjadinya penyakit tipus. Tipus tidak melibatkan hewan dan penularannya adalah dari manusia ke manusia. Tipus hanya berjangkit pada lingkungan dimana kotoran manusia dan air seni manusia dapat mencemari makanan dan minuman.

Kehati-hatian penyiapan makanan dan mencuci tangan adalah hal yang penting untuk mencegah penyakit tipus.

  1. Vaksin

Dua jenis vaksin tipus tersedia untuk mencegah penyakit tipus: vaksin hidup yang diminum Ty21a dan injeksi typhoid polysaccharide vaccine. Kedua jenis vaksin tersebut efektif melindungi antara 50 hingga 80% mereka yang telah divaksinasi dan direkomendasikan bagi pelancong yang akan berkunjung ke daerah endemik. Penguat/pengulangan vaksin direkomendasikan setiap 5 tahun sekali bagi vaksin oral dan setiap dua tahun sekali untuk vaksin injeksi.

Di Indonesia biasanya hanya tersedia vaksin dalam bentuk injeksi. Dan jika sudah divaksin dan masih terkena biasanya ringan. Vaksinasi dianjurkan untuk dilakukan pada anak-anak dan dewasa sesuai jadwal imunisasi.

  1. Hindari buah dan sayuran mentah

Karena buah dan sayuran mentah bisa jadi dicuci dengan air yang terkontaminasi. Terutama hindari memakan buah atau sayur yang tidak bisa dikupas, misalnya selada.

  1. Cuci tangan Anda berulang kali

Ini adalah cara terbaik untuk menghentikan penularan bakteri. Cucilah tangan secara menyeluruh dengan air panas dan sabun, khususnya sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet. Selalu sediakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol untuk berjaga-jaga jika air bersih tidak tersedia.

  1. Jangan minum air yang kelihatan kotor

Air minum yang terkontaminasi merupakan masalah besar di tempat-tempat mewabahnya tifoid. Untuk itu, usahakan minum air dalam kemasan atau air minum berkarbonasi. Bersihkan bagian luar botol atau kaleng sebelum anda membukanya. Jangan tambahkan es batu ke dalam minuman karena bisa saja es tersebut terbuat dari air mentah atau air yang terkontaminasi.

  1. Pilih makanan yang dihidangkan panas-panas

Hindari makanan yang disimpan atau dihidangkan pada suhu ruangan. Makanan yang dikukus panas adalah yang teraman. Dan jika harus makan di luar, sebisa mungkin hanya makan di rumah makan yang terjamin kebersihannya dan juga kelayakan jenis makanan yang dihidangkan.