skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Insomnia Penyakit Atau Bukan

Insomnia Penyakit Atau Bukan

Pengertian insomnia adalah merupakan salah satu gangguan tidur dan pola tidur yang mana penderitanya memiliki kualitas tidur yang sangat buruk karena memiliki kesulitan dalam memulai proses tidur atau ketika akan mempertahankan tidur dalam jam kebutuhan tidur yang normal. Penderita insomnia tak jarang juga mengalami beberapa gangguan fungsional saat bangun tidur.

Insomnia bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan kumpulan gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.

Susah tidur sering kali dihubungkan pula oleh karena adanya suatu penyakit, pola tidur yang tidak teratur (pola hidup yang tidak sehat) atau bahkan dikaitkan dengan adanya suatu permasalahan psikologis seperti stress yang berkepanjangan, bahkan depresi. Bahkan kadang kala orang akan bisa mengalami sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.

Ada beberapa tanda gejala insomnia yang bisa kita kenali bersama. Pada umumnya orang yang menderita susah tidur insomnia akan bisa diikuti gangguan-gangguan fungsional pada tubuh ketika terbangun dari tidurnya, seperti halnya akan merasakan kepala pusing, badan tidak segar, kurang bergairah.

Jenis insomnia menurut terjadinya terbagi menjadi dua. Yaitu macam insomnia yang disebut dengan insomnia akut dan insomnia kronis.

Insomnia yang sering terjadi di kalangan remaja adalah insomnia akut yaitu, Jenis gangguan tidur yang mana penderita mengalami dalam waktu singkat dan tertentu misalnya hanya terjadi pada waktu kurun tertentu dalam beberapa minggu. Pemicu timbulnya insomnia jenis ini biasanya adalah stres, masalah dalam keluarga, atau peristiwa yang menimbulkan trauma.

Penyebab dari Insomnia

Insomnia dapat menjadi primer atau sekunder. Insomnia primer terjadi saat tidak terdapat faktor lain yang menjadi penyebab kondisi tersebut. Sementara insomnia sekunder terjadi disebabkan oleh atau bersamaan dengan penyakit lainnya.

Insomnia dapat bersifat sementara, berlangsung selama kurang dari satu minggu; akut, berlangsung selama kurang dari satu bulan dan biasanya disebabkan oleh stres; atau kronis, berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Beberapa faktor psikologis dan lingkungan turut berperan dalam timbulnya gejala insomnia. Berada di bawah tekanan yang sangat besar, seperti kematian salah seorang anggota keluarga atau menjadi pengangguran, dapat berujung pada kondisi ini.

Kondisi lainnya, seperti asma bronkial, penyakit asam lambung (acid reflux), dan sindrom rasa sakit kronis menghasilkan rasa ketidaknyamanan fisik yang bertahan, juga dapat menjadi penyebab utama insomnia. Gaya hidup Anda juga dapat menjadi salah satu penyebab, seperti seorang pekerja malam dan orang yang sering bepergian dan mengalami jet lag.

Gangguan sekitar, seperti suara yang berlebihan atau suhu yang berubah-ubah, atau metode pengobatan tertentu, seperti steroid, juga dapat berujung pada gangguan tidur. Insomnia kronis juga dapat terjadi karena sebab-sebab psikologis, seperti stres kronis, kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar.

Gejala Umum

Insomnia merupakan gangguan yang mempengaruhi tidak hanya jumlah/kuantitas, tapi juga mutu/kualitas tidur Anda. Mereka yang menderita insomnia tidak dapat tidur di malam hari dan biasanya merasa cemas di siang hari. Mereka juga sering terbangun di malam hari dan kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun. Sakit kepala adalah hal yang umum terjadi.

Beberapa pasien bergantung pada alkohol atau pil tidur untuk dapat tertidur. Mereka yang menderita insomnia biasanya merasa lelah pada siang hari dan kurang dapat menjaga keseimbangan suasana hati dan emosi.

Mereka juga biasanya mengalami penurunan dalam prestasi atau fungsi kerja dan mungkin mengalami masalah pada daya ingat dan konsentrasi. Hal ini berujung pada lebih banyak kesalahan saat bekerja atau di sekolah dan mungkin saja berbahaya bagi keseharian mereka.

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit insomnia adalah:

  1. Tempat tidur hanya untuk tidur

Cara mengobati insomnia tanpa obat lainnya adalah dengan mengubah mindset bahwa tempat tidur merupakan tempat yang hanya bisa digunakan untuk tidur. Jangan pernah melakukan aktivitas selain tidur di dalam kamar anda, apalagi jika aktivitas itu merupakan aktivitas yang menguras emosi dan juga pikiran.

Jangan menyelesaikan pekerjaan anda di dalam kamar tidur sebab kebiasaan itu bisa menyebabkan seseorang terkena insomnia.

  1. Mengatur nafas

Untuk bisa mengobati insomnia jangka pendek, anda bisa mengatur nafas agar nafas anda lebih dalam dan juga panjang. Mengatur nafas itu akan membuat tubuh dan pikiran anda rileks dibandingkan sebelumnya.

  1. Hindari makanan berat dan hindari perut kosong

Mengkonsumsi makanan yang berat sebelum tidur justru bisa membuat seseorang menjadi susah tidur, alasannya adalah makanan yang berat membuat seseorang menjadi kenyang. Tubuh yang kenyang akan membuat pasokan udara di dalam tubuh menjadi berkurang, akibatnya orang yang kekenyangan sulit untuk mengambil nafas.

Hal itulah yang menyebabkan orang yang dalam kondisi kenyang akan mudah sekali terkena insomnia. Sebaliknya, mencoba tidur dengan perut kosong juga tidak akan ada hasilnya. Orang yang lapar akan sulit tidur sebab sulit sekali memejamkan mata dengan kondisi perut yang melilit lilit dan minta diisi makanan.

  1. Jangan menaruh tv di dalam kamar

Pola hidup yang salah akan membuat gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Salah satu pola hidup yang salah adalah sering melihat televisi di dalam kamar dan dengan posisi tiduran. Selain bisa merusak mata, kondisi seperti ini terus menerus bisa menyebabkan seseorang terkena insomnia.

Banyaknya acara tv yang sayang untuk dilewatkan membuat seseorang mudah terkena insomnia. Oleh sebab itu agar insomnia anda segera menghilang, letakkanlah tv berada di luar ruangan kamar anda. Hal tersebut lebih bagus dibandingkan menaruhnya berada di dalam kamar.