skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Insomnia Termasuk Penyakit Apa?

Insomnia Termasuk Penyakit Apa?

Insomnia adalah istilah yang menggambarkan kesulitan tidur, kesulitan untuk tetap tertidur sepanjang malam, atau tidak merasa beristirahat setelah tidur. Ini adalah gangguan tidur yang paling umum, mempengaruhi sekitar sepertiga orang dewasa di beberapa titik dalam hidup mereka.

Insomnia dapat berlangsung sementara (berlangsung kurang dari satu minggu), jangka pendek (satu sampai tiga minggu), dan kronis (lebih dari tiga minggu).

Insomnia yang hanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu mungkin merupakan hasil dari lingkungan tidur yang buruk, seperti kebisingan yang berlebihan atau cahaya dan suhu ruangan yang tidak menyenangkan, atau perubahan gaya hidup yang terjadi baru-baru saja, seperti jet lag, perubahan shift kerja, sakit, dan kehidupan yang penuh stres.

Selain itu, obat dengan sifat stimulan, seperti obat asma, antidepresan, kafein-yang mengandung penghilang rasa sakit, atau methylphenidate (Ritalin) dapat menyebabkan gangguan tidur.

Penyebab Penyakit Insomnia

Selain hal diatas, faktor penyebab penyakit insomnia bisa diakibatkan karena pola tidur yang tidak konsisten.

Untuk kualitas tidur yang sangat baik adalah hal yang penting dengan pola tidur seperi pergi tidur dan keudian bangun di waktu yang sama dalam setiap harinya. Banyak orang yang mempunyai suatu kecenderungan untuk bisa menyesuaikan waktu tidur mereka agar bisa lebih konsisten.

Mengonsumsi makanan yang berat juga bisa menjadi penyebab penyakit insomnia. Tubuh Anda biasanya membutuhkan waktu untuk bisa menyelesaikan proses pencernaan dengan baik, dan jika Anda makan malam antara waktu makan malam dengan waktu tidur Anda maka hal ini akan mengakibatkan susah tidur.

Dan sementara itu, jadwal kerja yang kadang juga akan sangat mempengaruhi proses ini apalagi jika mereka mendapatkan kerja baik full-time dan juga bekekrja paruh waktu tanpa adanya waktu istirahat, maka terlambat yang akan memberikan efek atau dampak yang sangat tidak baik untuk kesehatan.

Penyebab penyakit insomnia lainnya adalah karena tidur dalam keadaan lapar. Hal ini juga bisa memicu penyebab terjadinya penyakit insomnia. Sifatnya memang sementara.

Jika Anda sedang menerapkan diet, maka hal ini merupakan salah satu hal yang paling buruk yang bisa Anda lakukan untuk kualitas tidur Anda. Anda memang bisa membantu menurunkan berat badan, namun Anda akan mendapatkan suatu masalah susah tidur atau insomnia.

Selain itu, menunggu dengan lelah bisa membuat terjadinya insomnia. Walaupun hal ini kelihatannya suatu hal yang masuk akal menunggu sampai lelah dan baru memutuskan untuk pergi tidur, dan Anda tidak sabar untuk menunggu sampai Anda benar-benar merasa lelah dan mengalami gangguan susah tidur.

Ciri Penyakit Insomnia

Insomnia itu sendiri bukan merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasar. Namun, ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang berhubungan dengan insomnia seperti:

  • Sering merasa lelah setelah tidur malam
  • Sering merasa lelah pada siang hari
  • Lekas marah, depresi atau kecemasan
  • Ketegangan pada sakit kepala
  • Kesulitan bersosialisasi
  • Gejala gastrointestinal
  • Konsentrasi yang buruk dan fokus
  • Menjadi tidak terkoordinasi
  • Kesulitan tidur di malam hari
  • Sering bangun pada malam hari
  • Bangun lebih awal dari biasanya.

Diagnosa Penyakit Insomnia

Dalam mendiagnosis insomnia, dokter biasanya akan terlebih dahulu mengumpulkan keterangan dari pasien perihal riwayat kesehatannya. Dokter akan bertanya apakah pasien memiliki masalah kesehatan (fisik atau psikologis) atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin membuatnya sulit tidur.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah pasien memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein atau alkohol, disamping menanyakan soal pola makan, porsi olahraga, dan rutinitas tidurnya.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes lanjutan jika insomnia diduga disebabkan oleh masalah kesehatan, salah satunya adalah tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid.

Untuk mengetahui tingkat keparahan insomnia, pasien bisa membuat sebuah buku harian tidur selama dua minggu. Beberapa informasi yang harus dicantumkan di dalam buku harian tidur biasanya meliputi waktu yang dibutuhkan pasien untuk dapat tidur, kira-kira pukul berapa dia mulai tidur, berapa kali dia terbangun di malam hari, dan pukul berapa pasien bangun.

Selain hal-hal tersebut, pasien juga bisa mencantumkan beberapa keterangan mengenai apakah pasien merasa stres atau lelah di siang hari, apakah dia melakukan tidur siang, dan waktu makan serta olahraga.

Lewat semua keterangan dan data yang berhasil dikumpulkan itulah dokter dapat memberikan nasihat penanganan dan juga mungkin meresepkan obat-obatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang melatarbelakangi terjadinya insomnia.