skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Jenis Cacing Parasit Penyebab Penyakit Cacingan

Jenis Cacing Parasit Penyebab Penyakit Cacingan

Penyakit Cacingan adalah sebuah masalah kesehatan yang sering mengganggu semua orang karena orang yang terkena penyakit cacingan biasanya tidak bisa mempunyai tubuh yang bugar dan berisi, tentu anda sudah tahu bahwa banyak orang yang mengalami cacingan mempunyai tubuh yang kurus serta perut sedikit buncit, ini adalah hal yang umum dan banyak terjadi bukan hanya anak-anak yang sering mengalami cacingan tetapi banyak orang dewasa yang mengalami hal sama yaitu sakit cacingan.

Cacingan memang tidak bahaya seperti sebuah penyakit seperti jantung atau kanker tetapi bila tidak cepat untuk di tangani cacingan bisa mengganggu kesehatan dan bisa berubah menjadi bahaya, ada beberapa macam jenis cacing yang bisa anda ketahui dan cacing-cacing tersebut mempunyai bentuk yang berbeda-beda.

Jenis Cacing Parasit Penyakit Cacingan

Berikut adalah cacing parasit yang dimaksud dan anda perlu waspada terhadap cacing jenis ini, berikut beberapa parasit cacing yang dapat hidup di tubuh manusia:

  1. Cacing Kremi

Memiliki nama latin Oxyuris Vermicularis. Ukuran cacing ini tergolong mini dengan ukuran panjang tubuh hanya mencapai 4 – 10 mm. Umumnya ia akan menyerang anak-anak dengan penularan dapat berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, tidak hidup bersih seperti tidak mencuci tangan sebelum makan maupun bermain dilingkungan yang kotor.

Untuk mengetahui jika seorang anak terinfeksi cacing kremi cukuplah mudah dengan memperhatikan gejala apabila si anak merasakan gatal-gatal disekitar anus/dubur terutama pada malam hari. Pada fases yang dikeluarkan juga akan terdapat telur dan cacing kremi yang dapat terlihat oleh mata.

  1. Cacing Gelang

Memiliki nama latin Ascaris Lumbricoides. Jika anda pernah mengkonsumsi mie, seperti itulah kurang lebih bentuk dari cacing gelang. Ia bahkan dapat tumbuh hingga dewasa dengan ukuran sepanjang 10 – 30 cm di dalam tubuh manusia dengan diameter maksimal dapat mencapai sebesar pensil dan dapat menelurkan sedikitnya 240.000 telur dalam semalam untuk cacing dewasa.

Apa yang terjadi jika cacing ini hidup di dalam tubuh manusia ? Dengan seukuran demikian pastilah kita mengetahui dampak buruknya bagi kesehatan yang akan sangat serius.

Beberapa gejala umum dan khusus yang ditimbulkan antara lain: lesu, pucat, lemas, perut membuncit dan tidak nafsu makan, kekurangan gizi dikarenakan nutrisi makanan akan diserap si cacing dan apabila sudah dalam infeksi yang serius akan menimbulkan fases yang encer dan berlendert serta terkadang bercampur darah.

Umumnya cacing ini akan menimpa anak-anak. Dengan cara mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi telur cacing gelang ataupun bermain dilingkungan yang tidak sehat terbilang kotor.

Selanjutnya akan memasuki usus dan menetas disana menjadi larva hingga menjadi anak cacing dan cacing dewasa. Perkembangannya pun cukup cepat, hanya dalam waktu 2 bulan ia mampu tumbuh dan berkembang biak serta menetaskan telur barunya.

  1. Cacing Cambuk (Trichinella Spriralis)

Khususnya bagi anda yang menggemari sajian menu dari daging hewan dengan menyantapnya setengah matang perlulah berhati-hati yang berkemungkinan saat menyantap daging tersebut sudah terkontaminasi dengan larva cacing cambuk.

Cacing ini berukuran 1 – 2 mm yang memiliki ukuran sangat kecil dibandingkan dengan cacing parasit lainnya. Larva yang masuk melalui makanan yang kita konsumsi akan menuju masuk ke usus kecil kemudian menembus mukosa dan dapat tumbuh menjadi cacing dewasa hanya dalam waktu 6 – 8 hari saja, hingga berkembang biak disana dan bertelur kemudian menetas.

Selanjutnya telur yang sudah menetas akan berpindah tempat mengikuti aliran darah dan jaringan tubuh manusia dan terakhir ia akan menempatkan dirinya pada sel otot rangka lurik. Wajar saja jika gejala umum yang tampak apabila sudah terinfeksi akan menimbulkan demam dan nyeri pada otot.

Penangan Penyakit Cacingan

Beberapa penangan untuk penyakit cacingan yaitu:

– Paduan yang serasi antara upaya prevensi dan terapi akan memberikan tingkat keberhasilan yang memuaskan, sehingga infeksi cacing secara perlahan dapat diatasi secara maksimal.

– Penanganan untuk mengatasi infeksi cacing dengan obat-obatan merupakan pilihan yang dianjurkan. Obat anti cacing Golongan Pirantel Pamoat merupakan anti cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar infeksi yang disebabkan parasit cacing.

– Intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat pirantel pamoat 10 mg / kg BB dan albendazole 10 mg/kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6 bulan pada anak SD dapay mengurangi angka kejadian infeksi ini pada suatu daerah.

Baca juga artikel menarik lainnya disini