skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Jenis Cacing Penyebab Penyakit Cacingan

Jenis Cacing Penyebab Penyakit Cacingan

Penyakit Cacingan merupakan salah satu masalah utama kesehatan anak di Indonesia. Sanitasi yang buruk dan masih kurangnya kesadaran pola hidup bersih merupakan penyebab utama tingginya jumlah penderita penyakit ini.

Seseorang dikatakan menderita cacingan apabila didalam tubuhnya (perutnya) terdapat cacing. Cacing di dalam perut ini bisa keluar dari mulut, hidung atau saat buang air besar dan jika dilakukan pemeriksaan pada tinjanya terdapat telur cacing.

Walaupun tidak menyebabkan kematian, penyakit cacingan perlu ditangani dengan serius karena dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang anak, karena cacing mengambil nutrisi yang penting bagi tubuh, misalnya protein, karbohidrat dan zat besi.

Berikut adalah maca-macam cacing penyebab penyakit cacingan beserta gejalanya:

  1. Cacing Tambang

Gejala penyakit cacing tambang ini awal mulanya tidak spesifik seperti mual, muntah, malas makan, sakit perut dan badan kurus. Cacing akan menggigit dinding usus halus untuk menghisap darah manusia dan sebagian darah keluar ke lumen usus sehingga menyebabkan BAB berdarah.

Gejala lain cacingan tmbang, antara lain:

– Ruam yang menonjol dan terasa gatal (ground itch) bisa muncul di tempat masuknya larva pada kulit.

– Nyeri di perut bagian atas.

– Demam disertai batuk dengan bunyi nafas mengi karena larva cacing di paru-paru.

– Anemia.

Cacing ini juga menyebabkan Cutaneous larva migrans atau creeping eruption, yaitu ada migrasi larva di kulit (cutan:lapisan kulit). Ditandai dengan timbul kelainan pada kulit berupa erupsi peradangan berbentuk lurus atau berliku-liku yang menonjol di atas permukaan kulit.

  1. Cacing Kremi

Cacing ini banyak di alami oleh anak-anak di Indonesia. Cacing ini berukuran kecil dengan panjang sekitar ¼ untuk ½ inci. Cacing kremi menginfeksi usus, namun sering juga orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Ketika malam hari, cacing betina bergerak menuju liang anus (dubur) karena ingin bertelur. Aktifitas cacing inilah yang memberikan gejala khas cacingan Kremi yaitu anak tidak bisa tidur karena anusnya gatal.

Infeksi cacing kremi sangat menular dan menyebar dengan sangat mudah karena kurangnya kebersihan tangan pada anak-anak. Pasalnya ketika anak menggaruk anusnya kemudian bersentuhan tangan dengan kawannya, lalu tangan tersebut digunakan untuk makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka kawannya tadi bisa tertular.

Secara lebih lengkap berikut ciri anak cacingan cacing kremi:

– Tidak bisa tidur karena gatal.

– Nyeri perut.

– Gatal yang intens pada pembukaan dubur atau vagina.

– Mual.

  1. Cacing Gelang

Berbeda dengan cacing kremi, cacing gelang termasuk berukuran besar mendekati ukuran cacing tanah pada umumnya. Dikenal dengan nama Ascaris. Cacing ini hidup menginfeksi usus kecil maupun usus besar.

Hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Namun sayangnya, biasanya tidak menunjukkan gejala yang khas, seseorang bisa tahu karena melihat adanya cacing pada tinja atau feses yang keluar.

Gejala cacingan cacing gelang antara lain:

– Nyeri perut samar.

– Mual Muntah.

– Diare atau tinja berdarah.

– Jika jumlahnya banyak dapat menyumbat (obstruksi) usus.

– Batuk kering.

– Berat badan turun.

– Terdapat cacing pada muntahan atau tinja.

Gejala di atas dapat muncul pada 4 sampai 16 hari setelah menelan larva cacing gelang dan bisa menjadi sangat serius jika infeksi tersebut berasal dari telur yang banyak.

  1. Cacing Pita

Cacing pita bisa menyerang manusia karena tertelan melalui air dan makan makanan yang terkontaminasi dengan larva dan telur cacing pita. Jika telur cacing pita tertelan, mereka cenderung untuk menjauh dari daerah usus dan berkembang menjadi kista pada organ dan jaringan tubuh lainnya.

Hal ini dikenal sebagai infeksi cacing pita invasif. Namun jika yang tertelan berupa larva cacing pita maka akan tumbuh menjadi cacing pita dewasa dalam usus.

Gejala-gejala infeksi cacing pita tergantung pada jenis infeksi, apakah pada usus atau pada organ tubuh (invasif). Berikut gejala cacing pita sesuai dengan lokasinya:

Cacing pita pada usus memiliki gejala berikut ini:

– Nyeri perut.

– Berat badan menurun.

– Mual.

– Diare.

– Malabsorpsi nutrisi dari makanan.

– Kelemahan dan Kelelahan

Cacing pita Invasif memiliki gejala:

– Gejala neurologis / kejang.

– Reaksi alergi terhadap Larva cacing pita.

– Demam.

– Massa atau benjolan / kista.

Perawatan dan pengobatan penyakit cacingan adalah:

– Mengkonsumsi makanan yang bergizi.

– Terapkan pola hidup bersih untuk menghindari terkena penyakit ini kembali.

– Minum obat cacing dan vitamin sesuai dosis.

Segera berobat ke dokter jika setelah minum obat cacing, penyakit cacingan belum juga sembuh, agar dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara pasti jenis cacing yang menginfeksi dan dapat diberi obat yang lebih tepat.

Baca juga artikel menarik lainnya disini