skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Jenis Cacing Penyebab Penyakit Cacingan Dan Obatnya

Jenis Cacing Penyebab Penyakit Cacingan Dan Obatnya

Jenis Cacing Penyeba Penyakit Cacingan Dan Obatnya – Penyakit Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular.

Cara masuknya cacing ke dalam tubuh beraneka ragam. Cacing gelang yang bersarang dalam tubuh dengan jumlah telur infektif 100.000-200.000 perhari biasanya masuk melalui makanan. Untuk cacing cambuk, telur infektif yang ada di dalam tubuh sebanyak 3000-5000 dalam waktu 3-6 minggu biasanya juga masuk lewat makanan.

Sedangkan telur cacing tambang biasanya bisa berkembang dalam tubuh lewat makanan dan kulit. Telur cacing cambuk yang infektif bisanya berjumlah 9000-10.000 dalam waktu 3 hari.

Berkembangnya penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktor iklim tropis, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk.

Jenis Cacing Penyebab Penyakit Cacingan

Ada tiga jenis cacing yang paling umum menyebabkan penyakit cacingan, yaitu:

  1. Cacing Tambang

Cacing tambang atau helminths dalam bentuk larva dan dewasa dapat hidup dalam usus halus manusia dan dapat menjangkiti binatang peliharaan, termasuk anak kucing dan anjing.

Umumnya kita bisa terinfeksi cacing tambang karena interaksi dengan tanah hangat dan lembap yang di dalamnya terdapat telur atau cacing tambang. Anak-anak merupakan golongan yang paling berisiko karena kecenderungan bermain dan berlarian di atas tanah yang terkontaminasi.

Cacing tambang dewasa dengan panjang sekitar 5-13 milimeter dapat menembus kulit yang tidak beralas kaki kemudian masuk ke sirkulasi darah dan ikut terbawa ke dalam paru-paru dan tenggorokan, jika tertelan, maka cacing akan memasuki usus.

Sebagian besar infeksi cacing tambang tidak menimbulkan gejala. Namun, sebagian lagi akan merasakan gatal dan ruam di sekitar area kulit tempat larva masuk. Terkadang diikuti dengan batuk dan napas yang berbunyi karena larva memasuki paru-paru.

Infeksi cacing tambang yang berat dapat menyebabkan diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan dan berat badan, kelelahan dan kehilangan darah yang mengarah pada anemia akibat kekurangan zat besi dan kehilangan protein. Pada anak-anak, hal ini dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental.

Diagnosa infeksi cacing tambang adalah dengan meneliti keberadaan telur cacing melalui pemeriksaan tinja dengan menggunakan mikroskop. Untuk menentukan seberapa parah infeksi yang terjadi, perlu dilakukan penghitungan telur yang ada.

Pengobatan infeksi cacing tambang dengan menggunakan obat anti cacing atau antihelmintik, harus melalui konsultasi dan di bawah pengawasan dokter. Jika sudah menyebabkan anemia, obat tersebut perlu diberikan bersama suplemen zat besi.

  1. Cacing Pita

Cacing pita atau Cestodes, dapat dikenali dari bentuknya yang tampak seperti pita yaitu pipih dengan ruas-ruas pada seluruh tubuhnya. Panjang cacing pita dewasa dapat mencapai 4,5 hingga 9 meter.

Cacing pita memasuki tubuh manusia ketika tangan yang bersentuhan dengan tinja yang mengandung telur cacing berdekatan dengan mulut ataupun makan makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Selain itu, daging babi, sapi ataupun ikan yang mentah juga diketahui dapat menyebabkan masuknya cacing pita pada tubuh manusia. Cacing tersebut kemudian dapat hidup dalam usus.

Gejala infeksi cacing pita antara lain sakit perut dan terkadang diikuti dengan muntah dan diare. Namun, bisa saja infeksi cacing pita tidak menimbulkan gejala atau disalahartikan sebagai penyakit lain.

Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang menderita infeksi akibat cacing pita yaitu dengan pemeriksaan tinja. Biasanya cacing pita akan tampak seperti biji beras ataupun lebih panjang. Untuk memastikannya, bisa langsung konsultasi dengan dokter Anda dan jika Anda terinfeksi, maka perlu dilakukan pengobatan oleh dokter.

Sebagian besar infeksi cacing pita dapat dengan mudah diobati, namun sebagian lagi dapat menyebabkan komplikasi serius.

  1. Cacing Kremi

Cacing kremi berwarna putih dan halus, dengan panjang sekitar 5-13 milimeter. Infeksi cacing kremi paling banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah, terutama karena telur cacing ini sangat mudah menyebar.

Infeksi cacing kremi umumnya disebabkan menelan atau menghirup telur cacing kremi yang sangat kecil dan bisa dari dalam makanan, minuman atau jari yang terkontaminasi. Telur kemudian akan memasuki usus dan berkembang dalam beberapa minggu.

Perpindahan telur cacing dapat terjadi ketika seseorang mengalami gatal pada bagian anus dan menggaruknya. Hal itu menyebabkan telur cacing berpindah ke jari yang kemudian menyentuh berbagai permukaan benda ataupun orang lain.

Gejala yang kemungkinan dirasakan saat seseorang terinfeksi cacing kremi adalah rasa gatal di bagian anus atau vagina. Rasa gatal disebabkan cacing kremi betina akan bertelur pada lipatan kulit di sekitar anus. Selain itu, gejala infeksi cacing kremi juga dapat menyebabkan kesulitan tidur, tidak nyaman, gelisah dan seringkali mengalami sakit perut atau mual. Namun,bagi sebagian orang, infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala khusus.

Untuk mengatasi infeksi cacing kremi, dokter kemungkinan akan memberikan obat tidak hanya untuk penderita, namun pada seluruh anggota keluarga untuk mencegah infeksi dan infeksi berulang. Sebagian orang merasakan efek samping ringan pada saluran pencernaan selama pengobatan. Obat yang biasa diresepkan adalah mebendazole dan albendazole.

Pengobatan Penyakit Cacingan

Penyakit cacingan yang umumnya banyak mendera anak-anak dan dewasa dapat diatasi dengan hidup bersih mulai dari lingkungan terkecil di sekitar rumah, membiasakan diri untuk memotong kuku, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, membersihkan aliran air yang ada disekitar tempat tinggal, memperbaiki sistem sanitasi yang kurang baik dan tentunya selalu menjaga kebersihan diri.

Selain itu mengkonsumsi makan-makanan yang mengandung sumber gizi dan nutrisi yang seimbang.

Obat Penyakit Cacingan

Pirantel Pamoat untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh parasit-parasit saluran pencernaan berikut Cacing kremi (Enterobius vermicularis, thredworm, pinworm), Cacing gelang (Ascaris lumbricoides, roundworm), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale, hookworm), Cacing tambang (Necator americanus, hookworm), Trichostrongilus colubriformis dan Trichostrongilus orientalis), baik yang terdapat tunggal, maupun infeksi campuran.

Adanya infeksi yang disebabkan salah satu dari kelima parasit pada salah satu anggota keluarga atau kelompok orang yang berdekatan dapat menjadi pertanda adanya juga infeksi pada anggota keluarga lainnya; pada keadaan begini dianjurkan pemberian pirantel pamoat kepada seluruh anggota keluarga (pemberian menyeluruh) lingkungan dan pakaian untuk memusnahkan telur-telur cacing dan mencegah terjadinya infeksi berulang.

Baca juga artikel menarik lainnya disini