skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Klasifikasi Penyakit Vertigo Menurut Ahli!

Klasifikasi Penyakit Vertigo Menurut Ahli!

Penyakit Vertigo merupakan keadaan dimana seseorang merasa dirinya atau ruangan disekitarnya seolah berputar. Perasaan ini disebabkan oleh virus, penurunan aliran darah ke otak, trauma kepala, iskemi sementara karena obat-obatan dan alkohol, migrain, dan beberapa kasusu epilepsi.

Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit yang penyebabnya sangat bervariasi. Kata vertigo berasal dari bahsa yunani Vetere yang artinya berputar.

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan bilangan hari. Vertigo bisa terjadi pada saat melakukan perjalanan jauh, naik kendaraan dijalan yang berliku. Namun terkadang vertigo hanya disebabkan oleh stres. Sebagian besar kasus vertigo tidak diketahui penyebabnya, sehingga terapi lebih banyak bersifat simtomatik dan rehabilitatif.

Berbagai Penyebab Penyakit Vertigo

Vertigo biasanya disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Gangguan ini akan memicu masalah mekanisme keseimbangan tubuh. Sementara penyebab umum lainnya meliputi:

  • Vertigo Posisi Paroksismal Jinak atau istilah umumnya Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BBPV), vertigo yang dipicu oleh perubahan posisi kepala tertentu.
  • Gangguan pada otak, misalnya tumor.
  • Migrain, sakit kepala yang tidak tertahankan.
  • Obat-obatan tertentu yang menyebabkan kerusakan telinga.
  • Penyakit Meniere, gangguan yang menyerang telinga bagian dalam.
  • Vestibular neuronitis, yaitu inflamasi saraf vestibular pada telinga bagian dalam.
  • Trauma atau luka di bagian kepala dan bagian leher.

Klasifikasi Penyakit Vertigo

Vertigo secara garis besar dibagi menjadi Vertigo Fisiologik dan Patologik (Drachman, 2002). Ada pun kedua klasifikasi tersebut dibagi-bagi dalam beberapa klasifikasi vertigo, yaitu:

  1. Vertigo fisiologik, antara lain:
  • Motion sickness, terjadi jika membaca saat naik kendaraan yang bergerak.
  • Space sickness, disebabkan oleh weightlessness. Terjadinya gangguan keseimbangan antara canalis semicirculus dan otolith.
  • Visual vertigo (Optokinetic Motion Sickness), dipicu oleh keadaan visual oleh sebab tidak ada signal dari alat vestibulum atau somatosensoris mengenai suatugerakan.
  • Auditoric vertigo, suatu kondisi ilusi dimana terdapat suara yang bergerak.
  • Alternobaric vertigo, ciri khas dari vertigo jenis adalah tertutupnya tuba eustachia. Kondisi ini biasa terjadi saat ISPA. Vertigo rotaroir dapat timbul jika pada kondisi tersebut, mendengar suara bising pada waktu udara masuk ke telinga tengah.
  1. Vertigo patologik
  • Vestibulum, diantaranya adalah:
  • Vestibular neuritis, pada kasus ini tidak terjadi gangguan pendengaran. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya rotational vertigo dan nistagmus spontan berlawanan arah dengan sisi gangguan pada vestibulum. Pada pemeriksaan Romberg, penderita jatuh ke arah lesi vestibulum.
  • Viral labyrinthitis. Hampir sama dengan vestibular neuritis namun hampir 50% penderita mengalami gangguan pendengaran.
  • Bacterial labyrinthitis, kebanyakan menimbulkan gangguan pendengaran maupun gangguan pada vestibulum.
  • Ramsay-Hunt syndrome, terjadi gangguan pendengaran mapun vestibulum yang disebabkan oleh herpes zoster oticus. Pada sindrom ini timbul vertigo, gangguan pendengaran, nyeri telinga dan timbul vesikel di meatus acusticus externus.
  • Meniere syndrome, dengan ciri-ciri yaitu terasa penuh di telinga, gangguan pendengaran, tinitus dan serangan vertigo.
  • Post traumatic vertigo, merupakan vertigo yang terjadi setelah cedera kepala atau kadang-kadang setelah terjadi fraktur pada os. Temporal.
  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), timbul jika penderita menggerakkan tubuh pada salah satu sisi, sering terjadi pada wanita usia 50-60 tahun.
  • Acustic neurinoma.
  • Reticulum batang otak
  • Tractus posterior
  • Imagination
  • Generalized illness.