skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Ternyata Komplikasi Penyakit Hemangioma Sangat Berbahaya!

Ternyata Komplikasi Penyakit Hemangioma Sangat Berbahaya!

Hemangioma adalah salah satu keganjilan pembentukan arteri yang dapat berlangsung pada setiap jaringan dalam tubuh. hemangioma ini bisa dimasukan pada kelompok tumor tidak berbahaya tetapi tidak serupa kangker melainkan tonjolan yangg terbentuk dari arteri.

Penyebab Hemangioma

Pembuluh darah tambahan yang terbentuk karena adanya pertumbuhan yang abnormal akan berkumpul dan membentuk hemangioma. Penyebab terjadinya pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal ini belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa faktor yang diduga membuat seseorang lebih berisiko menderita hemangioma, di antaranya:

– Genetika atau faktor keturunan

– Kelahiran prematur.

– Jenis kelamin perempuan.

Hemangioma biasanya muncul pada tahun-tahun awal pada bayi. Terdapat area berwarna merah pada kulit, biasanya pada wajah, dada, atau punggung. Seiringnya waktu, bekas kemerahan akan berkembang cepat menjadi benjolan pada kulit. Hemangioma akan mengempis dan menghilang.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Komplikasi Penyakit Hemangioma

Penyakit hemangioma dalam kondisi yang parah dapat menyebabkan:

  1. Trombositopenia

Jarang terjadi, biasanya pada hemangioma yang berukuran besar. Dahulu dikira bahwa trombositopenia disebabkan oleh limpa yang hiperaktif. Ternyata kemudian bahwa dalam jaringan hemangioma terdapat pengumpulan trombosit yang mengalami sekuesterisasi.

  1. Perdarahan

Komplikasi ini paling sering terjadi dibandingkan dengan komplikasi lainnya. Penyebabnya ialah trauma dari luar atau ruptur spontan dinding pembuluh darah karena tipisnya kulit di atas permukaan hemangioma, sedangkan pembuluh darah di bawahnya terus tumbuh.

  1. Ulkus

Ulkus menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan resiko infeksi, perdarahan, dan sikatrik. Ulkus merupakan hasil dari nekrosis. Ulkus dapat juga terjadi akibat ruptur. Hemangioma kavernosa yang besar dapat diikuti dengan ulserasi dan infeksi sekunder.

  1. Gangguan penglihatan

Pada regio periorbital sangat meningkatkan risiko gangguan penglihatan dan harus lebih sering dimonitor. Amblyopia dapat merupakan hasil dari sumbatan pada sumbu penglihatan (visual axis). Kebanyakan komplikasi yang terjadi adalah astigmatisma yang disebabkan tekanan tersembunyi dalam bola mata atau desakan tumor ke ruang retrobulbar. Hemangioma pada kelopak mata bisa mengganggu perkembangan penglihatan normal dan harus diterapi pada beberapa bulan pertama kehidupan.

Pengobatan Hemangioma

Jika terdapat satu buah hemangioma kecil biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kemungkinan akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus akan memerlukan pengobatan terutama ketika menimbulkan lesi atau luka.

Hemangioma tidak memerlukan pengobatan sampai ia menimbulkan masalah berupa pendarahan, luka terbuka, infeksi dan tidak kunjung hilang setelah anak berusia 10 tahun.

Dokter mungkin ragu-ragu untuk mengobati hemangioma yang tidak menyebabkan masalah fisik karena biasanya akan memudar secara bertahap tanpa pengobatan dan perawatan yang malah berpotensi menimbulkan efek samping.

Jika pertumbuhannya mengganggu penglihatan anak atau menyebabkan masalah lain, maka dapat diterapkan pengobatan yaitu:

  1. Obat beta blocker. Dapat diterapkan untuk mengatasi kasus yang ringan, tersedia dalam bentuk gel yang dapat dioleskan langsung pada kulit yang terkena. Hemangioma berat dapat hilang jika diobati dengan larutan oral propanolol. Efek samping bisa termasuk gula darah tinggi, tekanan darah tinggi dan mengi.
  2. Operasi laser. Kadang-kadang laser dapat digunakan untuk menghapus hemangioma atau mengobati luka yang menyakitkan pada hemangioma.

Jika Anda sedang mempertimbangkan apakah hemangioma pada anak perlu diobati, maka sebaiknya mempertimbangkan matang-matang keuntungan dan kerugiannya dengan dokter anak Anda. Ingat, kondisi ini biasanya menghilang sendiri selama masa kanak-kanak.